Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

Rekruter, Ini 3 Kunci Strategi Hadapi Tren HR Masa Depan

December 11, 2020

Pandemi yang terjadi di awal Januari 2020 hingga sekarang memang membuat semua aspek kehidupan manusia harus disesuaikan ulang. Selagi vaksin belum disebar dan didistribusikan secara merata di seluruh dunia, maka masyarakat diminta untuk terus menerapkan beberapa protokol kesehatan dan juga strategi dalam bertahan hidup agar terhindar dari virus yang mudah menular ini.

Nyatanya, tidak hanya kehidupan sehari-hari manusia yang harus disesuaikan dan dirancang strategi baru. Dalam merekrut kandidat di tengah pandemi pun, perusahaan serta rekruter juga harus mempersiapkan strategi baru untuk merekrut kandidat berkualifikasi dan berkompetensi baik agar perusahaan bisa bersaing di dunia global. Tidak terkecuali untuk menyambut tahun 2021 yang akan “hadir” dalam beberapa minggu lagi.

Sebuah penelitian tentang HR dan strategi rekrutmen yang ada, menyebut hanya 16 persen dari kandidat yang direkrut dan  memiliki kemampuan beradaptasi yang dibutuhkan untuk bersiap dalam menghadapi seluruh tugas dan kewajibannya untuk bekerja, baik sekarang maupun di masa depan. Padahal, kemampuan beradaptasi tersebut sangat dibutuhkan di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu ini.

Kondisi perekonomian dan pasar yang tidak menentu pun menjadi dampak yang tidak bisa terhindarkan dari proses rekrutmen. Dari 3 ribuan rekruter yang dijadikan responden survei Gartner tentang usaha rekruter dalam merekrut kandidat berkualitas untuk kini dan masa depan, menyatakan data sebagai berikut:

  1. Hanya 29 persen dari kandidat yang baru direkrut siap menghadapi tantangan di masa sekarang dan masa dengan dengan skill yang dimiliki.
  2. Hanya 16 persen dari kandidat yang direkrut yang memiliki kualitas skill terbaik yang diharapkan untuk menghadapi tantangan ekonomi dan pekerjaan di masa sekarang.
  3. Hanya 23 persen dari kandidat yang direkrut yang memiliki kualitas skill terbaik yang diharapkan untuk menghadapi tantangan ekonomi dan pekerjaan di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, penting bagi rekruter dan perusahaan dalam melakukan formulasi strategi baru perekrutan dan mengimplementasikannya. Perusahaan kini harus mencari dan merekrut para kandidat potensial yang memiliki talenta dengan kemampuan mumpuni dan luas untuk menciptakan bisnis yang responsif terhadap situasi apapun.

Terdapat tiga kunci utama dalam menggeser strategi lama rekrutmen perusahaan menjadi strategi baru yang dapat diimplementasikan demi terciptanya lingkungan kerja yang siap dengan tantangan masa kini dan masa depan:

  1. Fokus pada akuisisi keterampilan dalam strategi rekrutmen

Biasa, rekruter memfokuskan penilaian rekrutmen hanya pada profil seorang kandidat dan skill yang dimiliki seorang kandidat yang memenuhi syarat utama untuk sebuah pekerjaan. Maka dari itu, penting untuk rekruter memikirkan ulang strategi rekrutmen seperti ini, agar rekruter dapat merekrut kandidat, yang tidak hanya memiliki profil meyakinkan, namun juga memiliki keterampilan esensial untuk pekerjaan di masa sekarang dan di masa depan.

Agar proses rekrutmen lebih efektif, rekruter harus mengerti tentang kebutuhan keterampilan dalam konteks yang lebih luas dalam perusahaan. Rekruter sudah harus memiliki gambaran yang jelas tentang keterampilan apa saja yang sekiranya akan menjadi kebutuhan utama di masa depan. Konsultasikan strategi ini bersama tim dari divisi lainnya agar gambaran kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan dapat lebih jelas disampaikan dan lebih objektif.

2. Tingkatkan program training untuk kandidat

Faktanya, tidak semua keterampilan yang dimiliki kandidat saat ini merupakan hasil dari pembelajarannya di universitas. Lebih dari 43 persen dari kandidat yang ada di pasar pencari kerja sekarang merupakan kandidat yang memiliki keterampilan mumpuni di beberapa bidang penting dari hasil pembelajaran pribadi mereka. Sayangnya, rekruter terlalu fokus pada keterampilan dan latar belakang universitas serta jurusan yang dipilih kandidat.

