Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

5 Cara Jaga Internal Branding di Tengah Pandemi

January 18, 2021

Setelah setahun lebih, dunia beserta isinya berkutat dan berjuang untuk terbebas dan mengatasi pandemi virus COVID-19, nyatanya hingga awal tahun 2021 ini, pandemi belum juga bisa berakhir atau setidaknya, teratasi. Malah, di beberapa belahan dunia, kasus demi kasus infeksi COVID-19 kembali naik hingga membuat beberapa negara memutuskan untuk kembali me-lockdown wilayah terdampaknya untuk mencegah semakin banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.

Kembali naiknya kasus COVID-19 dan pembatasan kegiatan hingga lockdown di beberapa negara, termasuk indonesia, membuat perusahaan-perusahaan kembali harus beradaptasi dengan menempatkan sebagian besar atau seluruh pekerjanya kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Tentu saja, hal ini berpengaruh kepada pelaksanaan internal employer branding yang sedang berlangsung. Banyak kegiatan yang ditangguhkan karena tidak dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

Internal employer branding memiliki kekuatan yang besar untuk meningkatkan citra perusahaan di publik. Menurut riset yang dilakukan CareerArc, dilansir dari TalentLyft, 64 persen konsumen dan klien akan menghentikan penggunaan produk atau jasa dari sebuah brand jika perusahaan tersebut tidak dapat memperlakukan pekerja dengan baik.

Namun, dibalik waktu krisis yang sedang menghadang seperti sekarang ini, penting untuk diperhatikan oleh HR dan manajemen bahwa, suatu saat, dunia akan kembali dalam keadaan normal--tentunya setelah vaksin sudah disebar dan digunakan di seluruh dunia dan menghasilkan herd immunity. Hingga saat itu tiba, perusahaan bisa mendedikasikan waktu dan perhatiannya untuk meningkatkan internal employer branding.

Jadi, apa yang harus dilakukan HR dan manajemen untuk mengelola, menjaga, hingga mempertahankan internal employer branding mereka di saat-saat krisis seperti ini?

  1. Selalu informasikan pekerja tentang update perusahaan

Update wajib diberikan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pekerjanya. Apalagi di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.

Informasikan secara terbuka dan jujur tentang keadaan perusahaan untuk mengurangi rasa khawatir pekerja akan statusnya di perusahaan. Bagikan juga pesan-pesan positif serta berita baik tentang perusahaan untuk meningkatkan moral dan mengangkat nilai-nilai negatif dalam diri pekerja tentang perusahaan.

2. Berdayakan media sosial perusahaan

Bangun komunitas di antara pekerja perusahaan lewat media sosial perusahaan. Manfaatkan kekuatan media sosial kini untuk memberikan dukungan positif bagi pekerja.

HR dan manajemen bisa membuat konten-konten seperti membagikan kegiatan pekerja selagi bekerja di rumah, memberikan tips-tips untuk pekerja yang work from home, atau menjadikan media sosial sebagai sarana untuk membagikan informasi terkini tentang perusahaan.

3. Dengarkan masukan dan kekhawatiran pekerja

Menurut survei yang dilakukan Talent Now dan Corporate Responsibility Magazine, 84 persen kandidat menempatkan kemampuan perusahaan untuk mendengar masukan dan kekhawatiran pekerjanya sebagai kriteria utama dalam mencari perusahan untuk dilamar.

Maka dari itu, sebisa mungkin, HR dan manajemen selalu ada dan mendengar keluhan atau masukan yang diberi pekerja untuk memperkuat posisi perusahaan dalam menarik minat kandidat terbaik yang berkualitas. Hal ini akan sangat berguna ketika waktu yang sulit ini berakhir dan perusahaan kembali aktif mencari kandidat.

4. Fokus pada EVP

Di keadaan yang tidak menentu dan sulit ini, HR dan manajemen harus konsisten akan citra perusahaan yang akan dibangun lewat internal employer branding. Oleh karena itu, gunakan EVP perusahaan dan nilai-nilai otentik perusahaan sebagai dasar penerapan internal employer branding.

