Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

4 Pembagian Skill Penting untuk Ikuti Tren HR Masa Depan

December 17, 2020

Hanya dalam beberapa bulan, pandemi virus COVID-19 mampu mengubah cara manusia hidup dan bekerja. Hingga kini pun, tidak ada satu pun orang di dunia yang tahu kapan masyarakat akan kembali hidup normal dan bekerja seperti sebelum adanya pandemi. Sebagian peneliti mungkin sudah dapat memprediksi dampaknya terhadap aspek-aspek kehidupan, namun kembali lagi, semua hanya sekadar prediksi.

Hal yang paling pasti dan dapat langsung dilakukan adalah mencari cara untuk tetap bisa bertahan dan beradaptasi dengan krisis yang ada sekarang. Perusahaan harus bisa beradaptasi dan bertahan bersama dengan pekerja yang ada, entah dengan melakukan menambah keterampilan pekerja (reskilling) atau mengembangkan keterampilan pekerja (upskilling).

Pada 2017, sebuah survei yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute menganalisis bahwa 14 persen dari seluruh pekerja yang ada di dunia akan membutuhkan pengembangan keterampilan (upskilling) secara total, dan 40 persen pekerja lainnya membutuhkan penambahan keterampilan di pekerjaan yang dimiliki sekarang (reskilling). Setidaknya, 70 persen petinggi perusahaan yang ada di Amerika Serikat dan Eropa mengatakan bahwa mereka butuh menambah keterampilan pekerjanya paling lambat pada tahun 2020.

Menurut survei yang dilakukan oleh LinkedIn 2020 Workplace Learning Report, 99 persen dari 1.675 eksekutif learning and development percaya, jika celah keterampilan pekerja tidak diisi, maka dalam waktu 3 sampai 5 tahun ke depan, perusahaan tidak lagi dapat mengikuti perkembangan inovasi yang pada akhirnya akan berdampak pada tergerusnya perkembangan keuntungan perusahaan.

Selain itu, 57 persen HR mengatakan akan fokus pada mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen, sedangkan 42 persen HR mengatakan akan fokus mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan design thinking kepada para pekerjanya, dan 40 persen lainnya menyatakan akan mengembangkan keterampilan komunikasi untuk pekerjanya.

Terdapat empat area utama, di mana perusahaan harus fokus untuk mengembangkan dan menambah keterampilan pekerjanya demi dapat beradaptasi serta bertahan di tengah kondisi sulit ini:

  1. Memperluas kemampuan untuk mengoperasikan gaya kerja digital

Penggunaan teknologi digital akan semakin masif dalam beberapa waktu ke depan dan menjadi kebutuhan dasar setiap manusia. Begitu pula dengan pekerjaan, teknologi digital akan menjadi keterampilan esensial yang harus dimiliki setiap pekerja. Pembelajaran tentang penggunaan teknologi digital bisa dimulai dari hal mudah, seperti membuat pertemuan via video call dengan klien dan rekan kerja.

Berikan juga pelatihan keterampilan tentang konsep data, pengolahan data, visualisasi data, machine learning, hingga keterampilan menggunakan analytics kepada pekerja.

2. Mengembangkan keterampilan kognitif untuk inovasi

Lingkungan bekerja yang baru akan menimbulkan tantangan tersendiri bagi pekerja. Banyaknya pekerjaan yang dilakukan secara jarak jauh kini mengharuskan setiap pekerja untuk memiliki hak otonomnya sendiri dalam pengambilan keputusan yang sifatnya urgent.. Oleh karenanya, bekali pekerja dengan pelatihan keterampilan kognitif untuk pemecahan masalah, tingkat kreativitas dalam penyelesaian suatu masalah, hingga kemampuan untuk berpikir inovatif.

3. Memperkuat keterampilan sosial dan emosional

Walaupun pekerja sekarang melakukan pekerjaannya secara terpisah dari tempat tinggal mereka masing-masing, namun hubungan erat antar pekerja tetap harus dijaga. Hal ini penting untuk menjaga hubungan pekerja dengan klien, membantu membantu pekerja untuk membuat perubahan, serta mendukung pekerja yang sedang bekerja secara remote.

