Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

6 Sifat untuk Jadi Pemimpin Terbaik di Situasi Sulit

January 20, 2021

Siapa sangka tahun 2020 menjadi tahun yang cukup buruk untuk memulai sebuah dekade yang baru? Tahun 2020 benar-benar menguji manusia untuk bertahan, beradaptasi dengan cepat, dan bersabar dalam menghadapi segala tantangan dan kesulitan yang menghadang. Tahun 2020 juga memiliki dampak yang cukup signifikan bagi perusahaan-perusahaan yang ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bagi para manajemen leader maupun HR leader, tahun 2020 tidak diragukan lagi, menjadi tahun yang sulit untuk dikelola dan diarahkan serta ditebak.

Namun, tentu saja, seperti kata pepatah, “There always sunshine behind the rain”. Semua tantangan dan kesulitan yang ada di tahun 2020 menempa setiap orang, termasuk manajemen leader dan HR leader untuk menjadi seseorang yang lebih tangguh dan mendapatkan nilai-nilai baru untuk diterapkan dan kembali survive di tahun 2021.

Budaya kerja di tahun 2021 diprediksi akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kerja jarak jauh di tengah pandemi dan tuntutan untuk selalu aktif dengan segala protokol kesehatan yang ada, menuntut pemimpin untuk menjadi seorang yang efektif dan memiliki empati yang memahami pekerjanya.

Seorang pemimpin juga diharap cukup tangguh untuk beradaptasi dengan keadaan yang tidak terduga dan siap dengan segala solusinya. Karakteristik tersebut tentu saja dapat dikembangkan dan dipupuk untuk membantu perkuat peran manajemen leader dan HR leader dalam memimpin rekan-rekannya.

Sifat dan karakteristik apa saja yang dibutuhkan seorang manajemen leader dan HR leader untuk mengarungi tahun 2021 dan segala drama yang mungkin akan menyertainya nanti?

  1. Resilience (ketahanan/ketangguhan)

Menjadi tangguh adalah salah satu dari sifat dan karakteristik serta keterampilan dari seorang pemimpin yang dicari dan dibutuhkan sekarang. Perusahaan kini harus bergerak cepat sambil berkembang di tengah kondisi yang tidak menentu.

Tahun 2020 membuktikan bahwa ketahanan menjadi sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dari seorang pemimpin. Dengan sifat dan karakteristik ketahanan, pemimpin siap untuk beradaptasi dan menghadapi segala situasi yang tidak dapat diprediksi. Tanpa resilience, seorang pemimpin sulit untuk bereaksi cepat dalam menghadapi tantangan yang datang secara tiba-tiba.

2. Versatile (serba guna)

Sebagai seorang pemimpin, maka Anda harus bisa mengakomodir seluruh isi tim atau departemen dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh tim atau departemen. Maka versatile alias serba guna ini harus masuk dalam poin sifat dan karakteristik yang penting di tahun 2021.

Gaya kepemimpin ini harus fokus pada relevansi dan terhubungan dengan perubahan kebutuhan pekerja. Pemimpin harus menahan diri dan mulai mencoba belajar melihat segala permasalahan dari sudut pandang pekerjanya. Dengan begitu, pemimpin bisa mengembangkan ide dan pemikiran baru untuk menghadapi situasi yang tidak menentu ini.

3. Decisiveness (pengambilan keputusan)

Ketegasan dan cepat dalam mengambil keputusan merupakan kemampuan yang penting, namun jarang dibicarakan--apalagi di saat-saat krisis seperti sekarang.

Pemimpin harus memiliki kemampuan untuk tegas dan mampu mengambil keputusan dengan cepat dan akurat di situasi ekstrim. Kemampuan untuk tenang dan berpikir jernih di bawah tekanan juga dicari dalam diri seorang pemimpin sekarang.

4. Compassion (belas kasih)

Dampak negatif dari pandemi bukan hanya dari sisi fisik, namun juga psikologi.

