Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Management

Tips Efektif Dalam Membangun Candidate Experience yang Positif

March 12, 2020

Apa itu Candidate Experience? Buzzword popular ini sebenarnya adalah salah satu faktor terpenting dalam proses rekrutmen. Pengalaman kandidat yang dihadirkan oleh rekruter selama proses rekrutmen mempengaruhi kandidat dalam membuat keputusan untuk menerima tawaran pekerjaan Anda ketika mereka berhasil sampai ke tahap offering atau melamar di perusahaan Anda lagi di kesempatan lain ketika mereka gagal.

Ketika kandidat mendapatkan experience yang positif ketika menjalani proses rekrutmen di perusahaan Anda, biasanya kandidat akan merekomendasikan perusahaan Anda dan membagikan experience positifnya ke orang lain. Candidate experience yang baik akan membantu membangun reputasi perusahaan Anda. Namun sebaliknya, candidate experience yang buruk justru akan membuat membuat perusahaan Anda terlihat buruk dimata kandidat dan kandidat potensial yang belum pernah berinteraksi langsung dengan perusahaan Anda.

Menurut research Kalibrr dalam Kalibrr Insights - Indonesia’s Millennial Recruitment Guide, 55% responden yang memiliki pengalaman kandidat negatif tidak akan merujuk teman atau koleganya yang mungkin merupakan kandidat yang lebih tepat untuk mendaftar di perusahaan tersebut. Sedangkan 58% lainnya yang memiliki pengalaman kandidat negatif akan membagikan pengalaman tersebut ke koneksi personal dan profesionalnya.

EBOOK MILLENNIAL GUIDE

 

Terus melakukan update kepada para kandidat yang mendaftar adalah cara terbaik untuk membangun candidate experience yang baik. Tetapi menyusun candidate experience yang baik dalam proses rekrutmen lebih dari itu, karena hal ini melibatkan perubahan pola pikir yang berfokus terhadap waktu para kandidat dan merancang candidate experience menjadi lebih positif dan sesederhana mungkin.

Berikut ini adalah beberapa tips jitu untuk meningkatkan candidate experience pada setiap tahap proses perekrutan:

1. Pastikan Anda merekrut untuk benar-benar memenuhi kebutuhan perusahaan saat ini

Disorganisasi menghasilkan candidate experience yang buruk. Organisasi dan planning yang baik akan menghasilkan candidate experience yang baik juga. Menjadi terorganisir dengan baik dapat dimulai dengan merencanakan strategi perekrutan Anda, dan mengidentifikasi posisi yang perlu diisi, serta siapa yang paling cocok untuk mengisi posisi tersebut.

Analisis keterampilan yang paling dibutuhkan terlebih dahulu. Dengan begini, Anda dapat mengidentifikasikan jenis keterampilan seperti apa yang paling dibutuhkan untuk mengisi kekosongan di tim Anda, sehingga tim Anda dapat berkembang dengan lebih baik. Seringkali, analisis keterampilan ini justru dapat membantu perusahaan menemukan fakta bahwa mereka dapat melatih karyawan yang sudah ada, dibandingkan harus merekrut karyawan baru.

2. Menuliskan job description secara jelas dan detail

Gunakan bahasa yang sederhana, meskipun para kandidat mengetahui istilah-istilah keren baru, tetap usahakan untuk menggunakan bahasa universal yang mudah dimengerti oleh para kandidat. Yang terpenting adalah, membuat deskripsi pekerjaan dengan jelas dan detail agar kandidat tidak bingung ketika mereka membaca lowongan pekerjaan yang sedang ditawarkan.

Selain detail, jangan lupa untuk membuat daftar “must-have” atau persyaratan yang harus dimiliki oleh kandidat ketika ingin mendaftar di pekerjaan tersebut. Tetapi, cobalah untuk menghindari bias dengan tidak mencantumkan persyaratan yang terlalu memberatkan ke satu pihak misalnya yang berhubungan dengan gender, suku, ras, agama, dan lainnya.