Pemimpin divisi bersama HR diharapkan dapat mengeratkan tali silaturahmi antar pekerja, meningkatkan keterampilan interpersonal--termasuk empati, lewat berbagai cara. Salah satunya dengan cara komunikasi yang membangun dan berikan tempat bagi pekerja untuk bercerita mengenai keluh-kesah hingga sarannya terhadap pekerjaan.

4. Bangun kemampuan beradaptasi dan ketahanan untuk berkembang

Penting untuk pekerja sekarang agar dapat beradaptasi dengan cepat dan mudah di tengah kondisi yang masih tidak menentu. Agar area ini dapat tercapai sepenuhnya oleh pekerja, HR dan leader harus bisa memberikan dukungan kepada pekerja untuk membangun keterampilan self-awareness, keterampilan untuk mandiri, serta keterampilan untuk percaya akan kemampuan diri mereka sendiri.

Selain itu, HR dan leader juga dapat mengajarkan kepada pekerja keterampilan bertahan lewat manajemen waktu, pengetahuan akan pembatasan diri, serta kesehatan mental mereka.

Keempat area tersebut dapat digunakan oleh HR dan pemimpin perusahaan untuk dapat memastikan roda bisnis dapat terus berjalan dalam kondisi dan situasi apapun. Selain itu, keempat poin ini dapat juga digunakan sebagai strategi dasar agar perusahaan dapat bangkit dari krisis yang diakibatkan pandemi atau bencana yang tidak terukur lainnya.

Kesuksesan sebuah perusahaan tidak hanya bergantung pada kepemimpinannya, namun juga pekerja yang ada di dalamnya. Jadi, pastikan pekerja yang ada memiliki keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan untuk bertahan.

CTA

Artikel ini dilansir dari McKinsey, IBM, dan LinkedIn.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

4 Pembagian Skill Penting untuk Ikuti Tren HR Masa Depan

December 17, 2020

Hanya dalam beberapa bulan, pandemi virus COVID-19 mampu mengubah cara manusia hidup dan bekerja. Hingga kini pun, tidak ada satu pun orang di dunia yang tahu kapan masyarakat akan kembali hidup normal dan bekerja seperti sebelum adanya pandemi. Sebagian peneliti mungkin sudah dapat memprediksi dampaknya terhadap aspek-aspek kehidupan, namun kembali lagi, semua hanya sekadar prediksi.

Hal yang paling pasti dan dapat langsung dilakukan adalah mencari cara untuk tetap bisa bertahan dan beradaptasi dengan krisis yang ada sekarang. Perusahaan harus bisa beradaptasi dan bertahan bersama dengan pekerja yang ada, entah dengan melakukan menambah keterampilan pekerja (reskilling) atau mengembangkan keterampilan pekerja (upskilling).

Pada 2017, sebuah survei yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute menganalisis bahwa 14 persen dari seluruh pekerja yang ada di dunia akan membutuhkan pengembangan keterampilan (upskilling) secara total, dan 40 persen pekerja lainnya membutuhkan penambahan keterampilan di pekerjaan yang dimiliki sekarang (reskilling). Setidaknya, 70 persen petinggi perusahaan yang ada di Amerika Serikat dan Eropa mengatakan bahwa mereka butuh menambah keterampilan pekerjanya paling lambat pada tahun 2020.

Menurut survei yang dilakukan oleh LinkedIn 2020 Workplace Learning Report, 99 persen dari 1.675 eksekutif learning and development percaya, jika celah keterampilan pekerja tidak diisi, maka dalam waktu 3 sampai 5 tahun ke depan, perusahaan tidak lagi dapat mengikuti perkembangan inovasi yang pada akhirnya akan berdampak pada tergerusnya perkembangan keuntungan perusahaan.