Pandemi menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan tone of voice dari nilai dan EVP internal employer branding perusahaan. Jadilah perusahaan yang dapat diandalkan oleh pekerja di saat baik atau buruk.

5. Adaptasikan konten internal employer branding dengan situasi terkini

Pandemi tidak hanya mengubah cara perusahaan berkomunikasi kepada pekerja dan publik, namun juga cara perusahaan berkomunikasi dengan kandidat kini dan yang akan datang.

HR dan manajemen diharapkan dapat menemukan cara untuk menanamkan pesan dan nilai yang ada di EVP rancangan mereka sesuai dengan keadaan terkini. Selipkan dukungan keamanan dan kesejahteraan bagi pekerja dalam nilai EVP yang akan diusung oleh perusahaan di saat-saat pandemi seperti sekarang. Pastikan juga nilai EVP yang diusung juga bernada positif apresiatif terhadap pekerja.

Dengan mengusung nilai dan pesan yang mengutamakan pekerja, diharapkan dapat menarik minat kandidat berkualitas dan terbaik untuk menjadi bagian dari perusahaan setelah situasi membaik.

Waktu pandemi seperti sekarang, bisa dimanfaatkan perusahaan untuk meningkatkan internal employer branding hingga mencapai posisi terbaiknya. Hal ini bisa menjadi modal utama perusahaan untuk kembali bangkit untuk mendapat kandidat terbaiknya ketika pandemi telah usai.

Selama waktu krisis seperti ini pun, sebuah perusahaan membangun internal employer branding agar diperhitungkan oleh masyarakat dan kandidat yang berkualitas. Brand perusahaan berperan penting di masa sulit untuk mendukung pekerja dalam mempertahankan reputasi hingga krisis berakhir.

CTA


Artikel dilansir dari Smarp, Papirfly, dan TalentLyft.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

5 Cara Jaga Internal Branding di Tengah Pandemi

January 18, 2021

Setelah setahun lebih, dunia beserta isinya berkutat dan berjuang untuk terbebas dan mengatasi pandemi virus COVID-19, nyatanya hingga awal tahun 2021 ini, pandemi belum juga bisa berakhir atau setidaknya, teratasi. Malah, di beberapa belahan dunia, kasus demi kasus infeksi COVID-19 kembali naik hingga membuat beberapa negara memutuskan untuk kembali me-lockdown wilayah terdampaknya untuk mencegah semakin banyaknya korban jiwa yang berjatuhan.

Kembali naiknya kasus COVID-19 dan pembatasan kegiatan hingga lockdown di beberapa negara, termasuk indonesia, membuat perusahaan-perusahaan kembali harus beradaptasi dengan menempatkan sebagian besar atau seluruh pekerjanya kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Tentu saja, hal ini berpengaruh kepada pelaksanaan internal employer branding yang sedang berlangsung. Banyak kegiatan yang ditangguhkan karena tidak dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

Internal employer branding memiliki kekuatan yang besar untuk meningkatkan citra perusahaan di publik. Menurut riset yang dilakukan CareerArc, dilansir dari TalentLyft, 64 persen konsumen dan klien akan menghentikan penggunaan produk atau jasa dari sebuah brand jika perusahaan tersebut tidak dapat memperlakukan pekerja dengan baik.

Namun, dibalik waktu krisis yang sedang menghadang seperti sekarang ini, penting untuk diperhatikan oleh HR dan manajemen bahwa, suatu saat, dunia akan kembali dalam keadaan normal--tentunya setelah vaksin sudah disebar dan digunakan di seluruh dunia dan menghasilkan herd immunity. Hingga saat itu tiba, perusahaan bisa mendedikasikan waktu dan perhatiannya untuk meningkatkan internal employer branding.

Jadi, apa yang harus dilakukan HR dan manajemen untuk mengelola, menjaga, hingga mempertahankan internal employer branding mereka di saat-saat krisis seperti ini?

