Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

Pentingnya Dukungan HR untuk Pekerja Remote

January 7, 2021

Sejak merebaknya virus COVID-19 pada tahun 2020 lalu, perusahaan kini mulai terbiasa menerapkan kebijakan work from home, atau yang juga dikenal sebagai remote work. Apalagi, tren HR dan pekerja yang sudah dirilis oleh beberapa perusahaan konsultan kenamaan menyebut bahwa remote work masih akan menjadi tren yang bertahan di tahun 2021.

Dalam riset yang dibuat oleh Gartner kepada 116 HR perusahaan multinasional dan internasional, 90 persen dari HR profesional dan manajemen perusahaan mengatakan bahwa kebijakan remote work akan dipertimbangkan untuk dijadikan kebijakan permanen, sekalipun vaksin COVID-19 telah ada dan digunakan oleh masyarakat dunia. Namun, tentu saja, masih ada perusahaan yang melihat kebijakan remote work sebagai kebijakan temporer yang akan berubah seiring dengan tersebarnya vaksin ke seluruh dunia.

Selain itu, 65 persen dari HR profesional dan manajemen yang disurvei Gartner juga ingin kebijakan waktu bekerja dibuat fleksibel juga, walaupun vaksin sudah ditemukan dan disebarluaskan nantinya.

Pergeseran kebijakan tentang kebiasaan bekerja ini membuat HR harus memberikan bantuan bagi manajemen--sebagai kepanjangan tangan HR--untuk memastikan para pekerja mendapat dukungan penuh untuk menjalankan remote work dari tempat tinggal mereka masing-masing. Dukungan ini penting, mengingat pekerja pun juga masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya sambil berusaha menyeimbangkan produktivitas dan tetap terhubung dengan rekan setim sekaligus manajemen.

Dukungan seperti apa yang diinginkan dan dibutuhkan pekerja di situasi remote working dan pembatasan sosial seperti sekarang?

  1. Berikan insentif untuk pekerja

Bagi perusahaan, mungkin pengeluaran yang dikeluarkan untuk insentif pekerja akan berkurang, seperti biaya internet. Namun, sejak kebijakan remote work diterapkan untuk perusahaan-perusahaan, biaya sehari-hari tersebut akan dibebankan secara tidak langsung kepada pekerja, dan menambah pengeluaran bulanan mereka.

Akan lebih baik jika perusahaan membantu atau melakukan reimburse untuk biaya tambahan yang ada akibat kebijakan remote work, seperti biaya internet tersebut. Selain meringankan beban pekerja, reimburse yang dilakukan perusahaan jadi cara untuk mengurangi angka turnover rate dan membantu perusahaan dalam melakukan employer branding.

2. Buat aturan waktu yang jelas tentang remote working

Standar produktivitas pekerja pasti bervariasi. Semisal, ada perusahaan yang menginginkan pekerjanya bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore dan di luar jam tersebut, pekerjaan dianggap beres atau dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Namun, remote work tentu bisa mengubah standar ini. Maka HR dan manajemen perlu untuk membuat standar baru tentang remote working pekerjanya. Mulai dengan aturan waktu bekerja dan apa yang harus dilakukan pekerja jika terpaksa bekerja melewati waktu yang telah ditentukan.

3. Identifikasi dan sediakan fasilitas dan alat yang tepat untuk pekerja remote

Pastikan pekerja memiliki fasilitas yang memadai yang dapat mendukung kerja remote mereka, di manapun mereka berada. Berikan pelatihan khusus tentang penggunaan aplikasi video conference yang vital untuk kelancaran komunikasi antar pekerja dan manajemen, serta pelatihan penggunaan teknologi cloud untuk menambah produktivitas dan efektivitas pekerja dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Beri fasilitas seperti penyewaan video conference kepada pekerja atau menyewa teknologi cloud agar kapasitasnya menjadi unlimited agar pekerja bisa menaruh seluruh pekerjaannya di cloud.

4. Percaya sepenuhnya kepada pekerja

HR dan manajemen mungkin merasa khawatir akan kinerja pekerja jika pekerja melakukan pekerjaan dari jauh. Namun, jangan respon rasa kekhawatiran ini dengan terus menerus meminta laporan kinerja kepada pekerja. Justru, bangunlah rasa kepercayaan untuk pekerja dan tunjukkan bahwa HR dan manajemen percaya akan produktivitas pekerja.