Sebagai pemimpin, Anda dituntut untuk memiliki tingkat empati tinggi dan pengertian akan situasi sulit ini. Pekerja membutuhkan sosok yang bisa mengayomi mereka dalam melewati segala tantangan yang ada. Pekerja juga butuh sosok yang dapat terkoneksi dengan mereka hingga ke level personal dan mengerti akan kesulitan yang dihadapi

5. Approachable (pendekatan)

Sebagai leader, Anda harus membuka seluruh jalur komunikasi yang ada agar pekerja dapat dengan mudah berdiskusi dengan pemimpinnya. Leader juga harus memiliki sifat dan karakteristik yang mau mendengar masukan dari pekerja.

Jangan lupa, berikan juga feedback kepada pekerja setiap mereka meminta saran.

6. Inspirational (menginspirasi)

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengerti akan situasi yang harus dilewati pekerjanya dan mampu memberikan motivasi kepada mereka.

Motivasi ini akan berguna untuk mendukung pekerja dalam melewati tantangan yang ada di depan dan memberikan kemampuan terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pemimpin harus dapat engaged dengan pekerjanya dan menginspirasi pekerjanya agar bisa menghasilkan performa terbaik mereka.

Jadi pemimpin yang efektif harus dimulai dengan mengubah cara berpikir dan mulai mempraktekkan sifat dan karakteristik ini dalam kegiatan sehari-hari. Seorang pemimpin harus dapat mendefinisikan kembali tugas dan tanggung jawabnya serta dapat mempertimbangkan apa yang terbaik untuk tim, departemen, atau bahkan perusahaan.

Tujuan dari pengembangan sifat dan karakteristik ini agar manajemen leader dan HR leader dapat proaktif dengan pekerjaannya dan menemukan cara untuk memberi kontribusi yang nyata secara bermakna.

CTA

Artikel dilansir dari Indeed, Vantage Circle, dan Notre Dame.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

6 Sifat untuk Jadi Pemimpin Terbaik di Situasi Sulit

January 20, 2021

Siapa sangka tahun 2020 menjadi tahun yang cukup buruk untuk memulai sebuah dekade yang baru? Tahun 2020 benar-benar menguji manusia untuk bertahan, beradaptasi dengan cepat, dan bersabar dalam menghadapi segala tantangan dan kesulitan yang menghadang. Tahun 2020 juga memiliki dampak yang cukup signifikan bagi perusahaan-perusahaan yang ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bagi para manajemen leader maupun HR leader, tahun 2020 tidak diragukan lagi, menjadi tahun yang sulit untuk dikelola dan diarahkan serta ditebak.

Namun, tentu saja, seperti kata pepatah, “There always sunshine behind the rain”. Semua tantangan dan kesulitan yang ada di tahun 2020 menempa setiap orang, termasuk manajemen leader dan HR leader untuk menjadi seseorang yang lebih tangguh dan mendapatkan nilai-nilai baru untuk diterapkan dan kembali survive di tahun 2021.

Budaya kerja di tahun 2021 diprediksi akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kerja jarak jauh di tengah pandemi dan tuntutan untuk selalu aktif dengan segala protokol kesehatan yang ada, menuntut pemimpin untuk menjadi seorang yang efektif dan memiliki empati yang memahami pekerjanya.

Seorang pemimpin juga diharap cukup tangguh untuk beradaptasi dengan keadaan yang tidak terduga dan siap dengan segala solusinya. Karakteristik tersebut tentu saja dapat dikembangkan dan dipupuk untuk membantu perkuat peran manajemen leader dan HR leader dalam memimpin rekan-rekannya.

Sifat dan karakteristik apa saja yang dibutuhkan seorang manajemen leader dan HR leader untuk mengarungi tahun 2021 dan segala drama yang mungkin akan menyertainya nanti?