Beberapa keterampilan penting sekarang bahkan ada yang tidak memiliki jurusan di bangku kuliah, sebut saja keterampilan berpikir kritis. Rekruter pun diharapkan untuk tidak lagi fokus pada latar belakang pendidikan apalagi nama universitas sebagai patokan rekrutmen untuk mencari kandidat dengan keterampilan terbaik untuk kebutuhan di masa depan. Rekruter dan perusahaan juga bisa membantu kandidat dan pekerja yang ada untuk mengasah keterampilan mereka lewat program training dan meningkatkan program training yang ada.

3. Jadikan EVP sebagai alat untuk menarik minat kandidat terbaik

Employee value proposition alias EVP yang tidak diimplementasikan dengan baik tentu saja tidak akan berguna untuk menarik minat kandidat berkualitas. Riset mengatakan bahwa 65 persen kandidat pernah membatalkan atau tidak melanjutkan proses rekrutmennya karena mereka menemukan bahwa perusahaan tidak benar-benar menerapkan aspek-aspek dalam EVP mereka.

Maka, untuk menarik minat kandidat ini, rekruter harus memastikan bahwa EVP di perusahaan berjalan dan terimplementasikan dengan baik. Kehidupan bekerja, kesempatan untuk berkembang, kultur perusahaan juga harus dijaga dengan baik karena merupakan aspek penting yang sering jadi pertimbangan kandidat. Jangan lupa, berikan feedback untuk kandidat serta terus memperbarui EVP yang ada agar sesuai dengan kondisi yang ada sekarang.

Tidak mudah memang untuk menyusun ulang strategi rekrutmen di saat rekruter serta perusahaan telah nyaman dengan strategi yang ada. Namun, ada baiknya rekruter mulai mempertimbangkan penyusunan strategi yang baru di tengah kondisi yang tidak menentu ini. Di akhir pandemi, bisa saja pasar pencari kerja dan kebutuhan akan kandidat dengan keterampilan-keterampilan khusus memang akan dibutuhkan.

Rekruter juga bisa terus memperbarui informasi dan tren terbaru seputar rekrutmen, keterampilan terbaru yang sedang dibutuhkan pasar, dan tren-tren lain yang akan menjadi fokus utama di tahun depan lewat blog Kalibrr serta unggahan di Instagram, @kalibrrhub. Selain itu, temukan juga kandidat impian rekruter dan kebutuhan akan kandidat terbaik dengan melakukan klik di banner yang ada di bawah ini.

CTA

Artikel dilansir dari Gartner, Harver, dan Bullhorn.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

Rekruter, Ini 3 Kunci Strategi Hadapi Tren HR Masa Depan

December 11, 2020

Pandemi yang terjadi di awal Januari 2020 hingga sekarang memang membuat semua aspek kehidupan manusia harus disesuaikan ulang. Selagi vaksin belum disebar dan didistribusikan secara merata di seluruh dunia, maka masyarakat diminta untuk terus menerapkan beberapa protokol kesehatan dan juga strategi dalam bertahan hidup agar terhindar dari virus yang mudah menular ini.

Nyatanya, tidak hanya kehidupan sehari-hari manusia yang harus disesuaikan dan dirancang strategi baru. Dalam merekrut kandidat di tengah pandemi pun, perusahaan serta rekruter juga harus mempersiapkan strategi baru untuk merekrut kandidat berkualifikasi dan berkompetensi baik agar perusahaan bisa bersaing di dunia global. Tidak terkecuali untuk menyambut tahun 2021 yang akan “hadir” dalam beberapa minggu lagi.

Sebuah penelitian tentang HR dan strategi rekrutmen yang ada, menyebut hanya 16 persen dari kandidat yang direkrut dan  memiliki kemampuan beradaptasi yang dibutuhkan untuk bersiap dalam menghadapi seluruh tugas dan kewajibannya untuk bekerja, baik sekarang maupun di masa depan. Padahal, kemampuan beradaptasi tersebut sangat dibutuhkan di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu ini.

Kondisi perekonomian dan pasar yang tidak menentu pun menjadi dampak yang tidak bisa terhindarkan dari proses rekrutmen. Dari 3 ribuan rekruter yang dijadikan responden survei Gartner tentang usaha rekruter dalam merekrut kandidat berkualitas untuk kini dan masa depan, menyatakan data sebagai berikut:

  1. Hanya 29 persen dari kandidat yang baru direkrut siap menghadapi tantangan di masa sekarang dan masa dengan dengan skill yang dimiliki.
  2. Hanya 16 persen dari kandidat yang direkrut yang memiliki kualitas skill terbaik yang diharapkan untuk menghadapi tantangan ekonomi dan pekerjaan di masa sekarang.
  3. Hanya 23 persen dari kandidat yang direkrut yang memiliki kualitas skill terbaik yang diharapkan untuk menghadapi tantangan ekonomi dan pekerjaan di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, penting bagi rekruter dan perusahaan dalam melakukan formulasi strategi baru perekrutan dan mengimplementasikannya. Perusahaan kini harus mencari dan merekrut para kandidat potensial yang memiliki talenta dengan kemampuan mumpuni dan luas untuk menciptakan bisnis yang responsif terhadap situasi apapun.

