Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

6 Langkah Penting Bangun Budaya Kerja Positif

November 23, 2020

Sama seperti ketika ingin membangun keluarga, dalam membangun usaha diperlukan visi dan misi kuat yang akan digunakan sebagai struktur dasar perusahaan dalam mencapai tujuannya. Begitu pula dalam membangun budaya tempat kerja yang bisa mengakar kuat di aktivitas sehari-hari para pekerja. Banyak contoh-contoh perusahaan yang berhasil membangun budaya tempat kerja yang dikenal baik, sebut saja Apple, Google, dan Unilever.

Budaya tempat kerja ini nantinya akan dikenal sebagai persona dari perusahaan Anda. Menurut studi yang baru-baru ini dilakukan oleh Glassdoor, menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki budaya tempat kerja yang kuat, bisa memberikan perusahaan tersebut keuntungan hampir dua kali lipat. Glassdoor juga mengatakan bahwa tahun 2020 bisa menjadi awal dari penerapan budaya tempat kerja di perusahaan secara massal.

Sebenarnya, setiap perusahaan yang memiliki pekerja pasti juga memiliki budaya tempat kerja, baik by default ataupun by design. Namun, tidak ada budaya tempat kerja yang sukses jika pekerjanya tidak menjalankannya dan dikembangkan ke arah yang lebih baik dan positif terus menerus.

Perusahaan teknologi Apple misalnya. Mantan CEO sekaligus pendiri Apple, Steve Jobs pernah mengatakan bahwa Apple dibangun atas dasar budaya tempat kerja adhocracy sejak pertama kali didirikan. Apple mengedepankan kolaborasi antar individu yang memiliki ide dan pandangan yang berbeda akan satu sama lain. Mereka juga diwajibkan untuk menghormati pandangan dan ide yang berbeda tersebut. Selain itu, mereka juga memiliki visi dan misi yang sama dengan perusahaan dan bekerja sama untuk menjadikan Apple sebagai perusahaan nomor satu dalam bidang teknologi dunia.

Langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk membangun budaya tempat kerja yang kuat dan berpengaruh positif terhadap perusahaan?

  1. Mulai dari pondasi yang kuat

Ketika memutuskan untuk membuat dan menanamkan budaya tempat kerja, pastikan budaya tersebut memiliki prinsip yang nantinya akan menjadi pondasi kuat yang dipegang secara bersama oleh pekerja. Ajak pekerja untuk sama-sama membuat prinsip budaya tempat kerja yang kuat dan bisa diamalkan oleh semua level di perusahaan.

2. Perekrutan yang tepat

Pastikan Anda merekrut talent yang juga memiliki visi dan misi serta prinsip yang mirip atau bahkan sama dengan pandangan serta prinsip yang dimiliki oleh perusahaan. Pastikan juga, talent yang Anda rekrut dapat terus mengamalkan prinsip serta pandangan yang sama dengan perusahaan secara berkesinambungan.

3. Pandangan yang sama

Membangun budaya tempat kerja dibutuhkan strategi dan tujuan yang tepat. Setelah Anda memiliki pekerja yang dapat mendukung prinsip dan pandangan perusahaan, Anda juga harus memastikan bahwa tujuan yang akan dicapai perusahaan sejalan dengan pandangan dan prinsip yang dimiliki pekerja secara kolektif. Jika tujuan yang ingin dicapai tidak realistis, maka budaya tempat kerja akan sulit untuk diterapkan.

4. Tujuan perusahaan

Untuk apa perusahaan didirikan oleh pendirinya? Apa permasalahan dasar yang menjadi alasan berdirinya perusahaan? Apakah perusahaan benar-benar membantu masyarakat dengan kehadirannya atau melayani masyarakat dengan keberadaannya? Beberapa pertanyaan tersebut memang terdengar sangat menjunjung nilai moral, namun lewat pertanyaan itu, Anda bisa menentukan ke manakah reputasi perusahaan akan dibawa.

5. Kepuasan pekerja

Lakukan survei kepada pekerja untuk mencari tahu seberapa puas mereka bekerja di perusahaan. Survei ini penting dilakukan untuk menganalisa budaya tempat kerja seperti apa yang harus dipertahankan, diperbaiki, atau bahkan dihapuskan dari lingkup pekerja. Semakin puas pekerja, maka semakin baik usaha mereka untuk membawa perusahaan menuju kesuksesan.

6. Hargai pekerja

Pekerja adalah tulang punggung dari perusahaan. Budaya tempat kerja terbentuk sesuai dengan sifat serta perilaku pekerja. Oleh karena itu, penting untuk menjaga retensi mereka. Hargai kinerja para pekerja dengan memberikan mereka apresiasi atas keberhasilan pekerjaan mereka, atau memberi ucapan dan bingkisan ketika mereka ulang tahun. Jangan lupa, selalu dengarkan dan bantu pekerja Anda yang sedang dalam kondisi membutuhkan.

Membangun budaya tempat kerja memang tidak mudah. Namun, jika ada keinginan yang kuat untuk memulai budaya tempat kerja yang sehat ini, Anda bisa memulainya dengan langkah-langkah tersebut. Ketekunan dalam menjalankan budaya tempat kerja pun menjadi kunci suksesnya penerapan budaya tempat kerja di perusahaan.

