Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

Pentingnya Employee Experience untuk Perusahaan

January 26, 2021

Belum lama ini di jagat media sosial, netizen dihebohkan dengan cerita salah satu entrepreneur yang mengirim pesan singkat mengenai pekerjaan kepada pekerjanya tengah malam. Seketika, netizen Indonesia pun terbagi dalam dua kubu, kubu pro dan kontra. Bagi yang pro, mengatakan bahwa pekerja tersebut dapat membalas pesan tersebut paginya. Bagi yang kontra, mengatakan bahwa tidak etis mengirim pesan singkat kepada pekerja di tengah malam, karena akan menimbulkan pressure kepada pekerjanya.

Entah berada di kubu pro atau kontra di polemik pengiriman pesan singkat tentang pekerjaan di tengah malam, pekerja dan leader harus menyadari pentingnya employee experience atau pengalaman bekerja, yang dialami dan dirasakan pekerja.

Kejadian di atas merupakan salah satu dari fenomena employee experience. Signifikansi employee experience pun mencakup banyak hal, antara lain:

  1. Kebutuhan untuk menarik dan mempertahan pekerja dengan kualitas terbaik dalam menghadapi persaingan pencari kerja
  2. Kebutuhan untuk melibatkan pekerja dengan kualitas terbaik untuk memaksimalkan kinerja perusahaan
  3. Kebutuhan untuk bertanggung jawab secara sosial dan mendukung kesejahteraan pekerja di tempat kerja

Dengan penyusunan strategi employee experience yang tepat, leader dan HR bisa mengembangkan kemampuan perusahaan lebih lagi untuk attract, engage, dan mengembangkan performa terbaik dari pekerja.

Employee experience adalah semua pengalaman yang dimiliki oleh seorang pekerja dengan manajemen perusahaan selama durasi bekerja, yang dimulai dari perekrutan, onboarding, pengembangan karir, hingga pekerja resign dari perusahaan.

Walaupun penting, nyatanya masih banyak perusahaan yang tidak menerapkan employee experience dalam perusahaan. Menurut survei Gallup, hanya 12 persen pekerja yang setuju bahwa perusahaan memberikan pengalaman yang menyenangkan ketika mereka onboarding. Selain itu, hanya 2 dari 10 pekerja yang setuju bahwa kinerja mereka diapresiasi oleh perusahaan dan perusahaan juga memberikan motivasi kepada pekerja.

Ada beberapa alasan mengapa employee experience merupakan salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan oleh perusahaan:

  1. Employee experience yang baik menurunkan angka turnover pekerja

Penelitian yang dilakukan IBM Analytics menunjukkan 44 persen pekerja yang tidak mendapat dan merasakan employee experience berpotensi untuk resign dini. Lalu, menurut penelitian yang dibuat Gallup, hanya 12 persen pekerja yang menyatakan ingin resign demi gaji yang lebih tinggi, jika perusahaan menerapkan employee experience yang baik.

Tingginya angka employee turnover bisa merusak citra perusahaan. Biaya untuk hiring, onboarding, dan training pun akan semakin banyak dikeluarkan jika perusahaan tidak menerapkan employee experience. Selain itu, performa produktivitas dan inovasi perusahaan dapat terganggu jika angka turnover pekerja tinggi.

2. Pekerja yang bahagia dan engaged lebih produktif dan inovatif

Menurut survei yang dilakukan Gallup, employee experience meningkatkan produktivitas pekerja hingga 21 persen. Selain itu, perusahaan yang menginvestasikan usaha dalam menyusun employee experience memiliki kemungkinan 28 kali lebih baik dalam berinovasi dan mengikuti tren perkembangan bisnis terkini.

Untuk mendukung produktivitas dan inovasi dari pekerja, maka perusahaan perlu memenuhi kebutuhan pekerja, seperti memberikan pelatihan tentang teknologi terkini, membangun lingkungan kerja yang positif, dan menciptakan lingkungan yang cocok dengan gaya bekerja pekerja.

3. Semakin baik employee experience, semakin baik kandidat yang tertarik

Kandidat milenial biasa akan mencari tahu lebih dalam mengenai perusahaan yang akan dilamar. Menurut studi dari Talent Board North American Candidate Experience Research, 38 persen kandidat akan mencari tahu terlebih dahulu latar belakang perusahaan dan pengalaman-pengalaman pekerja lainnya.

