Skip to main content
mandiri
Kalibrr Indonesia

Bank Mandiri What The Hack! Hackathon - Untuk Future Banking Indonesia yang Lebih Maju

By Tanisha Harahap on August 5, 2019

Di bulan Juli lalu, Bank Mandiri bersama Kalibrr menyukseskan perhelatan hackathon Bank Mandiri What The Hack! pada tanggal 18-21 Juli 2019. Bank Mandiri terus mewujudkan komitmennya dalam menghadirkan future banking di Indonesia melalui kompetisi hackathon Bank Mandiri What The Hack! Pentingnya inovasi pada sektor finansial ini didasari pada perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin mobile dan digital, khususnya dalam hal perbankan

Melalui kompetisi ini, Bank Mandiri menyediakan ruang bagi 150 profesional muda dan pemimpin masa depan bangsa untuk berkreasi dengan ide-ide inovatifnya demi memajukan modernisasi perbankan dalam negeri. Kompetisi ini menggali kemampuan para profesional muda dalam merancang aplikasi mobile dan membuat strategi komunikasi yang tentunya mampu memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat yang digital-savvy.

Future banking adalah lifestyle banking, di mana masyarakat sekarang tidak membutuhkan bank (cabang), akan tetapi yang dibutuhkan adalah pelayanannya. Tidak hanya berbentuk fisik, tapi bagaimana services perbankan ini bisa masuk dalam kehidupan setiap orang. Penting bagi kami untuk mengetahui ide-ide dari luar di mana 150 peserta ini telah menjadi bagian dari pasar tersebut. Harapannya, produk yang Bank Mandiri hasilkan tidak hanya tech savvy tapi juga dapat tertanam dalam lifestyle nasabah kami.” ungkap Muhammad Gumilang selaku Senior Vice President Bank Mandiri.

Para peserta yang terbagi menjadi 50 tim, ditantang untuk dapat menyelesaikan prototipe aplikasi hanya dalam kurun waktu 36 jam. Mereka juga diminta untuk dapat mempresentasikan desain prototipe produk yang telah dibuat kepada para juri yang terdiri dari jajaran pemimpin di Bank Mandiri yang diwakili oleh Senior Vice President Bank Mandiri, Muhammad Gumilang;  Vice President Bank Mandiri, B.D. Budi Prasetyo; Managing Director Kalibrr, Sanuk Tandon; Technology Consulting Lead Accenture, Leonard Nugroho Tjiptohadikusumo; Cloud Solution Architect Microsoft, Irvin Hutagalung; dan Application Development Specialist Redhat, Okky Hendriansyah.

Prototipe aplikasi bertajuk “Mandiri Millennial” atau Mamiles, terpilih menjadi ide terbaik dalam kompetisi ini. Aplikasi yang bertujuan untuk membantu orang tua mengawasi transaksi perbankan anak-anaknya ini dirasa mampu merangkum dan menjadi wujud nyata kemajuan teknologi dalam industri perbankan Indonesia. Rancangan ini dibuat oleh grup yang beranggotakan scrum/project manager Elyn Herlyna, user interface (UI) designer Lafidz Tafara, dan mobile app developer Junaedi Widjojo. Aplikasi prototipe yang digagaskan mampu mencuri perhatian para juri dengan fitur canggihnya seperti parental control, saving, dan platform edukasi bagi anak-anak untuk menabung. Tim ini mampu bersaing dan berhasil menyisihkan lebih dari 5000 peserta yang mendaftar dari seluruh penjuru negeri.

“Kedepannya, tentu kami menantikan kembali adanya ide-ide besar yang tercipta dari para generasi muda dalam membantu meningkatkan inklusi keuangan bangsa dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang ini. Di Microsoft kami melihat keterampilan digital menjadi salah satu kunci untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan saat ini dan di masa yang akan dating yang pada akhirnya akan membuka pintu untuk peluang ekonomi yang lebih besar,” ungkap Senior Cloud Solution Architect Microsoft, Irving Hutagalung.

“Keterlibatan Microsoft Indonesia dalam acara ini sejalan dengan misi kami untuk memberdayakan masyarakat untuk mencapai lebih (empower people to achieve more) yang salah satunya dapat dicapai melalui pemanfaatan teknologi bagi masyarakat,” ujar Irving.

Okky Hendriansyah selaku Application Development Specialist Redhat, menjelaskan bahwa perbankan harus mampu memberikan pelayanan dan produk perbankan yang tidak terlihat secara fisik. “Ketika perbankan mampu menciptakan produk yang memberikan inovasi kepada masyarakat dalam mempermudah aktivitas perbankan, di situlah keberhasilan inovasi layanan tercapai. Tetapi ketika perbankan mampu menanamkan  layanannya secara tidak sadar pada para pengguna, di situlah future banking telah hadir.” jelas Okky.

Sementara itu, Managing Director, Technology Consulting Lead Accenture, Leonard Nugroho T., menyoroti pentingnya kompetisi hackathon untuk terus memacu kemampuan SDM Indonesia dalam menciptakan produk dan ide. “Menurut saya kompetisi Bank Mandiri What The Hack! Ini sangat baik untuk menggali potensi talenta Indonesia dalam mengembangkan ide inovatif yang sangat perusahaan butuhkan. Mempertimbangkan waktu yang diberikan, sangat luar biasa bagi para peserta dapat memberikan masukan yang fresh dan attractive tentang future banking berdasarkan pengalaman mereka sendiri sebagai customer.” jelasnya.

Bank Mandiri berharap kompetisi seperti ini dapat membantu memberikan inovasi layanan finansial yang tepat guna serta sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia dengan terus mengusung #SpirITMemakmurkanNegeri. Sebagai mitra penyelenggara hackathon ini, Kalibrr berharap kompetisi hackathon ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan terus memunculkan ide-ide brilian untuk masa depan bangsa. Seperti yang diungkapkan oleh Muhamad Gumilang: maju terus untuk hackathon!

Author: Derrel Jeremiah Marvianus

Editor: Andrew Nugraha Patty, Dimas Setiawan, Permata Indwita