Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Remote Work

December 30, 2020

Setiap kebijakan yang diambil dan diimplementasikan oleh manusia, baik dalam kehidupannya sehari-hari, maupun dalam pekerjaan, pasti memiliki konsekuensinya tersendiri--entah itu baik atau buruk. Tidak terkecuali, ketika HR memutuskan untuk mengubah gaya kerja dan kebiasaan para pekerja, dari datang ke kantor menjadi bekerja jarak jauh, alias remote working.

Remote working, atau yang bisa juga dikenal sebagai telecommuting atau kerja fleksibel, merupakan gaya manajemen ketenagakerjaan yang memungkinkan para profesional untuk bekerja di luar perkantoran tradisional, seperti di rumah.

Konsep manajemen ketenagakerjaan ini didasari oleh pemahaman bahwa untuk sukses, bekerja tidak perlu dilakukan di suatu tempat tertentu agar bisa menghasilkan hasil kerja yang produktif dan efektif. Alih-alih pergi ke kantor setiap hari untuk bekerja dari meja yang telah dipilih atau ditentukan, pekerja jarak jauh ini dapat melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan mereka dan meraih target kerja mereka, di mana pun pekerja inginkan.

Pandemi virus COVID-19 juga membantu mempopulerkan remote work. Sejak pandemi melanda dan dikatakan mudah menular dan menjangkiti manusia tiap manusia, hampir seluruh negara di dunia menerapkan pembatasan sosial dan aktivitas dari rumah, termasuk Indonesia.

Menariknya, walaupun di Indonesia, gaya manajemen kerja ini terbilang baru dan beberapa dari perusahaan juga masih beradaptasi, di Amerika, gaya manajemen kerja ini sudah terbilang biasa dilakukan. Survei yang dilakukan Gallup pada 2016 mengatakan bahwa 43 persen pekerja di Amerika telah menghabiskan sebagian waktu bekerjanya untuk bekerja secara remote.

Bahkan, secara global, menurut survei yang melibatkan 18 ribu pekerja profesional di 96 perusahaan internasional, menyebut bahwa hampir 70 persen pekerja profesional sudah melakukan remote working seminggu sekali, dan 53 persen lainnya melakukan remote work sebanyak 3-4 hari dalam seminggu.

Tapi, tentu saja, ada kelebihan serta kekurangan yang akan dirasakan HR dan perusahaan ketika memutuskan untuk menerapkan kebijakan remote work. Anda pun harus tahu kelebihan serta kekurangan dari remote work, apalagi remote work digadang-gadang akan menjadi tren yang masih akan berlanjut di tahun 2021, atau bahkan menjadi tren menetap.

Kelebihan dari remote work

  1. Irit biaya

Dengan menerapkan kebijakan remote work, perusahaan tidak perlu lagi menanggung biaya transportasi pekerjanya. Perusahaan juga tidak perlu menyewa banyak ruang di sebuah perkantoran untuk menempatkan pekerjanya serta membeli banyak peralatan kerja, seperti meja, kursi, atau pengeluaran esensial lainnya seperti listrik dan biaya berlangganan internet.

2. Permudah rekrutmen

Ada kalanya, perusahaan sulit menemukan kandidat yang siap untuk datang ke kantor dan tepat untuk mengisi celah keterampilan yang ada. Terkadang, kandidat yang memenuhi kualifikasi dan kebutuhan malah tinggal di kota lain yang memiliki jarak yang cukup jauh dari kantor.

Dengan menerapkan kebijakan kerja jarak jauh, bukan hal yang tidak mungkin bagi perusahaan untuk bisa merekrut kandidat yang memiliki kualifikasi dan memenuhi kebutuhan perusahaan walaupun kandidat tersebut tinggal jauh dari kantor perusahaan.

3. Kepuasan bekerja

Perusahaan dapat meningkatkan tingkat kepuasan pekerjanya dengan menerapkan kebijakan bekerja jarak jauh. Lewat kebijakan ini, pekerja bisa lebih leluasa dalam mempergunakan waktunya dan mencari tempat terbaiknya untuk tetap produktif dan menghasilkan hasil pekerjaan yang efektif. Tingginya tingkat kepuasan pekerja juga bisa meningkatkan angka retensi pekerja dan meningkatkan angka produktivitas yang dimiliki pekerja

4. Produktivitas

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business Review, 4,4 persen hasil pekerjaan dari pekerja mengalami peningkatkan setelah perusahaan menerapkan kebijakan remote working. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Stanford juga mengatakan bahwa 13 persen dari 16 ribu pekerja yang bekerja secara remote mengalami peningkatkan produktivitas.

Kekurangan dari remote work

  1. Tidak untuk semua pekerjaan

Sayangnya, kebijakan manajemen untuk melakukan remote work tidak untuk semua jenis perusahaan. Remote work lebih cocok untuk diterapkan di perusahaan yang dapat memberikan hak otonomi kepada pekerjanya, seperti perusahaan start-up dan teknologi. Sedangkan pekerjaan seperti akuntan, tenaga kesehatan, frontliner bank, memiliki kemungkinan yang sedikit dalam menerapkan kebijakan remote work.

