Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

Remote Hiring: Peluang, Hambatan, dan Strategi

January 11, 2022

Sudah separuh jalan memasuki bulan pertama di tahun 2022 dengan situasi pandemi COVID-19 yang masih membayangi. Munculnya varian baru COVID-19 secara berkala memberikan dampak signifikan terhadap bagaimana berbagai perusahaan menjalankan bisnis dan organisasinya, terutama perihal kebijakan metode bekerja karyawannya. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PwC, lebih dari separuh perusahaan di Indonesia telah merencanakan untuk menjalankan bisnisnya secara jarak jauh (remote). Lebih dari itu, nampak perubahan yang nyata pada perilaku pekerja terkait pola pemilihan lingkungan kerja. Menurut penelitian Dell Technology, banyak dari mereka yang memilih untuk menghindari bekerja di luar rumah saat kondisi pandemi —dan tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk keluar dari pekerjaan jika tidak diberi opsi yang fleksibel dalam bekerja (survei EY).

Fenomena ini membuka tren rekrutmen jarak jauh (remote hiring) yang berpotensi besar untuk menjadi standar kedepannya. Jika perusahaan Anda memilih untuk mengikuti tren remote hiring, perlu diingat bahwa tren ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalibrr telah merangkum beberapa pro dan kontra, serta strategi praktis seputar virtual talent acquisition sebagai berikut.

Peluang

Talent pool yang lebih luas. Jumlah pengguna internet dan pencari kerja yang terus bertambah menjadikan saat ini sebagai momen yang paling sesuai untuk menerapkan strategi remote hiring. Memiliki talent pool yang besar adalah sebuah keuntungan bagi rekruter karena tersedia beragam pilihan untuk kandidat yang ideal. Keuntungan ini bisa didapatkan hanya jika unggahan terkait lowongan kerja tersebut juga dibagikan ke berbagai platform untuk menjangkau audiens yang lebih besar.

Efisien dan hemat waktu. Tidak dapat dipungkiri, pekerjaan akan menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi. Meskipun harus mengurus banyak kandidat potensial dalam satu waktu, mengintegrasikan proses rekrutmen dengan teknologi akan menghemat banyak waktu dan tenaga dalam proses screening dan pemilihan kandidat.

Meningkatkan citra perusahaan. Apabila strategi ini berhasil diimplementasikan dengan baik, maka akan tercipta employer branding perusahaan dengan pola kerja fleksibel yang banyak diminati oleh banyak pelamar saat ini. Perusahaan Anda akan dilihat sebagai perusahaan yang terbuka, adaptif dengan perubahan dan tantangan terkini, serta mendukung kemajuan.

Hambatan

Tetap tidak bisa mengalahkan interaksi tatap muka. Salah satu hal yang tidak bisa diamati dengan baik melalui proses rekrutmen jarak jauh adalah perilaku, kemampuan, dan kualifikasi kandidat karena ada saat dimana kandidat perlu mendemonstrasikan keahliannya. Seperti yang dikatakan oleh Peg Buchenroth pada artikelnya di SHRM, lebih mudah untuk membaca bahasa tubuh dan mempelajari kemampuan interpersonal kandidat sewaktu wawancara tatap muka. Selain itu, interaski secara langsung juga menciptakan kesan yang lebih mendalam bagi rekruter dan kandidat.

Hambatan teknologi. Sisi negatif ini meliputi tantangan dari segi manusia maupun teknis yang bisa menginterupsi proses rekrutmen jarak jauh. Sebagai rekruter, Anda ditantang untuk bisa cepat beradaptasi dengan perkembangan dunia HR dan mencari platform terbaik yang dapat mengakomodasi kebutuhan perusahaan. Namun di sisi lain, teknologi pun masih terasa belum mencukupi untuk menyediakan platform yang dapat mendukung setiap tujuan HR. Selain itu, ketersediaan perangkat elektronik yang memadai adalah salah satu tantangan terbesar dalam remote hiring yang harus segera diatasi.

Kemungkinan memberikan citra perusahaan yang kurang tepat. Tiap perusahaan tentu ingin menunjukkan impresi terbaik kepada pelamar. Melakukan wawancara online ternyata susah-susah gampang karena kita bisa terlena dalam konsep “online”. Kita bisa menjadi ceroboh mengenai cara kita berbicara dan mengangkat topik pembicaraan, berpakaian, dan bersikap di depan kamera yang mungkin terlalu kasual.