  1. Selalu informasikan pekerja tentang update perusahaan

Update wajib diberikan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pekerjanya. Apalagi di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.

Informasikan secara terbuka dan jujur tentang keadaan perusahaan untuk mengurangi rasa khawatir pekerja akan statusnya di perusahaan. Bagikan juga pesan-pesan positif serta berita baik tentang perusahaan untuk meningkatkan moral dan mengangkat nilai-nilai negatif dalam diri pekerja tentang perusahaan.

2. Berdayakan media sosial perusahaan

Bangun komunitas di antara pekerja perusahaan lewat media sosial perusahaan. Manfaatkan kekuatan media sosial kini untuk memberikan dukungan positif bagi pekerja.

HR dan manajemen bisa membuat konten-konten seperti membagikan kegiatan pekerja selagi bekerja di rumah, memberikan tips-tips untuk pekerja yang work from home, atau menjadikan media sosial sebagai sarana untuk membagikan informasi terkini tentang perusahaan.

3. Dengarkan masukan dan kekhawatiran pekerja

Menurut survei yang dilakukan Talent Now dan Corporate Responsibility Magazine, 84 persen kandidat menempatkan kemampuan perusahaan untuk mendengar masukan dan kekhawatiran pekerjanya sebagai kriteria utama dalam mencari perusahan untuk dilamar.

Maka dari itu, sebisa mungkin, HR dan manajemen selalu ada dan mendengar keluhan atau masukan yang diberi pekerja untuk memperkuat posisi perusahaan dalam menarik minat kandidat terbaik yang berkualitas. Hal ini akan sangat berguna ketika waktu yang sulit ini berakhir dan perusahaan kembali aktif mencari kandidat.

4. Fokus pada EVP

Di keadaan yang tidak menentu dan sulit ini, HR dan manajemen harus konsisten akan citra perusahaan yang akan dibangun lewat internal employer branding. Oleh karena itu, gunakan EVP perusahaan dan nilai-nilai otentik perusahaan sebagai dasar penerapan internal employer branding.

Pandemi menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan tone of voice dari nilai dan EVP internal employer branding perusahaan. Jadilah perusahaan yang dapat diandalkan oleh pekerja di saat baik atau buruk.

5. Adaptasikan konten internal employer branding dengan situasi terkini

Pandemi tidak hanya mengubah cara perusahaan berkomunikasi kepada pekerja dan publik, namun juga cara perusahaan berkomunikasi dengan kandidat kini dan yang akan datang.

HR dan manajemen diharapkan dapat menemukan cara untuk menanamkan pesan dan nilai yang ada di EVP rancangan mereka sesuai dengan keadaan terkini. Selipkan dukungan keamanan dan kesejahteraan bagi pekerja dalam nilai EVP yang akan diusung oleh perusahaan di saat-saat pandemi seperti sekarang. Pastikan juga nilai EVP yang diusung juga bernada positif apresiatif terhadap pekerja.

Dengan mengusung nilai dan pesan yang mengutamakan pekerja, diharapkan dapat menarik minat kandidat berkualitas dan terbaik untuk menjadi bagian dari perusahaan setelah situasi membaik.

Waktu pandemi seperti sekarang, bisa dimanfaatkan perusahaan untuk meningkatkan internal employer branding hingga mencapai posisi terbaiknya. Hal ini bisa menjadi modal utama perusahaan untuk kembali bangkit untuk mendapat kandidat terbaiknya ketika pandemi telah usai.

Selama waktu krisis seperti ini pun, sebuah perusahaan membangun internal employer branding agar diperhitungkan oleh masyarakat dan kandidat yang berkualitas. Brand perusahaan berperan penting di masa sulit untuk mendukung pekerja dalam mempertahankan reputasi hingga krisis berakhir.

CTA


Artikel dilansir dari Smarp, Papirfly, dan TalentLyft.

Written by Stefanny

Categories

Tags