Selain itu, 57 persen HR mengatakan akan fokus pada mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen, sedangkan 42 persen HR mengatakan akan fokus mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan design thinking kepada para pekerjanya, dan 40 persen lainnya menyatakan akan mengembangkan keterampilan komunikasi untuk pekerjanya.

Terdapat empat area utama, di mana perusahaan harus fokus untuk mengembangkan dan menambah keterampilan pekerjanya demi dapat beradaptasi serta bertahan di tengah kondisi sulit ini:

  1. Memperluas kemampuan untuk mengoperasikan gaya kerja digital

Penggunaan teknologi digital akan semakin masif dalam beberapa waktu ke depan dan menjadi kebutuhan dasar setiap manusia. Begitu pula dengan pekerjaan, teknologi digital akan menjadi keterampilan esensial yang harus dimiliki setiap pekerja. Pembelajaran tentang penggunaan teknologi digital bisa dimulai dari hal mudah, seperti membuat pertemuan via video call dengan klien dan rekan kerja.

Berikan juga pelatihan keterampilan tentang konsep data, pengolahan data, visualisasi data, machine learning, hingga keterampilan menggunakan analytics kepada pekerja.

2. Mengembangkan keterampilan kognitif untuk inovasi

Lingkungan bekerja yang baru akan menimbulkan tantangan tersendiri bagi pekerja. Banyaknya pekerjaan yang dilakukan secara jarak jauh kini mengharuskan setiap pekerja untuk memiliki hak otonomnya sendiri dalam pengambilan keputusan yang sifatnya urgent.. Oleh karenanya, bekali pekerja dengan pelatihan keterampilan kognitif untuk pemecahan masalah, tingkat kreativitas dalam penyelesaian suatu masalah, hingga kemampuan untuk berpikir inovatif.

3. Memperkuat keterampilan sosial dan emosional

Walaupun pekerja sekarang melakukan pekerjaannya secara terpisah dari tempat tinggal mereka masing-masing, namun hubungan erat antar pekerja tetap harus dijaga. Hal ini penting untuk menjaga hubungan pekerja dengan klien, membantu membantu pekerja untuk membuat perubahan, serta mendukung pekerja yang sedang bekerja secara remote.

Pemimpin divisi bersama HR diharapkan dapat mengeratkan tali silaturahmi antar pekerja, meningkatkan keterampilan interpersonal--termasuk empati, lewat berbagai cara. Salah satunya dengan cara komunikasi yang membangun dan berikan tempat bagi pekerja untuk bercerita mengenai keluh-kesah hingga sarannya terhadap pekerjaan.

4. Bangun kemampuan beradaptasi dan ketahanan untuk berkembang

Penting untuk pekerja sekarang agar dapat beradaptasi dengan cepat dan mudah di tengah kondisi yang masih tidak menentu. Agar area ini dapat tercapai sepenuhnya oleh pekerja, HR dan leader harus bisa memberikan dukungan kepada pekerja untuk membangun keterampilan self-awareness, keterampilan untuk mandiri, serta keterampilan untuk percaya akan kemampuan diri mereka sendiri.

Selain itu, HR dan leader juga dapat mengajarkan kepada pekerja keterampilan bertahan lewat manajemen waktu, pengetahuan akan pembatasan diri, serta kesehatan mental mereka.

Keempat area tersebut dapat digunakan oleh HR dan pemimpin perusahaan untuk dapat memastikan roda bisnis dapat terus berjalan dalam kondisi dan situasi apapun. Selain itu, keempat poin ini dapat juga digunakan sebagai strategi dasar agar perusahaan dapat bangkit dari krisis yang diakibatkan pandemi atau bencana yang tidak terukur lainnya.

Kesuksesan sebuah perusahaan tidak hanya bergantung pada kepemimpinannya, namun juga pekerja yang ada di dalamnya. Jadi, pastikan pekerja yang ada memiliki keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan untuk bertahan.

CTA

Artikel ini dilansir dari McKinsey, IBM, dan LinkedIn.

Written by Stefanny

Categories

Tags