Strategi

Untuk mengatasi tantangan dan rumitnya sistem berbasis teknologi dalam rekrutmen jarak jauh ini, kami juga memberikan daftar pendekatan yang luar biasa oleh beberapa perusahaan dalam proses rekrutmen jarak jauh yang bisa Anda terapkan.

Tentukan pola rekrutmen secara keseluruhan. Proses rekrutmen ini mungkin terasa sedikit berbeda dari yang tradisional, namun diperlukan beberapa pendekatan yang berbeda, mulai dari mendefinisikan tujuan dan mengadakan wawancara, sampai melakukan onboarding pada karyawan baru. Tugas HR adalah untuk memastikan bahwa seluruh proses jelas dan dipahami dengan mudah oleh seluruh tim.

Pikat kandidat ideal dengan menyusun job description yang tepat. Sebagian besar software rekrutmen telah dilengkapi oleh sistem ATS yang menekankan pada penggunaan kata kunci yang tepat untuk mendapatkan kandidat yang cocok. Sebisa mungkin buat deskripsi pekerjaan yang jelas dan relevan sesuai posisi atau jabatan yang dicari.

Pilih software dan layanan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Misalnya, jika Anda adalah perusahaan Sales & Marketing, Finance, atau IT, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk investasi ke platform rekrutmen dengan database yang besar dan sesuai untuk perusahaan Anda.

Pertimbangkan Employer Branding. Mengelola persepsi publik terhadap jenama perusahaan Anda di dunia maya adalah hal yang krusial jika Anda ingin merekrut dari jarak jauh. Apabila Anda menemui kesulitan dalam memilih di mana dan bagaimana untuk membangun employer branding perusahaan Anda, Kalibrr bisa menjadi mitra yang cakap dalam memberikan solusi terbaik strategi employer branding yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Beralih dari rekrutmen tradisional ke rekrutmen jarak jauh memang menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, para manajer dan praktisi HR harus menaruh perhatian dan fokus yang lebih untuk menemukan solusi digital yang dapat meningkatkan efektivitas proses rekrutmen dan mendukung perusahaan mencapai tujuannya.

Written by Kamilia Pamuji
Kalibrr Indonesia

Remote Hiring: Peluang, Hambatan, dan Strategi

January 11, 2022

Sudah separuh jalan memasuki bulan pertama di tahun 2022 dengan situasi pandemi COVID-19 yang masih membayangi. Munculnya varian baru COVID-19 secara berkala memberikan dampak signifikan terhadap bagaimana berbagai perusahaan menjalankan bisnis dan organisasinya, terutama perihal kebijakan metode bekerja karyawannya. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PwC, lebih dari separuh perusahaan di Indonesia telah merencanakan untuk menjalankan bisnisnya secara jarak jauh (remote). Lebih dari itu, nampak perubahan yang nyata pada perilaku pekerja terkait pola pemilihan lingkungan kerja. Menurut penelitian Dell Technology, banyak dari mereka yang memilih untuk menghindari bekerja di luar rumah saat kondisi pandemi —dan tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk keluar dari pekerjaan jika tidak diberi opsi yang fleksibel dalam bekerja (survei EY).

Fenomena ini membuka tren rekrutmen jarak jauh (remote hiring) yang berpotensi besar untuk menjadi standar kedepannya. Jika perusahaan Anda memilih untuk mengikuti tren remote hiring, perlu diingat bahwa tren ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalibrr telah merangkum beberapa pro dan kontra, serta strategi praktis seputar virtual talent acquisition sebagai berikut.

Peluang

Talent pool yang lebih luas. Jumlah pengguna internet dan pencari kerja yang terus bertambah menjadikan saat ini sebagai momen yang paling sesuai untuk menerapkan strategi remote hiring. Memiliki talent pool yang besar adalah sebuah keuntungan bagi rekruter karena tersedia beragam pilihan untuk kandidat yang ideal. Keuntungan ini bisa didapatkan hanya jika unggahan terkait lowongan kerja tersebut juga dibagikan ke berbagai platform untuk menjangkau audiens yang lebih besar.

Efisien dan hemat waktu. Tidak dapat dipungkiri, pekerjaan akan menjadi lebih mudah dengan adanya teknologi. Meskipun harus mengurus banyak kandidat potensial dalam satu waktu, mengintegrasikan proses rekrutmen dengan teknologi akan menghemat banyak waktu dan tenaga dalam proses screening dan pemilihan kandidat.

