Skip to main content

Articles by Jovita Jims

  • stalking media sosial

    Stalking Media Sosial Kandidat Saat 'Dating', Apa Faedahnya?

    Jika melihat kembali modern recruitment, adanya media sosial tentu menjadi sebuah benefit bagi recruiter untuk mengumpulkan informasi maupun melakukan verifikasi terkait kandidat yang akan direkrut. Ibarat akan dating dengan calon pasangan, bukankah akan sangat menyenangkan untuk ‘stalking’ media sosial calon pasangan terlebih dahulu?
  • selective

    Seleksi Kandidat, Selektif atau Tidak Realistis?

    Recruiter manakah yang tidak pernah menghadapi sulitnya mendapatkan kandidat yang sesuai ekspektasi user? Terlebih lagi jika user cenderung picky dalam memilih kandidat. Berniat awal selektif, user khawatir salah dalam memilih kandidat. Namun, apakah benar hal tersebut karena selektif? Atau justru tidak realistis?
  • interview hacks

    Hindari ‘Salah Rekrut’ Dengan Interview Hacks Ini!

    Proses seleksi karyawan tentu saja tidak lepas dari proses interview. Metode interview sejauh ini dinilai sebagai metode yang paling efektif untuk mengamati secara langsung gambaran kecocokan kandidat dengan posisi yang dibutuhkan. Pertanyaannya, apakah proses interview yang dilakukan benar-benar sudah menggali gambaran kandidat secara utuh?
  • orang dalam

    Ada Apa dengan “Orang Dalam”?

    Fenomena ‘orang dalam’ seringkali digunjingkan, bahkan mengundang sentimen negatif di antara para jobseeker. Hal ini tentu saja menjadi pengingat pentingnya networking dalam dunia kerja. Lantas, apakah salah jika lolos seleksi dengan bantuan orang dalam? Ada apa dengan ‘orang dalam’?
  • ikigai

    IKIGAI Based Interview, Pernah Coba?

    Terminologi ikigai ini seringkali digunakan untuk menggambarkan ide mengenai kebahagiaan dalam kehidupan di tengah tekanan hidup dan pekerjaan. Ternyata, ikigai bisa diaplikasikan dalam proses PDKT ketika interview. Bahkan, jika melakukan interview berdasarkan ikigai, akan sangat banyak informasi yang dapat digali dan bermanfaat untuk mengenali kandidat secara lebih ‘intim’.
  • ghosting and caspering

    Kenapa Harus Ghosting Kalau Bisa Caspering?

    Sudah bukan rahasia lagi jika saat ini ada banyak keluhan jobseeker yang mengaku menjadi korban ghosting atau yang lebih dikenal dengan istilah PHP (Pemberian Harapan Palsu) oleh Recruiter. Namun, hal seperti ini harus segera diatasi agar kandidat mendapatkan experience yang baik untuk menarik minat mereka terhadap perusahaan Anda.
  • candidate-employer toxic relationship

    Employer-Candidate Toxic Relationship

    Tahukah Anda jika toxic relationship ini ternyata juga berlaku dalam hubungan antara employer dan kandidat? Employer-candidate toxic relationship adalah hubungan tidak sehat yang cenderung memberikan dampak negatif bagi pihak yang terlibat di dalamnya, baik pihak company, maupun kandidat, ditandai dengan salah satu pihak yang cenderung bersikap ‘demanding’ dan ‘agresif’.
  • data driven recruitment

    Antara Recruitment, Data, dan ‘Gut Feeling’

    Pernahkah Anda mengambil keputusan dalam hiring dengan menggunakan ‘gut feeling’? Atau memilih tools sourcing & selection kandidat based on gut feeling, lalu ternyata tidak efektif dalam menjaring top talent? Oleh karena itu, data driven recruitment menjadi salah satu jawaban untuk menghindari seluruh recruitment risk dari gut feeling tersebut.
  • merebut hati milenial

    Winning The Love-Hate Relationship With Millennials dan Gen Z Through Interview

    Karakteristik millennials dan gen Z yang tech-savvy, passionate, dan inovatif menjadi bekal yang dibutuhkan perusahaan untuk tetap bersaing dengan pengembangan strategi dan transformasi digital yang masif. Jika sudah begini, love-hate relationship perusahaan dengan millennials dan gen Z tentu tidak bisa dihindari. Lantas, bagaimana sih cara merebut hati para millennials dan gen Z?
  • 00 Candidate Ghosting.jpg

    Awas Kandidat Ghosting!

    Pernahkah Anda menghadapi kandidat yang mundur tanpa kabar dari proses seleksi? Atau bahkan menghilang setelah proses nego gaji dan tidak ada respon ketika dihubungi? Ini yang dinamakan kandidat ghosting! Fenomena ghosting di dunia rekrutmen saat ini bukan hal yang asing lagi. Bahkan, fenomena ini adalah salah satu tantangan rekrutmen ‘kekinian’ yang membawa kerugian bagi perusahaan secara biaya, effort, dan waktu.