2. Sulit berkoordinasi

Karena pekerja yang tersebar di berbagai daerah dan kota, atau bahkan negara, koordinasi menjadi hal yang sulit bagi sebuah tim. Pekerja harus sudah paham akan penggunaan teknologi yang bisa menunjang koordinasi antar rekan setimnya. Jika koordinasi ini menjadi masalah yang tidak dapat diselesaikan, maka kebijakan remote working bukanlah kebijakan kerja yang cocok untuk perusahaan.

3. Sulit menerapkan budaya kerja

HR akan kesulitan dalam menanamkan nilai-nilai budaya kerja jika pekerja tidak berada di satu tempat yang sama. Padahal, budaya kerja yang kuat tertanam di pekerja dapat menjadi aspek penting untuk employer branding sebuah perusahaan. Tapi, tentu saja, ada beberapa cara untuk mempertahankan budaya kerja walaupun seluruh pekerja bekerja secara remote. Artikel ini bisa membantu Anda dalam terus mengukuhkan budaya kerja perusahaan.

4. Waktu kerja yang tidak terbatas

Remote work membuat garis antara beristirahat dan bekerja menjadi samar. Banyak pekerja yang bahkan masih bekerja ketika jam kantor sudah lewat. Ada pekerja yang bahkan masih dihubungi oleh atasannya bahkan ketika hari sudah larut malam. Di Indonesia, sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan coaching dan leadership menyatakan dari 100 pekerja profesional yang bekerja secara remote, 70 persen dari mereka mengatakan sering kelelahan akibat jam kerja yang tidak beraturan.

Setiap keputusan yang diambil oleh perusahaan pasti memiliki konsekuensi bagi pekerja atau manajemen. Jika remote work tidak dilaksanakan sesuai standar operasional, pekerja bahkan bisa mengalami kelelahan secara fisik dan mental, serta mempengaruhi kinerjanya dalam bekerja, yang pada akhirnya, akan berdampak pada keuntungan perusahaan.

Ada baiknya, HR dan manajemen untuk menyusun secara matang SOP yang akan digunakan selama perusahaan menjalankan remote work di tengah pandemi. Pertimbangkan juga pengeluaran yang akan dikeluarkan oleh pekerja seandainya remote work akan menjadi kebijakan perusahaan yang tetap dan apakah perusahaan akan menanggungnya.

CTA

Artikel ini dilansir dari Forbes, Wellable, dan Indeed.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Remote Work

December 30, 2020

Setiap kebijakan yang diambil dan diimplementasikan oleh manusia, baik dalam kehidupannya sehari-hari, maupun dalam pekerjaan, pasti memiliki konsekuensinya tersendiri--entah itu baik atau buruk. Tidak terkecuali, ketika HR memutuskan untuk mengubah gaya kerja dan kebiasaan para pekerja, dari datang ke kantor menjadi bekerja jarak jauh, alias remote working.

Remote working, atau yang bisa juga dikenal sebagai telecommuting atau kerja fleksibel, merupakan gaya manajemen ketenagakerjaan yang memungkinkan para profesional untuk bekerja di luar perkantoran tradisional, seperti di rumah.

Konsep manajemen ketenagakerjaan ini didasari oleh pemahaman bahwa untuk sukses, bekerja tidak perlu dilakukan di suatu tempat tertentu agar bisa menghasilkan hasil kerja yang produktif dan efektif. Alih-alih pergi ke kantor setiap hari untuk bekerja dari meja yang telah dipilih atau ditentukan, pekerja jarak jauh ini dapat melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan mereka dan meraih target kerja mereka, di mana pun pekerja inginkan.

Pandemi virus COVID-19 juga membantu mempopulerkan remote work. Sejak pandemi melanda dan dikatakan mudah menular dan menjangkiti manusia tiap manusia, hampir seluruh negara di dunia menerapkan pembatasan sosial dan aktivitas dari rumah, termasuk Indonesia.

Menariknya, walaupun di Indonesia, gaya manajemen kerja ini terbilang baru dan beberapa dari perusahaan juga masih beradaptasi, di Amerika, gaya manajemen kerja ini sudah terbilang biasa dilakukan. Survei yang dilakukan Gallup pada 2016 mengatakan bahwa 43 persen pekerja di Amerika telah menghabiskan sebagian waktu bekerjanya untuk bekerja secara remote.

Bahkan, secara global, menurut survei yang melibatkan 18 ribu pekerja profesional di 96 perusahaan internasional, menyebut bahwa hampir 70 persen pekerja profesional sudah melakukan remote working seminggu sekali, dan 53 persen lainnya melakukan remote work sebanyak 3-4 hari dalam seminggu.

Tapi, tentu saja, ada kelebihan serta kekurangan yang akan dirasakan HR dan perusahaan ketika memutuskan untuk menerapkan kebijakan remote work. Anda pun harus tahu kelebihan serta kekurangan dari remote work, apalagi remote work digadang-gadang akan menjadi tren yang masih akan berlanjut di tahun 2021, atau bahkan menjadi tren menetap.

