Kalibrr

Advice

Professional career advice for professionals
All About Kalibrr

Kalibrr Communities - Februari 2020: Tingkatkan Kemampuan Beradaptasi dengan Teknologi untuk Menarik Top Talent

February 28, 2020

Kemajuan teknologi sudah bukanlah sesuatu yang asing terdengar. Bahkan, istilah 4.0 sudah menjadi buzzword atau topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini. Kemajuan dimana terjadi pemanfaatan teknologi di berbagai industri, tak terkecuali industri human resource. Kemajuan ini pun memiliki dampak yang cukup signifikan di bidang recruitment.

Contoh nyata yang sangat terlihat adalah ketika di zaman dahulu seorang kandidat harus mencetak CV mereka dan memberikannya langsung ke perusahaan lalu rekruter secara manual menyeleksi ratusan CV yang diterimanya, sekarang cara itu sudah bisa dilakukan lebih mudah dimana rekruter dapat memanfaatkan teknologi sehingga proses tersebut dapat dilakukan oleh otomasi sistem.
 
Tentunya, perubahan seperti ini memberikan dampak yang positif, karena lebih memudahkan baik kandidat untuk mendaftar maupun perusahaan untuk merekrut karyawan baru ke perusahaannya. Namun, dengan kemajuan seperti ini, membuat istilah baru muncul yaitu “talent war”, dimana istilah ini mengacu pada jumlah kandidat yang dibutuhkan lebih sedikit daripada lowongan yang ditawarkan.

Kalibrr Indonesia kembali hadir dengan acara rutin yang diselenggarakan dua bulan sekali yaitu Kalibrr Communities, dimana acara ini mengundang para praktisi HR profesional dari berbagai perusahaan. Acara ini hadir sebagai bentuk dukungan Kalibrr kepada dalam membantu pengembangan diri dan leadership kepada HR professional di Jakarta.

Kalibrr Communities kali ini diselenggarakan pada 26 Februari 2020, dengan mengusung tema “Facing Recruitment Evolution: Increasing Agility and Adaptability to Hire High Quality Talents in 2020”. Dua pembicara yaitu Roberto Sontani, Recruitment Management Head, Astra Credit Company dan Imam Ibrahim Amir, Chief of Staff, Halofina bergabung bersama dalam memberikan insight menarik seputar facing recruitment evolution serta berinteraksi dengan peserta dalam sesi tanya jawab.

kalibrr communities

Sama seperti acara Kalibrr Communities sebelumnya, acara dibuka dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh Sanuk Tandon selaku Chief Operation Officer Kalibrr.

Setelah sambutan selesai diberikan, acara dilanjutkan dengan memasuki sharing session yang dipandu oleh Handito Aji Saroso selaku Enterprise Growth Leader. Agenda sharing session bersama dengan dua pembicara ini tentunya memberikan banyak insights menarik seputar HR.

Sharing session pertama dibuka oleh Roberto Sontani, selaku Recruitment Management Head, Astra Credit Company. Roberto memaparkan materi mengenai top talent dan bagaimana candidate experience sangat penting dalam proses rekrutmen. Top talent menurut Roberto yaitu orang-orang yang cocok untuk sebuah perusahaan. Ini semua kembali kepada perusahaannya masing-masing ingin merekrut karyawan yang seperti apa, karena menurut pengalamannya, seseorang dengan IPK tinggi belum tentu cocok untuk bekerja di perusahaannya dan begitu pula sebaliknya.

kalibrr communities

“Jadi gimana sebaiknya kita mencari kandidat untuk perusahaan kita? Yang pertama kita perlu screening profile mereka dulu karena profile selalu identik dengan kompetensi kandidat. Selain itu, kita juga harus tau segmentasinya seperti apa, dan yang terakhir dilihat dari marketnya. Apakah sudah sesuai dengan target perusahaan atau belum”, jelasnya.

Roberto juga menjelaskan bahwa first impression matters, dimana hal ini akan memicu terbentuknya candidate experience yang mengarah ke arah yang positif maupun negatif. Sebuah perusahaan harus berhati-hati dalam memberikan experience kepada para kandidat yang tertarik dengan perusahaannya karena candidate experience bisa menjadi boomerang jika hasilnya kurang baik.

Setelah pembicara pertama selesai memaparkan materinya, acara dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Imam Ibrahim Amir, selaku Chief of Staff Halofina. Sedikit berbeda dengan Roberto, Imam memulai materinya dengan memberikan gambaran singkat tentang perusahaannya yang kemudian dihubungkan dengan materi yang dibawakan.