“Hal terbaik yang bisa Anda lakukan sebagai HR atau manajemen sekarang adalah menghilangkan rasa tidak percaya dan menumbuhkan rasa percaya kepada kinerja pekerja dan dukung mereka dalam pekerjaannya,” kata Brian Kropp, wakil direktur utama dari pusat penelitian Gartner, seperti yang dikutip dari situs Gartner.

5. Perkuat nilai organisasi perusahaan

Di tengah waktu sulit seperti ini, kesalahan dalam bekerja yang dibuat pekerja bisa meningkat hingga 33 persen. Sebagai HR dan manajemen, tentu saja berhak untuk menegur secara etis pekerja akan kesalahan yang mereka buat, namun jangan lupakan, bantu pekerja untuk mencari  solusi dan penyelesaian masalah dari kesalahan yang dibuat.

Ini adalah saat yang tepat untuk mempraktekkan budaya kerja positif yang telah terbangun di lingkungan HR, manajemen, dan pekerja. Jalankan nilai-nilai positif yang terkandung dalam budaya kerja tersebut.

6. Buat KPI agar pekerjaan pekerja jadi tertata

Remote work membuat definisi role pekerja menjadi samar. Ketika pekerja kehilangan pijakan atas role yang dimilikinya, maka HR dan manajemen harus kembali mempertajam objektif dari role pekerja.

Berikan pekerja target KPI yang harus dicapai sesuai dengan role-nya di perusahaan. Kesesuaian ini nantinya dapat meningkatkan engagement pekerja dengan perusahaan dan memberi pekerja kesempatan untuk kembali fokus pada pekerjaannya.

7. Fokus pada hasil akhir, bukan hanya proses

Dibatasinya aktivitas masyarakat di luar rumah membuat beberapa pekerja juga harus bertanggung jawab akan dua profesi sekaligus, misalnya seorang pekerja dan seorang ibu rumah tangga. Dia harus mengurus anak sekaligus menyelesaikan pekerjaannya.

Saat masih bekerja di kantor, manajemen fokus pada proses dan hasil dari pekerja, maka ada baiknya ketika pekerja melakukan remote work, manajemen bisa berfokus pada hasil akhir dari kinerja pekerja. Lakukan pengecekan sesekali ketika pekerja menyelesaikan pekerjaannya, jangan terlalu sering.

8. Kenali pekerja

Ketika kebijakan remote work dilakukan, keinginan pekerja untuk dikenali dan diingat oleh manajemen dan HR meningkat sebesar 30 persen dari biasanya.

Bukan tentang kenaikan gaji, HR dan manajemen bisa memberi apresiasi kepada pekerja yang berhasil menyelesaikan targetnya atau merayakan ulang tahun beberapa pekerja sekaligus di akhir bulan. Hal ini bisa meningkatkan motivasi pekerja dalam bekerja, karena merasa dianggap oleh perusahaannya.

HR dan manajemen bisa menggunakan jalur komunikasi langsung dan tidak langsung untuk mendapat insight dari pekerja mengenai tantangan dan kendala mereka selama menjalankan kebijakan remote work. Pakai seluruh kesempatan yang ada untuk menyatakan bahwa HR dan manajemen ada untuk mendukung dan memperhatikan seluruh kegiatan remote pekerja. Fasilitasi pekerja untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi dan bantu pekerja dalam mencari solusinya secara bersama.

Selain itu, ada baiknya HR dan manajemen juga selalu memperbarui informasi terkini tentang keadaan perusahaan kepada pekerja untuk mengurangi kekhawatiran mereka di tengah situasi ekonomi yang juga ikut terguncang sekarang. Informasi ini akan sangat berguna bagi pekerja agar mereka mengetahui kondisi tempat mencari nafkah mereka kini.

Semoga poin-poin di atas bisa membantu HR dan manajemen dalam menentukan dukungan yang bisa diberikan kepada pekerja di situasi yang tidak menentu dan cukup sulit ini. Semangat dalam mengarungi tahun 2021!