Employee experience pun berpengaruh di sini. Semakin baik employee experience yang dirasakan pekerja, maka akan semakin baik juga review yang diberikan mantan pekerja atau pekerja kepada perusahaan. Nantinya, review ini yang akan menarik minat kandidat untuk melamar di perusahaan.

4. Employee experience yang baik tingkatkan customer experience

Penelitian dari MIT Sloan Center menyatakan perusahaan dengan great employee experiece memilki kepuasan customer atau klien yang lebih baik, karena pekerja lebih proaktif dalam melayani customer atau klien.

Ketika pekerja merasa dihargai dan bahagia dengan pekerjaannya, maka pekerja bisa melakukan usaha yang juga terbaik untuk mencari dan mempertahankan customer atau klien perusahaan. Pekerja yang bahagia juga lebih diapresiasi oleh customer atau klien.

5. Employee experience yang baik menghasilkan profit yang lebih besar

Menurut survei yang dilakukan The Globoforce WorkHuman Analytics and Research Institute bersama IBM Smarter Workforce Institute, 25 persen pekerja yang merasakan dampak positif dari employee experience memiliki kemungkinan untuk memberikan profit 3 kali lipat kepada perusahaan.

Tidak hanya itu, biaya operasional perusahaan pun mengecil seiring dengan diterapkannya employee experience untuk pekerja. Pekerja juga dapat meningkatkan sales perusahaan sebanyak 2 kali lipat dibanding perusahaan yang tidak menerapkan employee experience.

HR dan manajemen dapat memasukkan alasan-alasan di atas untuk membangun employee experience dan menginvestasikan waktunya untuk menerapkan employee experience. Faktanya, semakin baik sebuah perusahaan menginvestasikan usaha, materi dan waktu untuk pekerjanya, maka akan semakin banyak juga keuntungan yang diraih perusahaan.

CTA


Artikel ini dilansir dari Gallup, Forbes, dan Culture Amp.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

Pentingnya Employee Experience untuk Perusahaan

January 26, 2021

Belum lama ini di jagat media sosial, netizen dihebohkan dengan cerita salah satu entrepreneur yang mengirim pesan singkat mengenai pekerjaan kepada pekerjanya tengah malam. Seketika, netizen Indonesia pun terbagi dalam dua kubu, kubu pro dan kontra. Bagi yang pro, mengatakan bahwa pekerja tersebut dapat membalas pesan tersebut paginya. Bagi yang kontra, mengatakan bahwa tidak etis mengirim pesan singkat kepada pekerja di tengah malam, karena akan menimbulkan pressure kepada pekerjanya.

Entah berada di kubu pro atau kontra di polemik pengiriman pesan singkat tentang pekerjaan di tengah malam, pekerja dan leader harus menyadari pentingnya employee experience atau pengalaman bekerja, yang dialami dan dirasakan pekerja.

Kejadian di atas merupakan salah satu dari fenomena employee experience. Signifikansi employee experience pun mencakup banyak hal, antara lain:

  1. Kebutuhan untuk menarik dan mempertahan pekerja dengan kualitas terbaik dalam menghadapi persaingan pencari kerja
  2. Kebutuhan untuk melibatkan pekerja dengan kualitas terbaik untuk memaksimalkan kinerja perusahaan
  3. Kebutuhan untuk bertanggung jawab secara sosial dan mendukung kesejahteraan pekerja di tempat kerja

Dengan penyusunan strategi employee experience yang tepat, leader dan HR bisa mengembangkan kemampuan perusahaan lebih lagi untuk attract, engage, dan mengembangkan performa terbaik dari pekerja.

Employee experience adalah semua pengalaman yang dimiliki oleh seorang pekerja dengan manajemen perusahaan selama durasi bekerja, yang dimulai dari perekrutan, onboarding, pengembangan karir, hingga pekerja resign dari perusahaan.