Imam mengatakan bahwa perkembangan 4.0 bukan semata-mata hanya perkembangan teknologi saja, melainkan juga perkembangan mindset. Selain itu, Imam mengatakan bahwa di dalam suatu perusahaan khususnya startup, harus ada tiga posisi yang memperkuat pondasi di perusahaan tersebut.

kalibrr communities

“Startup membutuhkan tiga posisi yaitu Hustler, Hacker, dan Hipster. Kalau sudah memiliki tiga posisi ini, pasti startup tersebut sudah bisa saling melengkapi. Apa bedanya tiga posisi tersebut? Hustler itu seperti kebanyakan CEO yaitu orang-orang yang menggebu-gebu dan suka memberikan ide baru. Hacker yaitu orang-orang yang suka mengulik banyak hal. Hipster itu anak marketing, yang kerjanya menjual.”, paparnya.

Imam menambahkan, ketika sebuah perusahaan berhasil merekrut talenta yang sangat berkualitas, talenta tersebut akan bisa membantu produktivitas meningkat hingga sebanyak delapan kali.

Setelah kedua pembicara selesai memaparkan materi mereka, acara dilanjutkan dengan dibukanya sesi Q&A. Para rekan-rekan HR yang hadir sore hari itu terlihat sangat antusias dalam memberikan pertanyaan kepada kedua pembicara. Para pembicara juga tampak senang menjawab pertanyaan yang diajukan untuk mereka, mengingat bagaimana pertanyaan tersebut menjadi concern untuk para rekan-rekan HR. Beberapa pertanyaan terbaik kemudian dipilih untuk diberikan hadiah sebagai tanda apresiasi.

kalibrr communities

Berbeda dengan acara Kalibrr Communities sebelumnya, kali ini acara diakhiri dengan Awards bertajuk “Kalibrr’s Company of the Year”, dimana penghargaan ini diberikan kepada tiga perusahaan yang telah berhasil memenuhi tiga kategori yang telah ditetapkan oleh Kalibrr. Untuk tahu lebih lanjut mengenai Kalibrr’s Company of the Year, silahkan klik tautan di bawah ini.

Kalibrr's Company of the Year
 

All About Kalibrr

Kalibrr Communities - Februari 2020: Tingkatkan Kemampuan Beradaptasi dengan Teknologi untuk Menarik Top Talent

February 28, 2020

Kemajuan teknologi sudah bukanlah sesuatu yang asing terdengar. Bahkan, istilah 4.0 sudah menjadi buzzword atau topik yang sedang hangat dibicarakan saat ini. Kemajuan dimana terjadi pemanfaatan teknologi di berbagai industri, tak terkecuali industri human resource. Kemajuan ini pun memiliki dampak yang cukup signifikan di bidang recruitment.

Contoh nyata yang sangat terlihat adalah ketika di zaman dahulu seorang kandidat harus mencetak CV mereka dan memberikannya langsung ke perusahaan lalu rekruter secara manual menyeleksi ratusan CV yang diterimanya, sekarang cara itu sudah bisa dilakukan lebih mudah dimana rekruter dapat memanfaatkan teknologi sehingga proses tersebut dapat dilakukan oleh otomasi sistem.
 
Tentunya, perubahan seperti ini memberikan dampak yang positif, karena lebih memudahkan baik kandidat untuk mendaftar maupun perusahaan untuk merekrut karyawan baru ke perusahaannya. Namun, dengan kemajuan seperti ini, membuat istilah baru muncul yaitu “talent war”, dimana istilah ini mengacu pada jumlah kandidat yang dibutuhkan lebih sedikit daripada lowongan yang ditawarkan.

Kalibrr Indonesia kembali hadir dengan acara rutin yang diselenggarakan dua bulan sekali yaitu Kalibrr Communities, dimana acara ini mengundang para praktisi HR profesional dari berbagai perusahaan. Acara ini hadir sebagai bentuk dukungan Kalibrr kepada dalam membantu pengembangan diri dan leadership kepada HR professional di Jakarta.

Kalibrr Communities kali ini diselenggarakan pada 26 Februari 2020, dengan mengusung tema “Facing Recruitment Evolution: Increasing Agility and Adaptability to Hire High Quality Talents in 2020”. Dua pembicara yaitu Roberto Sontani, Recruitment Management Head, Astra Credit Company dan Imam Ibrahim Amir, Chief of Staff, Halofina bergabung bersama dalam memberikan insight menarik seputar facing recruitment evolution serta berinteraksi dengan peserta dalam sesi tanya jawab.

kalibrr communities

Sama seperti acara Kalibrr Communities sebelumnya, acara dibuka dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh Sanuk Tandon selaku Chief Operation Officer Kalibrr.