CTA

Artikel dilansir dari Gartner, Forbes, dan Insperity.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

Pentingnya Dukungan HR untuk Pekerja Remote

January 7, 2021

Sejak merebaknya virus COVID-19 pada tahun 2020 lalu, perusahaan kini mulai terbiasa menerapkan kebijakan work from home, atau yang juga dikenal sebagai remote work. Apalagi, tren HR dan pekerja yang sudah dirilis oleh beberapa perusahaan konsultan kenamaan menyebut bahwa remote work masih akan menjadi tren yang bertahan di tahun 2021.

Dalam riset yang dibuat oleh Gartner kepada 116 HR perusahaan multinasional dan internasional, 90 persen dari HR profesional dan manajemen perusahaan mengatakan bahwa kebijakan remote work akan dipertimbangkan untuk dijadikan kebijakan permanen, sekalipun vaksin COVID-19 telah ada dan digunakan oleh masyarakat dunia. Namun, tentu saja, masih ada perusahaan yang melihat kebijakan remote work sebagai kebijakan temporer yang akan berubah seiring dengan tersebarnya vaksin ke seluruh dunia.

Selain itu, 65 persen dari HR profesional dan manajemen yang disurvei Gartner juga ingin kebijakan waktu bekerja dibuat fleksibel juga, walaupun vaksin sudah ditemukan dan disebarluaskan nantinya.

Pergeseran kebijakan tentang kebiasaan bekerja ini membuat HR harus memberikan bantuan bagi manajemen--sebagai kepanjangan tangan HR--untuk memastikan para pekerja mendapat dukungan penuh untuk menjalankan remote work dari tempat tinggal mereka masing-masing. Dukungan ini penting, mengingat pekerja pun juga masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya sambil berusaha menyeimbangkan produktivitas dan tetap terhubung dengan rekan setim sekaligus manajemen.

Dukungan seperti apa yang diinginkan dan dibutuhkan pekerja di situasi remote working dan pembatasan sosial seperti sekarang?

  1. Berikan insentif untuk pekerja

Bagi perusahaan, mungkin pengeluaran yang dikeluarkan untuk insentif pekerja akan berkurang, seperti biaya internet. Namun, sejak kebijakan remote work diterapkan untuk perusahaan-perusahaan, biaya sehari-hari tersebut akan dibebankan secara tidak langsung kepada pekerja, dan menambah pengeluaran bulanan mereka.

Akan lebih baik jika perusahaan membantu atau melakukan reimburse untuk biaya tambahan yang ada akibat kebijakan remote work, seperti biaya internet tersebut. Selain meringankan beban pekerja, reimburse yang dilakukan perusahaan jadi cara untuk mengurangi angka turnover rate dan membantu perusahaan dalam melakukan employer branding.

2. Buat aturan waktu yang jelas tentang remote working

Standar produktivitas pekerja pasti bervariasi. Semisal, ada perusahaan yang menginginkan pekerjanya bekerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore dan di luar jam tersebut, pekerjaan dianggap beres atau dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Namun, remote work tentu bisa mengubah standar ini. Maka HR dan manajemen perlu untuk membuat standar baru tentang remote working pekerjanya. Mulai dengan aturan waktu bekerja dan apa yang harus dilakukan pekerja jika terpaksa bekerja melewati waktu yang telah ditentukan.

3. Identifikasi dan sediakan fasilitas dan alat yang tepat untuk pekerja remote

Pastikan pekerja memiliki fasilitas yang memadai yang dapat mendukung kerja remote mereka, di manapun mereka berada. Berikan pelatihan khusus tentang penggunaan aplikasi video conference yang vital untuk kelancaran komunikasi antar pekerja dan manajemen, serta pelatihan penggunaan teknologi cloud untuk menambah produktivitas dan efektivitas pekerja dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Beri fasilitas seperti penyewaan video conference kepada pekerja atau menyewa teknologi cloud agar kapasitasnya menjadi unlimited agar pekerja bisa menaruh seluruh pekerjaannya di cloud.

4. Percaya sepenuhnya kepada pekerja

HR dan manajemen mungkin merasa khawatir akan kinerja pekerja jika pekerja melakukan pekerjaan dari jauh. Namun, jangan respon rasa kekhawatiran ini dengan terus menerus meminta laporan kinerja kepada pekerja. Justru, bangunlah rasa kepercayaan untuk pekerja dan tunjukkan bahwa HR dan manajemen percaya akan produktivitas pekerja.