Walaupun penting, nyatanya masih banyak perusahaan yang tidak menerapkan employee experience dalam perusahaan. Menurut survei Gallup, hanya 12 persen pekerja yang setuju bahwa perusahaan memberikan pengalaman yang menyenangkan ketika mereka onboarding. Selain itu, hanya 2 dari 10 pekerja yang setuju bahwa kinerja mereka diapresiasi oleh perusahaan dan perusahaan juga memberikan motivasi kepada pekerja.

Ada beberapa alasan mengapa employee experience merupakan salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan oleh perusahaan:

  1. Employee experience yang baik menurunkan angka turnover pekerja

Penelitian yang dilakukan IBM Analytics menunjukkan 44 persen pekerja yang tidak mendapat dan merasakan employee experience berpotensi untuk resign dini. Lalu, menurut penelitian yang dibuat Gallup, hanya 12 persen pekerja yang menyatakan ingin resign demi gaji yang lebih tinggi, jika perusahaan menerapkan employee experience yang baik.

Tingginya angka employee turnover bisa merusak citra perusahaan. Biaya untuk hiring, onboarding, dan training pun akan semakin banyak dikeluarkan jika perusahaan tidak menerapkan employee experience. Selain itu, performa produktivitas dan inovasi perusahaan dapat terganggu jika angka turnover pekerja tinggi.

2. Pekerja yang bahagia dan engaged lebih produktif dan inovatif

Menurut survei yang dilakukan Gallup, employee experience meningkatkan produktivitas pekerja hingga 21 persen. Selain itu, perusahaan yang menginvestasikan usaha dalam menyusun employee experience memiliki kemungkinan 28 kali lebih baik dalam berinovasi dan mengikuti tren perkembangan bisnis terkini.

Untuk mendukung produktivitas dan inovasi dari pekerja, maka perusahaan perlu memenuhi kebutuhan pekerja, seperti memberikan pelatihan tentang teknologi terkini, membangun lingkungan kerja yang positif, dan menciptakan lingkungan yang cocok dengan gaya bekerja pekerja.

3. Semakin baik employee experience, semakin baik kandidat yang tertarik

Kandidat milenial biasa akan mencari tahu lebih dalam mengenai perusahaan yang akan dilamar. Menurut studi dari Talent Board North American Candidate Experience Research, 38 persen kandidat akan mencari tahu terlebih dahulu latar belakang perusahaan dan pengalaman-pengalaman pekerja lainnya.

Employee experience pun berpengaruh di sini. Semakin baik employee experience yang dirasakan pekerja, maka akan semakin baik juga review yang diberikan mantan pekerja atau pekerja kepada perusahaan. Nantinya, review ini yang akan menarik minat kandidat untuk melamar di perusahaan.

4. Employee experience yang baik tingkatkan customer experience

Penelitian dari MIT Sloan Center menyatakan perusahaan dengan great employee experiece memilki kepuasan customer atau klien yang lebih baik, karena pekerja lebih proaktif dalam melayani customer atau klien.

Ketika pekerja merasa dihargai dan bahagia dengan pekerjaannya, maka pekerja bisa melakukan usaha yang juga terbaik untuk mencari dan mempertahankan customer atau klien perusahaan. Pekerja yang bahagia juga lebih diapresiasi oleh customer atau klien.

5. Employee experience yang baik menghasilkan profit yang lebih besar

Menurut survei yang dilakukan The Globoforce WorkHuman Analytics and Research Institute bersama IBM Smarter Workforce Institute, 25 persen pekerja yang merasakan dampak positif dari employee experience memiliki kemungkinan untuk memberikan profit 3 kali lipat kepada perusahaan.

Tidak hanya itu, biaya operasional perusahaan pun mengecil seiring dengan diterapkannya employee experience untuk pekerja. Pekerja juga dapat meningkatkan sales perusahaan sebanyak 2 kali lipat dibanding perusahaan yang tidak menerapkan employee experience.

HR dan manajemen dapat memasukkan alasan-alasan di atas untuk membangun employee experience dan menginvestasikan waktunya untuk menerapkan employee experience. Faktanya, semakin baik sebuah perusahaan menginvestasikan usaha, materi dan waktu untuk pekerjanya, maka akan semakin banyak juga keuntungan yang diraih perusahaan.

CTA


Artikel ini dilansir dari Gallup, Forbes, dan Culture Amp.

Written by Stefanny

Categories

Tags