Terdapat tiga kunci utama dalam menggeser strategi lama rekrutmen perusahaan menjadi strategi baru yang dapat diimplementasikan demi terciptanya lingkungan kerja yang siap dengan tantangan masa kini dan masa depan:

  1. Fokus pada akuisisi keterampilan dalam strategi rekrutmen

Biasa, rekruter memfokuskan penilaian rekrutmen hanya pada profil seorang kandidat dan skill yang dimiliki seorang kandidat yang memenuhi syarat utama untuk sebuah pekerjaan. Maka dari itu, penting untuk rekruter memikirkan ulang strategi rekrutmen seperti ini, agar rekruter dapat merekrut kandidat, yang tidak hanya memiliki profil meyakinkan, namun juga memiliki keterampilan esensial untuk pekerjaan di masa sekarang dan di masa depan.

Agar proses rekrutmen lebih efektif, rekruter harus mengerti tentang kebutuhan keterampilan dalam konteks yang lebih luas dalam perusahaan. Rekruter sudah harus memiliki gambaran yang jelas tentang keterampilan apa saja yang sekiranya akan menjadi kebutuhan utama di masa depan. Konsultasikan strategi ini bersama tim dari divisi lainnya agar gambaran kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan dapat lebih jelas disampaikan dan lebih objektif.

2. Tingkatkan program training untuk kandidat

Faktanya, tidak semua keterampilan yang dimiliki kandidat saat ini merupakan hasil dari pembelajarannya di universitas. Lebih dari 43 persen dari kandidat yang ada di pasar pencari kerja sekarang merupakan kandidat yang memiliki keterampilan mumpuni di beberapa bidang penting dari hasil pembelajaran pribadi mereka. Sayangnya, rekruter terlalu fokus pada keterampilan dan latar belakang universitas serta jurusan yang dipilih kandidat.

Beberapa keterampilan penting sekarang bahkan ada yang tidak memiliki jurusan di bangku kuliah, sebut saja keterampilan berpikir kritis. Rekruter pun diharapkan untuk tidak lagi fokus pada latar belakang pendidikan apalagi nama universitas sebagai patokan rekrutmen untuk mencari kandidat dengan keterampilan terbaik untuk kebutuhan di masa depan. Rekruter dan perusahaan juga bisa membantu kandidat dan pekerja yang ada untuk mengasah keterampilan mereka lewat program training dan meningkatkan program training yang ada.

3. Jadikan EVP sebagai alat untuk menarik minat kandidat terbaik

Employee value proposition alias EVP yang tidak diimplementasikan dengan baik tentu saja tidak akan berguna untuk menarik minat kandidat berkualitas. Riset mengatakan bahwa 65 persen kandidat pernah membatalkan atau tidak melanjutkan proses rekrutmennya karena mereka menemukan bahwa perusahaan tidak benar-benar menerapkan aspek-aspek dalam EVP mereka.

Maka, untuk menarik minat kandidat ini, rekruter harus memastikan bahwa EVP di perusahaan berjalan dan terimplementasikan dengan baik. Kehidupan bekerja, kesempatan untuk berkembang, kultur perusahaan juga harus dijaga dengan baik karena merupakan aspek penting yang sering jadi pertimbangan kandidat. Jangan lupa, berikan feedback untuk kandidat serta terus memperbarui EVP yang ada agar sesuai dengan kondisi yang ada sekarang.

Tidak mudah memang untuk menyusun ulang strategi rekrutmen di saat rekruter serta perusahaan telah nyaman dengan strategi yang ada. Namun, ada baiknya rekruter mulai mempertimbangkan penyusunan strategi yang baru di tengah kondisi yang tidak menentu ini. Di akhir pandemi, bisa saja pasar pencari kerja dan kebutuhan akan kandidat dengan keterampilan-keterampilan khusus memang akan dibutuhkan.

Rekruter juga bisa terus memperbarui informasi dan tren terbaru seputar rekrutmen, keterampilan terbaru yang sedang dibutuhkan pasar, dan tren-tren lain yang akan menjadi fokus utama di tahun depan lewat blog Kalibrr serta unggahan di Instagram, @kalibrrhub. Selain itu, temukan juga kandidat impian rekruter dan kebutuhan akan kandidat terbaik dengan melakukan klik di banner yang ada di bawah ini.

CTA

Artikel dilansir dari Gartner, Harver, dan Bullhorn.

Written by Stefanny

Categories

Tags