Pastikan Anda juga menginformasikan dengan jelas terkait proses rekrutmen sehingga kandidat dapat mengantisipasi beberapa hal yang menjadi kebutuhan kandidat dalam berkarir. Berikan juga informasi terkait berapa lama proses akan berlanjut dari setiap proses rekrutmen yang ada.

buat job description

 

3. Buatlah kemudahan untuk kandidat mendaftar

Satu hal yang penting namun belum begitu banyak disadari adalah Anda harus membuat halaman karier Anda mudah ditemukan oleh kandidat. Halaman karir biasanya sering dibuat tidak mudah diakses karena posisinya yang cenderung tersembunyi. Hal ini akan membuat kandidat menjadi kebingungan ketika mereka ingin mencari halaman karier di website perusahaan Anda.

Untuk lebih mudahnya, Anda bisa mencoba memasarkan lowongan pekerjaan yang sedang dibutuhkan ke job portal seperti Kalibrr. Dengan kemudahan dan fitur-fitur yang ditawarkan oleh Kalibrr, kandidat tidak akan merasa bingung ketika ingin mendaftarkan lowongan ke perusahaan Anda. Selain itu, kandidat bisa dengan mudah memberikan pesan untuk engage dengan perusahaan melalui fitur messages. Dengan begitu, akan lebih mudah membangun candidate experience untuk kandidat yang mendaftar.

4. Terus lakukan Follow-Up!

Ketika lamaran sudah diterima, tim rekruter mungkin memang akan memiliki sedikit waktu yang hectic untuk menyaring lamaran tersebut, namun sangat penting untuk tim rekruter agar terus melakukan follow-up tentang kelanjutan lamaran yang diajukan oleh di kandidat. Hal ini sangat penting untuk membangun candidate experience, karena rata-rata kandidat yang mengalami candidate experience yang buruk adalah kandidat yang memiliki pengalaman di-ghosting oleh perusahaan setelah mengirimkan lamaran di perusahaan tersebut.

Follow-up disini berarti terus memberikan notifikasi untuk kandidat dari awal proses rekrutmen hingga akhir. Hindari ghosting atau tidak memberikan informasi apa pun kepada kandidat, meskipun kandidat tersebut tidak berhasil lolos ke tahap selanjutnya. Faktanya, kandidat justru lebih suka ketika terus diberikan update, meskipun updatenya memberikan hasil yang negatif mengenai lamarannya.

Kemudahan dalam melakukan follow-up, dapat ditemukan di fitur Kalibrr. Rekruter bisa langsung engage dengan kandidat sejak awal proses rekrutmen berlangsung. Selain itu, rekruter dapat membuat template yang bisa digunakan untuk memberikan pesan yang dipersonalisasikan kepada kandidat, sehingga kandidat akan terus mendapatkan informasi mengenai lamaran yang diajukan serta mendapatkan engagement yang terasa lebih personal lagi.

terus lakukan follow up

 

5. Berikan kandidat informasi mendetail untuk interview

Interview merupakan salah satu proses yang cukup menenangkan untuk para kandidat. Namun sebenarnya, justru pada saat interview, kandidat dapat menunjukkan keunggulan-keunggulan dari diri mereka. Proses ini memang salah satu proses yang paling membuat gugup kandidat, bukannya menunjukkan keunggulan, kandidat cenderung jadi blank. Maka dari itu, rekruter perlu memberikan informasi yang mendetail tentang apa saja yang akan dilakukan saat interview.

Hal ini dapat dilakukan dengan memberi tahu siapa saja yang akan ditemui saat interview, hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan ketika datang untuk interview, pakaian seperti apa yang sebaiknya digunakan, dan lainnya. Dengan fitur interview scheduler Kalibrr, rekruter dapat dengan mudah mengatur jadwal interview dengan kandidat, yang nantinya akan terhubung ke Google Calendar dari kandidat. Sehingga kandidat akan mendapatkan reminder dengan mudah.


Itulah tadi beberapa tips efektif untuk membangun candidate experience yang positif, sehingga akan meningkatkan Employer Brand untuk menarik banyak talenta potensial bergabung ke perusahaan Anda. Kalibrr menyediakan fitur-fitur yang mampu membantu Anda untuk menciptakan candidate experience yang baik dari awal proses rekrutmen berlangsung hingga selesai. Dengan mengoptimalkan penggunaan fitur-fitur Kalibrr, bukan hal yang tidak mungkin untuk memberikan good impression kepada kandidat yang mendaftar di perusahaan Anda.

Jadi, tunggu apalagi? Mari bergabung dengan Kalibrr sekarang dan tingkatkan pengalaman kandidat Anda!