CTA

Artikel ini dilansir dari Vantage Circle, Forbes, dan LinkedIn

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

6 Langkah Penting Bangun Budaya Kerja Positif

November 23, 2020

Sama seperti ketika ingin membangun keluarga, dalam membangun usaha diperlukan visi dan misi kuat yang akan digunakan sebagai struktur dasar perusahaan dalam mencapai tujuannya. Begitu pula dalam membangun budaya tempat kerja yang bisa mengakar kuat di aktivitas sehari-hari para pekerja. Banyak contoh-contoh perusahaan yang berhasil membangun budaya tempat kerja yang dikenal baik, sebut saja Apple, Google, dan Unilever.

Budaya tempat kerja ini nantinya akan dikenal sebagai persona dari perusahaan Anda. Menurut studi yang baru-baru ini dilakukan oleh Glassdoor, menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki budaya tempat kerja yang kuat, bisa memberikan perusahaan tersebut keuntungan hampir dua kali lipat. Glassdoor juga mengatakan bahwa tahun 2020 bisa menjadi awal dari penerapan budaya tempat kerja di perusahaan secara massal.

Sebenarnya, setiap perusahaan yang memiliki pekerja pasti juga memiliki budaya tempat kerja, baik by default ataupun by design. Namun, tidak ada budaya tempat kerja yang sukses jika pekerjanya tidak menjalankannya dan dikembangkan ke arah yang lebih baik dan positif terus menerus.

Perusahaan teknologi Apple misalnya. Mantan CEO sekaligus pendiri Apple, Steve Jobs pernah mengatakan bahwa Apple dibangun atas dasar budaya tempat kerja adhocracy sejak pertama kali didirikan. Apple mengedepankan kolaborasi antar individu yang memiliki ide dan pandangan yang berbeda akan satu sama lain. Mereka juga diwajibkan untuk menghormati pandangan dan ide yang berbeda tersebut. Selain itu, mereka juga memiliki visi dan misi yang sama dengan perusahaan dan bekerja sama untuk menjadikan Apple sebagai perusahaan nomor satu dalam bidang teknologi dunia.

Langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk membangun budaya tempat kerja yang kuat dan berpengaruh positif terhadap perusahaan?

  1. Mulai dari pondasi yang kuat

Ketika memutuskan untuk membuat dan menanamkan budaya tempat kerja, pastikan budaya tersebut memiliki prinsip yang nantinya akan menjadi pondasi kuat yang dipegang secara bersama oleh pekerja. Ajak pekerja untuk sama-sama membuat prinsip budaya tempat kerja yang kuat dan bisa diamalkan oleh semua level di perusahaan.

2. Perekrutan yang tepat

Pastikan Anda merekrut talent yang juga memiliki visi dan misi serta prinsip yang mirip atau bahkan sama dengan pandangan serta prinsip yang dimiliki oleh perusahaan. Pastikan juga, talent yang Anda rekrut dapat terus mengamalkan prinsip serta pandangan yang sama dengan perusahaan secara berkesinambungan.

3. Pandangan yang sama

Membangun budaya tempat kerja dibutuhkan strategi dan tujuan yang tepat. Setelah Anda memiliki pekerja yang dapat mendukung prinsip dan pandangan perusahaan, Anda juga harus memastikan bahwa tujuan yang akan dicapai perusahaan sejalan dengan pandangan dan prinsip yang dimiliki pekerja secara kolektif. Jika tujuan yang ingin dicapai tidak realistis, maka budaya tempat kerja akan sulit untuk diterapkan.

4. Tujuan perusahaan

Untuk apa perusahaan didirikan oleh pendirinya? Apa permasalahan dasar yang menjadi alasan berdirinya perusahaan? Apakah perusahaan benar-benar membantu masyarakat dengan kehadirannya atau melayani masyarakat dengan keberadaannya? Beberapa pertanyaan tersebut memang terdengar sangat menjunjung nilai moral, namun lewat pertanyaan itu, Anda bisa menentukan ke manakah reputasi perusahaan akan dibawa.

5. Kepuasan pekerja

Lakukan survei kepada pekerja untuk mencari tahu seberapa puas mereka bekerja di perusahaan. Survei ini penting dilakukan untuk menganalisa budaya tempat kerja seperti apa yang harus dipertahankan, diperbaiki, atau bahkan dihapuskan dari lingkup pekerja. Semakin puas pekerja, maka semakin baik usaha mereka untuk membawa perusahaan menuju kesuksesan.

6. Hargai pekerja

Pekerja adalah tulang punggung dari perusahaan. Budaya tempat kerja terbentuk sesuai dengan sifat serta perilaku pekerja. Oleh karena itu, penting untuk menjaga retensi mereka. Hargai kinerja para pekerja dengan memberikan mereka apresiasi atas keberhasilan pekerjaan mereka, atau memberi ucapan dan bingkisan ketika mereka ulang tahun. Jangan lupa, selalu dengarkan dan bantu pekerja Anda yang sedang dalam kondisi membutuhkan.

Membangun budaya tempat kerja memang tidak mudah. Namun, jika ada keinginan yang kuat untuk memulai budaya tempat kerja yang sehat ini, Anda bisa memulainya dengan langkah-langkah tersebut. Ketekunan dalam menjalankan budaya tempat kerja pun menjadi kunci suksesnya penerapan budaya tempat kerja di perusahaan.

CTA

Artikel ini dilansir dari Vantage Circle, Forbes, dan LinkedIn

Written by Stefanny

Categories

Tags