Skip to main content
  • selective

    Seleksi Kandidat, Selektif atau Tidak Realistis?

    Recruiter manakah yang tidak pernah menghadapi sulitnya mendapatkan kandidat yang sesuai ekspektasi user? Terlebih lagi jika user cenderung picky dalam memilih kandidat. Berniat awal selektif, user khawatir salah dalam memilih kandidat. Namun, apakah benar hal tersebut karena selektif? Atau justru tidak realistis?
  • interview hacks

    Hindari ‘Salah Rekrut’ Dengan Interview Hacks Ini!

    Proses seleksi karyawan tentu saja tidak lepas dari proses interview. Metode interview sejauh ini dinilai sebagai metode yang paling efektif untuk mengamati secara langsung gambaran kecocokan kandidat dengan posisi yang dibutuhkan. Pertanyaannya, apakah proses interview yang dilakukan benar-benar sudah menggali gambaran kandidat secara utuh?
  • blind hiring

    Hal Penting yang Perlu Diketahui Tentang Blind Hiring

    Perusahaan-perusahaan dari berbagai industri telah berusaha untuk meminimalisir, bahkan bertekad menghilangkan terjadinya bias dalam proses rekrutmen dengan mengimplementasikan teknik rekrutmen baru yang dipercaya akan meminimalisir terjadinya bias dalam rekrutmen yang disebut dengan Blind Hiring. Apa itu Blind Hiring?
  • recruitment metrics

    5 Recruitment Metrics yang Akan Mengubah Teknik Hiring Anda

    Untuk menjadi seorang rekruter yang sukses di era digital ini, Anda harus membuat proses rekrutmen berjalan dengan dukungan data. Recruitment metrics hadir untuk mempermudah Anda dalam menyelesaikan proses rekrutmen dengan lebih efektif dan meminimalisir adanya bad hiring.
  • ikigai

    IKIGAI Based Interview, Pernah Coba?

    Terminologi ikigai ini seringkali digunakan untuk menggambarkan ide mengenai kebahagiaan dalam kehidupan di tengah tekanan hidup dan pekerjaan. Ternyata, ikigai bisa diaplikasikan dalam proses PDKT ketika interview. Bahkan, jika melakukan interview berdasarkan ikigai, akan sangat banyak informasi yang dapat digali dan bermanfaat untuk mengenali kandidat secara lebih ‘intim’.
  • tren rekrutmen 2020

    6 Tren Rekrutmen yang Eksis di Tahun 2020

    Ketika sudah memasuki Recruitment 4.0, bukan hanya proses rekrutmen saja yang berubah, tetapi para praktisi HR pun perlu up-to-date untuk bisa mengimbangi perkembangan tersebut. Kira-kira, seberapa siapkah Anda untuk menyambut hal tersebut?
  • crowdsource recruitment

    Crowdsource Recruitment: Aspek Penting dalam Recruitment 4.0

    Perkembangan proses rekrutmen sejalan dengan berkembangnya teknologi, membuat banyak istilah baru dalam proses rekrutmen muncul. Salah satunya adalah istilah “Crowdsourced Recruitment”. Istilah ini muncul berdampingan dengan kemunculan dari Recruitment 4.0. Dapat dikatakan bahwa Crowdsourced Recruitment adalah salah satu langkah rekruter untuk beradaptasi dengan tantangan Recruitment 4.0.
  • merebut hati milenial

    Winning The Love-Hate Relationship With Millennials dan Gen Z Through Interview

    Karakteristik millennials dan gen Z yang tech-savvy, passionate, dan inovatif menjadi bekal yang dibutuhkan perusahaan untuk tetap bersaing dengan pengembangan strategi dan transformasi digital yang masif. Jika sudah begini, love-hate relationship perusahaan dengan millennials dan gen Z tentu tidak bisa dihindari. Lantas, bagaimana sih cara merebut hati para millennials dan gen Z?
  • 00 Candidate Ghosting.jpg

    Awas Kandidat Ghosting!

    Pernahkah Anda menghadapi kandidat yang mundur tanpa kabar dari proses seleksi? Atau bahkan menghilang setelah proses nego gaji dan tidak ada respon ketika dihubungi? Ini yang dinamakan kandidat ghosting! Fenomena ghosting di dunia rekrutmen saat ini bukan hal yang asing lagi. Bahkan, fenomena ini adalah salah satu tantangan rekrutmen ‘kekinian’ yang membawa kerugian bagi perusahaan secara biaya, effort, dan waktu.
  • 00 Revolusi Sistem Perekrutan.jpg

    Pentingnya Merevolusi Sistem Perekrutan Bagi Recruiter Penguasa Masa Depan

    Revolusi Recruitment 4.0 saat ini sedang berlangsung. Dengan bantuan teknologi, proses recruitment dapat ditingkatkan dalam setiap tahapannya tidak hanya membuat lebih cepat namun yang utama adalah menjadikannya lebih efektif yang mampu mengurangi bias dalam proses recruitment.