Meningkatkan citra perusahaan. Apabila strategi ini berhasil diimplementasikan dengan baik, maka akan tercipta employer branding perusahaan dengan pola kerja fleksibel yang banyak diminati oleh banyak pelamar saat ini. Perusahaan Anda akan dilihat sebagai perusahaan yang terbuka, adaptif dengan perubahan dan tantangan terkini, serta mendukung kemajuan.

Hambatan

Tetap tidak bisa mengalahkan interaksi tatap muka. Salah satu hal yang tidak bisa diamati dengan baik melalui proses rekrutmen jarak jauh adalah perilaku, kemampuan, dan kualifikasi kandidat karena ada saat dimana kandidat perlu mendemonstrasikan keahliannya. Seperti yang dikatakan oleh Peg Buchenroth pada artikelnya di SHRM, lebih mudah untuk membaca bahasa tubuh dan mempelajari kemampuan interpersonal kandidat sewaktu wawancara tatap muka. Selain itu, interaski secara langsung juga menciptakan kesan yang lebih mendalam bagi rekruter dan kandidat.

Hambatan teknologi. Sisi negatif ini meliputi tantangan dari segi manusia maupun teknis yang bisa menginterupsi proses rekrutmen jarak jauh. Sebagai rekruter, Anda ditantang untuk bisa cepat beradaptasi dengan perkembangan dunia HR dan mencari platform terbaik yang dapat mengakomodasi kebutuhan perusahaan. Namun di sisi lain, teknologi pun masih terasa belum mencukupi untuk menyediakan platform yang dapat mendukung setiap tujuan HR. Selain itu, ketersediaan perangkat elektronik yang memadai adalah salah satu tantangan terbesar dalam remote hiring yang harus segera diatasi.

Kemungkinan memberikan citra perusahaan yang kurang tepat. Tiap perusahaan tentu ingin menunjukkan impresi terbaik kepada pelamar. Melakukan wawancara online ternyata susah-susah gampang karena kita bisa terlena dalam konsep “online”. Kita bisa menjadi ceroboh mengenai cara kita berbicara dan mengangkat topik pembicaraan, berpakaian, dan bersikap di depan kamera yang mungkin terlalu kasual.

Strategi

Untuk mengatasi tantangan dan rumitnya sistem berbasis teknologi dalam rekrutmen jarak jauh ini, kami juga memberikan daftar pendekatan yang luar biasa oleh beberapa perusahaan dalam proses rekrutmen jarak jauh yang bisa Anda terapkan.

Tentukan pola rekrutmen secara keseluruhan. Proses rekrutmen ini mungkin terasa sedikit berbeda dari yang tradisional, namun diperlukan beberapa pendekatan yang berbeda, mulai dari mendefinisikan tujuan dan mengadakan wawancara, sampai melakukan onboarding pada karyawan baru. Tugas HR adalah untuk memastikan bahwa seluruh proses jelas dan dipahami dengan mudah oleh seluruh tim.

Pikat kandidat ideal dengan menyusun job description yang tepat. Sebagian besar software rekrutmen telah dilengkapi oleh sistem ATS yang menekankan pada penggunaan kata kunci yang tepat untuk mendapatkan kandidat yang cocok. Sebisa mungkin buat deskripsi pekerjaan yang jelas dan relevan sesuai posisi atau jabatan yang dicari.

Pilih software dan layanan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Misalnya, jika Anda adalah perusahaan Sales & Marketing, Finance, atau IT, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk investasi ke platform rekrutmen dengan database yang besar dan sesuai untuk perusahaan Anda.

Pertimbangkan Employer Branding. Mengelola persepsi publik terhadap jenama perusahaan Anda di dunia maya adalah hal yang krusial jika Anda ingin merekrut dari jarak jauh. Apabila Anda menemui kesulitan dalam memilih di mana dan bagaimana untuk membangun employer branding perusahaan Anda, Kalibrr bisa menjadi mitra yang cakap dalam memberikan solusi terbaik strategi employer branding yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Beralih dari rekrutmen tradisional ke rekrutmen jarak jauh memang menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, para manajer dan praktisi HR harus menaruh perhatian dan fokus yang lebih untuk menemukan solusi digital yang dapat meningkatkan efektivitas proses rekrutmen dan mendukung perusahaan mencapai tujuannya.

Written by Kamilia Pamuji

Categories

Tags