CTA

 

Management

Tips Efektif Dalam Membangun Candidate Experience yang Positif

March 12, 2020

Apa itu Candidate Experience? Buzzword popular ini sebenarnya adalah salah satu faktor terpenting dalam proses rekrutmen. Pengalaman kandidat yang dihadirkan oleh rekruter selama proses rekrutmen mempengaruhi kandidat dalam membuat keputusan untuk menerima tawaran pekerjaan Anda ketika mereka berhasil sampai ke tahap offering atau melamar di perusahaan Anda lagi di kesempatan lain ketika mereka gagal.

Ketika kandidat mendapatkan experience yang positif ketika menjalani proses rekrutmen di perusahaan Anda, biasanya kandidat akan merekomendasikan perusahaan Anda dan membagikan experience positifnya ke orang lain. Candidate experience yang baik akan membantu membangun reputasi perusahaan Anda. Namun sebaliknya, candidate experience yang buruk justru akan membuat membuat perusahaan Anda terlihat buruk dimata kandidat dan kandidat potensial yang belum pernah berinteraksi langsung dengan perusahaan Anda.

Menurut research Kalibrr dalam Kalibrr Insights - Indonesia’s Millennial Recruitment Guide, 55% responden yang memiliki pengalaman kandidat negatif tidak akan merujuk teman atau koleganya yang mungkin merupakan kandidat yang lebih tepat untuk mendaftar di perusahaan tersebut. Sedangkan 58% lainnya yang memiliki pengalaman kandidat negatif akan membagikan pengalaman tersebut ke koneksi personal dan profesionalnya.

EBOOK MILLENNIAL GUIDE

 

Terus melakukan update kepada para kandidat yang mendaftar adalah cara terbaik untuk membangun candidate experience yang baik. Tetapi menyusun candidate experience yang baik dalam proses rekrutmen lebih dari itu, karena hal ini melibatkan perubahan pola pikir yang berfokus terhadap waktu para kandidat dan merancang candidate experience menjadi lebih positif dan sesederhana mungkin.

Berikut ini adalah beberapa tips jitu untuk meningkatkan candidate experience pada setiap tahap proses perekrutan:

1. Pastikan Anda merekrut untuk benar-benar memenuhi kebutuhan perusahaan saat ini

Disorganisasi menghasilkan candidate experience yang buruk. Organisasi dan planning yang baik akan menghasilkan candidate experience yang baik juga. Menjadi terorganisir dengan baik dapat dimulai dengan merencanakan strategi perekrutan Anda, dan mengidentifikasi posisi yang perlu diisi, serta siapa yang paling cocok untuk mengisi posisi tersebut.

Analisis keterampilan yang paling dibutuhkan terlebih dahulu. Dengan begini, Anda dapat mengidentifikasikan jenis keterampilan seperti apa yang paling dibutuhkan untuk mengisi kekosongan di tim Anda, sehingga tim Anda dapat berkembang dengan lebih baik. Seringkali, analisis keterampilan ini justru dapat membantu perusahaan menemukan fakta bahwa mereka dapat melatih karyawan yang sudah ada, dibandingkan harus merekrut karyawan baru.

2. Menuliskan job description secara jelas dan detail

Gunakan bahasa yang sederhana, meskipun para kandidat mengetahui istilah-istilah keren baru, tetap usahakan untuk menggunakan bahasa universal yang mudah dimengerti oleh para kandidat. Yang terpenting adalah, membuat deskripsi pekerjaan dengan jelas dan detail agar kandidat tidak bingung ketika mereka membaca lowongan pekerjaan yang sedang ditawarkan.

Selain detail, jangan lupa untuk membuat daftar “must-have” atau persyaratan yang harus dimiliki oleh kandidat ketika ingin mendaftar di pekerjaan tersebut. Tetapi, cobalah untuk menghindari bias dengan tidak mencantumkan persyaratan yang terlalu memberatkan ke satu pihak misalnya yang berhubungan dengan gender, suku, ras, agama, dan lainnya.