  1. Resilience (ketahanan/ketangguhan)

Menjadi tangguh adalah salah satu dari sifat dan karakteristik serta keterampilan dari seorang pemimpin yang dicari dan dibutuhkan sekarang. Perusahaan kini harus bergerak cepat sambil berkembang di tengah kondisi yang tidak menentu.

Tahun 2020 membuktikan bahwa ketahanan menjadi sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dari seorang pemimpin. Dengan sifat dan karakteristik ketahanan, pemimpin siap untuk beradaptasi dan menghadapi segala situasi yang tidak dapat diprediksi. Tanpa resilience, seorang pemimpin sulit untuk bereaksi cepat dalam menghadapi tantangan yang datang secara tiba-tiba.

2. Versatile (serba guna)

Sebagai seorang pemimpin, maka Anda harus bisa mengakomodir seluruh isi tim atau departemen dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh tim atau departemen. Maka versatile alias serba guna ini harus masuk dalam poin sifat dan karakteristik yang penting di tahun 2021.

Gaya kepemimpin ini harus fokus pada relevansi dan terhubungan dengan perubahan kebutuhan pekerja. Pemimpin harus menahan diri dan mulai mencoba belajar melihat segala permasalahan dari sudut pandang pekerjanya. Dengan begitu, pemimpin bisa mengembangkan ide dan pemikiran baru untuk menghadapi situasi yang tidak menentu ini.

3. Decisiveness (pengambilan keputusan)

Ketegasan dan cepat dalam mengambil keputusan merupakan kemampuan yang penting, namun jarang dibicarakan--apalagi di saat-saat krisis seperti sekarang.

Pemimpin harus memiliki kemampuan untuk tegas dan mampu mengambil keputusan dengan cepat dan akurat di situasi ekstrim. Kemampuan untuk tenang dan berpikir jernih di bawah tekanan juga dicari dalam diri seorang pemimpin sekarang.

4. Compassion (belas kasih)

Dampak negatif dari pandemi bukan hanya dari sisi fisik, namun juga psikologi.

Sebagai pemimpin, Anda dituntut untuk memiliki tingkat empati tinggi dan pengertian akan situasi sulit ini. Pekerja membutuhkan sosok yang bisa mengayomi mereka dalam melewati segala tantangan yang ada. Pekerja juga butuh sosok yang dapat terkoneksi dengan mereka hingga ke level personal dan mengerti akan kesulitan yang dihadapi

5. Approachable (pendekatan)

Sebagai leader, Anda harus membuka seluruh jalur komunikasi yang ada agar pekerja dapat dengan mudah berdiskusi dengan pemimpinnya. Leader juga harus memiliki sifat dan karakteristik yang mau mendengar masukan dari pekerja.

Jangan lupa, berikan juga feedback kepada pekerja setiap mereka meminta saran.

6. Inspirational (menginspirasi)

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengerti akan situasi yang harus dilewati pekerjanya dan mampu memberikan motivasi kepada mereka.

Motivasi ini akan berguna untuk mendukung pekerja dalam melewati tantangan yang ada di depan dan memberikan kemampuan terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada. Pemimpin harus dapat engaged dengan pekerjanya dan menginspirasi pekerjanya agar bisa menghasilkan performa terbaik mereka.

Jadi pemimpin yang efektif harus dimulai dengan mengubah cara berpikir dan mulai mempraktekkan sifat dan karakteristik ini dalam kegiatan sehari-hari. Seorang pemimpin harus dapat mendefinisikan kembali tugas dan tanggung jawabnya serta dapat mempertimbangkan apa yang terbaik untuk tim, departemen, atau bahkan perusahaan.

Tujuan dari pengembangan sifat dan karakteristik ini agar manajemen leader dan HR leader dapat proaktif dengan pekerjaannya dan menemukan cara untuk memberi kontribusi yang nyata secara bermakna.

CTA

Artikel dilansir dari Indeed, Vantage Circle, dan Notre Dame.

Written by Stefanny

Categories

Tags