“Hal terbaik yang bisa Anda lakukan sebagai HR atau manajemen sekarang adalah menghilangkan rasa tidak percaya dan menumbuhkan rasa percaya kepada kinerja pekerja dan dukung mereka dalam pekerjaannya,” kata Brian Kropp, wakil direktur utama dari pusat penelitian Gartner, seperti yang dikutip dari situs Gartner.

5. Perkuat nilai organisasi perusahaan

Di tengah waktu sulit seperti ini, kesalahan dalam bekerja yang dibuat pekerja bisa meningkat hingga 33 persen. Sebagai HR dan manajemen, tentu saja berhak untuk menegur secara etis pekerja akan kesalahan yang mereka buat, namun jangan lupakan, bantu pekerja untuk mencari  solusi dan penyelesaian masalah dari kesalahan yang dibuat.

Ini adalah saat yang tepat untuk mempraktekkan budaya kerja positif yang telah terbangun di lingkungan HR, manajemen, dan pekerja. Jalankan nilai-nilai positif yang terkandung dalam budaya kerja tersebut.

6. Buat KPI agar pekerjaan pekerja jadi tertata

Remote work membuat definisi role pekerja menjadi samar. Ketika pekerja kehilangan pijakan atas role yang dimilikinya, maka HR dan manajemen harus kembali mempertajam objektif dari role pekerja.

Berikan pekerja target KPI yang harus dicapai sesuai dengan role-nya di perusahaan. Kesesuaian ini nantinya dapat meningkatkan engagement pekerja dengan perusahaan dan memberi pekerja kesempatan untuk kembali fokus pada pekerjaannya.

7. Fokus pada hasil akhir, bukan hanya proses

Dibatasinya aktivitas masyarakat di luar rumah membuat beberapa pekerja juga harus bertanggung jawab akan dua profesi sekaligus, misalnya seorang pekerja dan seorang ibu rumah tangga. Dia harus mengurus anak sekaligus menyelesaikan pekerjaannya.

Saat masih bekerja di kantor, manajemen fokus pada proses dan hasil dari pekerja, maka ada baiknya ketika pekerja melakukan remote work, manajemen bisa berfokus pada hasil akhir dari kinerja pekerja. Lakukan pengecekan sesekali ketika pekerja menyelesaikan pekerjaannya, jangan terlalu sering.

8. Kenali pekerja

Ketika kebijakan remote work dilakukan, keinginan pekerja untuk dikenali dan diingat oleh manajemen dan HR meningkat sebesar 30 persen dari biasanya.

Bukan tentang kenaikan gaji, HR dan manajemen bisa memberi apresiasi kepada pekerja yang berhasil menyelesaikan targetnya atau merayakan ulang tahun beberapa pekerja sekaligus di akhir bulan. Hal ini bisa meningkatkan motivasi pekerja dalam bekerja, karena merasa dianggap oleh perusahaannya.

HR dan manajemen bisa menggunakan jalur komunikasi langsung dan tidak langsung untuk mendapat insight dari pekerja mengenai tantangan dan kendala mereka selama menjalankan kebijakan remote work. Pakai seluruh kesempatan yang ada untuk menyatakan bahwa HR dan manajemen ada untuk mendukung dan memperhatikan seluruh kegiatan remote pekerja. Fasilitasi pekerja untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi dan bantu pekerja dalam mencari solusinya secara bersama.

Selain itu, ada baiknya HR dan manajemen juga selalu memperbarui informasi terkini tentang keadaan perusahaan kepada pekerja untuk mengurangi kekhawatiran mereka di tengah situasi ekonomi yang juga ikut terguncang sekarang. Informasi ini akan sangat berguna bagi pekerja agar mereka mengetahui kondisi tempat mencari nafkah mereka kini.

Semoga poin-poin di atas bisa membantu HR dan manajemen dalam menentukan dukungan yang bisa diberikan kepada pekerja di situasi yang tidak menentu dan cukup sulit ini. Semangat dalam mengarungi tahun 2021!

CTA

Artikel dilansir dari Gartner, Forbes, dan Insperity.

Written by Stefanny

Categories

Tags