Pastikan Anda juga menginformasikan dengan jelas terkait proses rekrutmen sehingga kandidat dapat mengantisipasi beberapa hal yang menjadi kebutuhan kandidat dalam berkarir. Berikan juga informasi terkait berapa lama proses akan berlanjut dari setiap proses rekrutmen yang ada.

buat job description

 

3. Buatlah kemudahan untuk kandidat mendaftar

Satu hal yang penting namun belum begitu banyak disadari adalah Anda harus membuat halaman karier Anda mudah ditemukan oleh kandidat. Halaman karir biasanya sering dibuat tidak mudah diakses karena posisinya yang cenderung tersembunyi. Hal ini akan membuat kandidat menjadi kebingungan ketika mereka ingin mencari halaman karier di website perusahaan Anda.

Untuk lebih mudahnya, Anda bisa mencoba memasarkan lowongan pekerjaan yang sedang dibutuhkan ke job portal seperti Kalibrr. Dengan kemudahan dan fitur-fitur yang ditawarkan oleh Kalibrr, kandidat tidak akan merasa bingung ketika ingin mendaftarkan lowongan ke perusahaan Anda. Selain itu, kandidat bisa dengan mudah memberikan pesan untuk engage dengan perusahaan melalui fitur messages. Dengan begitu, akan lebih mudah membangun candidate experience untuk kandidat yang mendaftar.

4. Terus lakukan Follow-Up!

Ketika lamaran sudah diterima, tim rekruter mungkin memang akan memiliki sedikit waktu yang hectic untuk menyaring lamaran tersebut, namun sangat penting untuk tim rekruter agar terus melakukan follow-up tentang kelanjutan lamaran yang diajukan oleh di kandidat. Hal ini sangat penting untuk membangun candidate experience, karena rata-rata kandidat yang mengalami candidate experience yang buruk adalah kandidat yang memiliki pengalaman di-ghosting oleh perusahaan setelah mengirimkan lamaran di perusahaan tersebut.

Follow-up disini berarti terus memberikan notifikasi untuk kandidat dari awal proses rekrutmen hingga akhir. Hindari ghosting atau tidak memberikan informasi apa pun kepada kandidat, meskipun kandidat tersebut tidak berhasil lolos ke tahap selanjutnya. Faktanya, kandidat justru lebih suka ketika terus diberikan update, meskipun updatenya memberikan hasil yang negatif mengenai lamarannya.

Kemudahan dalam melakukan follow-up, dapat ditemukan di fitur Kalibrr. Rekruter bisa langsung engage dengan kandidat sejak awal proses rekrutmen berlangsung. Selain itu, rekruter dapat membuat template yang bisa digunakan untuk memberikan pesan yang dipersonalisasikan kepada kandidat, sehingga kandidat akan terus mendapatkan informasi mengenai lamaran yang diajukan serta mendapatkan engagement yang terasa lebih personal lagi.

terus lakukan follow up

 

5. Berikan kandidat informasi mendetail untuk interview

Interview merupakan salah satu proses yang cukup menenangkan untuk para kandidat. Namun sebenarnya, justru pada saat interview, kandidat dapat menunjukkan keunggulan-keunggulan dari diri mereka. Proses ini memang salah satu proses yang paling membuat gugup kandidat, bukannya menunjukkan keunggulan, kandidat cenderung jadi blank. Maka dari itu, rekruter perlu memberikan informasi yang mendetail tentang apa saja yang akan dilakukan saat interview.

Hal ini dapat dilakukan dengan memberi tahu siapa saja yang akan ditemui saat interview, hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan ketika datang untuk interview, pakaian seperti apa yang sebaiknya digunakan, dan lainnya. Dengan fitur interview scheduler Kalibrr, rekruter dapat dengan mudah mengatur jadwal interview dengan kandidat, yang nantinya akan terhubung ke Google Calendar dari kandidat. Sehingga kandidat akan mendapatkan reminder dengan mudah.


Itulah tadi beberapa tips efektif untuk membangun candidate experience yang positif, sehingga akan meningkatkan Employer Brand untuk menarik banyak talenta potensial bergabung ke perusahaan Anda. Kalibrr menyediakan fitur-fitur yang mampu membantu Anda untuk menciptakan candidate experience yang baik dari awal proses rekrutmen berlangsung hingga selesai. Dengan mengoptimalkan penggunaan fitur-fitur Kalibrr, bukan hal yang tidak mungkin untuk memberikan good impression kepada kandidat yang mendaftar di perusahaan Anda.

Jadi, tunggu apalagi? Mari bergabung dengan Kalibrr sekarang dan tingkatkan pengalaman kandidat Anda!

CTA

 

Categories

Tags