Kelebihan dari remote work

  1. Irit biaya

Dengan menerapkan kebijakan remote work, perusahaan tidak perlu lagi menanggung biaya transportasi pekerjanya. Perusahaan juga tidak perlu menyewa banyak ruang di sebuah perkantoran untuk menempatkan pekerjanya serta membeli banyak peralatan kerja, seperti meja, kursi, atau pengeluaran esensial lainnya seperti listrik dan biaya berlangganan internet.

2. Permudah rekrutmen

Ada kalanya, perusahaan sulit menemukan kandidat yang siap untuk datang ke kantor dan tepat untuk mengisi celah keterampilan yang ada. Terkadang, kandidat yang memenuhi kualifikasi dan kebutuhan malah tinggal di kota lain yang memiliki jarak yang cukup jauh dari kantor.

Dengan menerapkan kebijakan kerja jarak jauh, bukan hal yang tidak mungkin bagi perusahaan untuk bisa merekrut kandidat yang memiliki kualifikasi dan memenuhi kebutuhan perusahaan walaupun kandidat tersebut tinggal jauh dari kantor perusahaan.

3. Kepuasan bekerja

Perusahaan dapat meningkatkan tingkat kepuasan pekerjanya dengan menerapkan kebijakan bekerja jarak jauh. Lewat kebijakan ini, pekerja bisa lebih leluasa dalam mempergunakan waktunya dan mencari tempat terbaiknya untuk tetap produktif dan menghasilkan hasil pekerjaan yang efektif. Tingginya tingkat kepuasan pekerja juga bisa meningkatkan angka retensi pekerja dan meningkatkan angka produktivitas yang dimiliki pekerja

4. Produktivitas

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business Review, 4,4 persen hasil pekerjaan dari pekerja mengalami peningkatkan setelah perusahaan menerapkan kebijakan remote working. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Stanford juga mengatakan bahwa 13 persen dari 16 ribu pekerja yang bekerja secara remote mengalami peningkatkan produktivitas.

Kekurangan dari remote work

  1. Tidak untuk semua pekerjaan

Sayangnya, kebijakan manajemen untuk melakukan remote work tidak untuk semua jenis perusahaan. Remote work lebih cocok untuk diterapkan di perusahaan yang dapat memberikan hak otonomi kepada pekerjanya, seperti perusahaan start-up dan teknologi. Sedangkan pekerjaan seperti akuntan, tenaga kesehatan, frontliner bank, memiliki kemungkinan yang sedikit dalam menerapkan kebijakan remote work.

2. Sulit berkoordinasi

Karena pekerja yang tersebar di berbagai daerah dan kota, atau bahkan negara, koordinasi menjadi hal yang sulit bagi sebuah tim. Pekerja harus sudah paham akan penggunaan teknologi yang bisa menunjang koordinasi antar rekan setimnya. Jika koordinasi ini menjadi masalah yang tidak dapat diselesaikan, maka kebijakan remote working bukanlah kebijakan kerja yang cocok untuk perusahaan.

3. Sulit menerapkan budaya kerja

HR akan kesulitan dalam menanamkan nilai-nilai budaya kerja jika pekerja tidak berada di satu tempat yang sama. Padahal, budaya kerja yang kuat tertanam di pekerja dapat menjadi aspek penting untuk employer branding sebuah perusahaan. Tapi, tentu saja, ada beberapa cara untuk mempertahankan budaya kerja walaupun seluruh pekerja bekerja secara remote. Artikel ini bisa membantu Anda dalam terus mengukuhkan budaya kerja perusahaan.

4. Waktu kerja yang tidak terbatas

Remote work membuat garis antara beristirahat dan bekerja menjadi samar. Banyak pekerja yang bahkan masih bekerja ketika jam kantor sudah lewat. Ada pekerja yang bahkan masih dihubungi oleh atasannya bahkan ketika hari sudah larut malam. Di Indonesia, sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan coaching dan leadership menyatakan dari 100 pekerja profesional yang bekerja secara remote, 70 persen dari mereka mengatakan sering kelelahan akibat jam kerja yang tidak beraturan.

Setiap keputusan yang diambil oleh perusahaan pasti memiliki konsekuensi bagi pekerja atau manajemen. Jika remote work tidak dilaksanakan sesuai standar operasional, pekerja bahkan bisa mengalami kelelahan secara fisik dan mental, serta mempengaruhi kinerjanya dalam bekerja, yang pada akhirnya, akan berdampak pada keuntungan perusahaan.

Ada baiknya, HR dan manajemen untuk menyusun secara matang SOP yang akan digunakan selama perusahaan menjalankan remote work di tengah pandemi. Pertimbangkan juga pengeluaran yang akan dikeluarkan oleh pekerja seandainya remote work akan menjadi kebijakan perusahaan yang tetap dan apakah perusahaan akan menanggungnya.

CTA

Artikel ini dilansir dari Forbes, Wellable, dan Indeed.

Written by Stefanny

Categories

Tags