Setelah sambutan selesai diberikan, acara dilanjutkan dengan memasuki sharing session yang dipandu oleh Handito Aji Saroso selaku Enterprise Growth Leader. Agenda sharing session bersama dengan dua pembicara ini tentunya memberikan banyak insights menarik seputar HR.

Sharing session pertama dibuka oleh Roberto Sontani, selaku Recruitment Management Head, Astra Credit Company. Roberto memaparkan materi mengenai top talent dan bagaimana candidate experience sangat penting dalam proses rekrutmen. Top talent menurut Roberto yaitu orang-orang yang cocok untuk sebuah perusahaan. Ini semua kembali kepada perusahaannya masing-masing ingin merekrut karyawan yang seperti apa, karena menurut pengalamannya, seseorang dengan IPK tinggi belum tentu cocok untuk bekerja di perusahaannya dan begitu pula sebaliknya.

kalibrr communities

“Jadi gimana sebaiknya kita mencari kandidat untuk perusahaan kita? Yang pertama kita perlu screening profile mereka dulu karena profile selalu identik dengan kompetensi kandidat. Selain itu, kita juga harus tau segmentasinya seperti apa, dan yang terakhir dilihat dari marketnya. Apakah sudah sesuai dengan target perusahaan atau belum”, jelasnya.

Roberto juga menjelaskan bahwa first impression matters, dimana hal ini akan memicu terbentuknya candidate experience yang mengarah ke arah yang positif maupun negatif. Sebuah perusahaan harus berhati-hati dalam memberikan experience kepada para kandidat yang tertarik dengan perusahaannya karena candidate experience bisa menjadi boomerang jika hasilnya kurang baik.

Setelah pembicara pertama selesai memaparkan materinya, acara dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Imam Ibrahim Amir, selaku Chief of Staff Halofina. Sedikit berbeda dengan Roberto, Imam memulai materinya dengan memberikan gambaran singkat tentang perusahaannya yang kemudian dihubungkan dengan materi yang dibawakan.

Imam mengatakan bahwa perkembangan 4.0 bukan semata-mata hanya perkembangan teknologi saja, melainkan juga perkembangan mindset. Selain itu, Imam mengatakan bahwa di dalam suatu perusahaan khususnya startup, harus ada tiga posisi yang memperkuat pondasi di perusahaan tersebut.

kalibrr communities

“Startup membutuhkan tiga posisi yaitu Hustler, Hacker, dan Hipster. Kalau sudah memiliki tiga posisi ini, pasti startup tersebut sudah bisa saling melengkapi. Apa bedanya tiga posisi tersebut? Hustler itu seperti kebanyakan CEO yaitu orang-orang yang menggebu-gebu dan suka memberikan ide baru. Hacker yaitu orang-orang yang suka mengulik banyak hal. Hipster itu anak marketing, yang kerjanya menjual.”, paparnya.

Imam menambahkan, ketika sebuah perusahaan berhasil merekrut talenta yang sangat berkualitas, talenta tersebut akan bisa membantu produktivitas meningkat hingga sebanyak delapan kali.

Setelah kedua pembicara selesai memaparkan materi mereka, acara dilanjutkan dengan dibukanya sesi Q&A. Para rekan-rekan HR yang hadir sore hari itu terlihat sangat antusias dalam memberikan pertanyaan kepada kedua pembicara. Para pembicara juga tampak senang menjawab pertanyaan yang diajukan untuk mereka, mengingat bagaimana pertanyaan tersebut menjadi concern untuk para rekan-rekan HR. Beberapa pertanyaan terbaik kemudian dipilih untuk diberikan hadiah sebagai tanda apresiasi.

kalibrr communities

Berbeda dengan acara Kalibrr Communities sebelumnya, kali ini acara diakhiri dengan Awards bertajuk “Kalibrr’s Company of the Year”, dimana penghargaan ini diberikan kepada tiga perusahaan yang telah berhasil memenuhi tiga kategori yang telah ditetapkan oleh Kalibrr. Untuk tahu lebih lanjut mengenai Kalibrr’s Company of the Year, silahkan klik tautan di bawah ini.

Kalibrr's Company of the Year
 

Categories

Tags