Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

5 Cara Hadapi Tren HR di Tahun 2021

December 18, 2020

Tahun 2020 tentu saja berhasil mengajarkan setiap orang apa arti dari bertahan hidup dan beradaptasi dengan cepat di lingkungan yang tidak bersahabat dan tidak pernah dilalui sebelumnya. Tahun 2020 juga menjadi bukti bahwa manusia memiliki kemampuan untuk terus berkembang dan bergerak maju di tengah tekanan krisis dan menjadikan krisis sebagai pembelajaran baru.

JIka tahun 2020, tren HR adalah tentang “adaptasi dengan cepat” dan “bertahan hidup” akibat pandemi, maka keadaan akan berbalik di tahun 2021--setidaknya begitulah prediksi yang dibuat oleh lembaga konsultan kenamaan dunia, Deloitte. Dalam laporan Deloitte yang berjudul Global Human Capital Trends 2021 menyebut tren HR akan berfokus pada “bertahan untuk berkembang dan bergerak maju”. HR sudah harus siap untuk memberi pendekatan terbaru untuk menyambut setiap realita baru dan menggunakannya untuk menyusun kembali rencana serta asumsi yang sebelumnya dianggap tidak mungkin untuk dilaksanakan.

Lantas, bagaimana cara untuk bisa berkembang dan bergerak maju di tengah kondisi yang mengharuskan setiap HR untuk memikirkan solusi untuk survive?

Dari survei yang dilakukan oleh Deloitte kepada 6 ribu pekerja profesional, terdapat 5 cara yang dianggap jitu untuk menghadapi tahun 2021 dan fokus untuk bertahan hidup sambil berkembang dan juga bergerak maju.

  1. Integrasi kesehatan pekerja ke dalam pekerjaan itu sendiri

Program kesehatan, seperti kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan emosional dan sosial pekerja tidak lagi terpisah dari pekerjaan mereka. Nantinya, setiap tugas dan tanggung jawab yang dimiliki pekerja akan mempertimbangkan aspek kesehatan dan kualitas hidup agar pekerja dapat termotivasi untuk memberikan yang terbaik sebagai hasil dari pekerjaannya.

2. Beri pekerja atas kendali pekerjaannya

Pekerja akan diberikan kontrol lebih untuk pekerjaan mereka. Pekerja juga akan diberikan kesempatan lebih untuk belajar dari pengalaman yang mereka alami untuk diaplikasikan ke dalam tanggung jawab mereka. Selain itu, pekerja diberikan kesempatan untuk menggunakan semangat dan kegemaran mereka untuk memaksimalkan performa kerja mereka agar pekerja termotivasi dan lebih terhubung dan mencintai pekerjaannya.

3. Teknologi untuk tingkatkan cara kerja manusia

Teknologi tidak lagi menjadi musuh manusia. Melainkan menjadi teman yang dapat memaksimalkan kinerja manusia dalam bekerja. Nantinya, teknologi bisa menjadi rekan kerja manusia dalam pengambilan keputusan serta mempercepat proses kerja dan memberikan hasil yang terbaik untuk membantu pekerja dalam setiap tanggung jawab pekerjaannya.

4. Sifat dan kebiasaan pekerja sebagai potensi tenaga kerja

Data yang HR miliki tentang sifat dan kebiasaan yang dimiliki pekerjanya akan berguna untuk menyelaraskan pekerja dengan tujuan yang perusahaan miliki. HR yang lebih memahami kebutuhan pekerja dapat lebih mudah untuk mengembangkan kapabilitas pekerja dan menghargai nilai yang dimiliki setiap pekerja dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Lewat data ini, HR juga dapat membuat cara dan gaya baru dalam bekerja untuk munculkan potensi baru dalam diri setiap pekerja.

5. Tanggung jawab baru untuk HR

Standarisasi dan penegakan kebijakan untuk pekerja dari HR nantinya berfokus pada nilai kemanusiaan. HR tidak lagi jadi sekadar organisasi, melakukan menjadi individu yang dapat memimpin dan menanamkan pertimbangan kemanusiaan dalam setiap aspek pekerjaan. Bersama dengan pemimpin lainnya di perusahaan, HR nantinya bisa menata kembali bagaimana gaya kerja para pekerja di perusahaan.

Selain itu, terdapat kebijakan serta terobosan bagi divisi HR di seluruh dunia yang akan menjadi tren utama di tahun 2021 dan membantu perusahaan untuk bisa bangkit dari dampak negatif pandemi dan kembali beroperasi seperti semula. Lima kebijakan serta terobosan tersebut antara lain:

  1. Rumah sebagai kantor baru, tahun 2020 mengajarkan kepada seluruh pekerja perusahaan di muka bumi bahwa ternyata, bekerja bisa dilakukan di luar kantor, termasuk di tempat tinggal. Walaupun sebagian perusahaan sudah menyadari hal ini, namun lebih lagi, sekarang bekerja dari tempat tinggal bisa menjadi budaya baru yang diterapkan perusahaan. Sebut saja Microsoft, Twitter, atau Netflix, yang telah menjadikan kebijakan work from home sebagai kebijakan permanen bagi pekerjanya.

2. Tata ulang kebijakan serta aktivitas HR, HR tidak hanya bertindak sebagai jembatan antara manajemen dan pekerja. Namun lebih daripada itu, HR juga bertindak sebagai pihak yang dapat mendesain ulang gaya kerja perusahaan yang mengutamakan nilai-nilai humanisme dan memprioritaskan kemampuan setiap individu pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

3. Tata ulang employee experience, jika sebelum pandemi yang terjadi di tahun 2020, kandidat akan melalui serangkaian tahapan yang membutuhkan tatap muka dalam melakukan lamaran kerja dan pekerja juga terbiasa dengan kegiatan yang membutuhkan interaksi dunia nyata untuk kemudahan penyelesaian tugas dan tanggung jawab, maka setelah tahun 2020, HR harus memikirkan opsi dan mendesain ulang tahapan bekerja, di mana kandidat serta pekerja bisa melakukan serangkaian aktivitas tanpa interaksi nyata di dunia nyata.

4. Tidak ada lagi batasan generasi, tidak lagi ada batasan antara generasi X, generasi Y, dan generasi Z. Pekerjaan nantinya akan diisi oleh generasi yang lebih beragam selama pekerja dapat beradaptasi dan mengerti pekerjaan yang mereka lakoni. Pekerjaan yang membutuhkan kerja sama lintas generasi pun akan semakin banyak, dan tidak akan terpusat pada generasi tertentu.

5. Perusahaan akan lebih dinamis, untuk menyiasati krisis yang terjadi di tahun 2020 agar tidak terulang lagi di kemudian hari, perusahaan akan berusaha untuk bertindak lebih dinamis. Dinamisnya perusahaan akan memudahkan pekerja untuk melakukan pivot dan perencanaan strategi adaptasi dan bertahan yang lebih baik untuk menghadapi situasi yang penuh dengan ketidakpastian di kemudian hari.

Krisis yang ada di tahun 2020 tidak semua memberi nilai negatif terhadap kehidupan. Ada kalanya, di tengah krisis yang ada, manusia dapat menemukan nilai positif yang dapat dijadikan pembelajaran dan titik baru untuk memulai kehidupan serta gaya hidup yang baru. Termasuk dalam dunia kerja.

Anda sebagai HR dan rekruter pasti juga memiliki keinginan untuk memulai sesuatu yang baru dan berdampak positif serta mengefisiensi perusahaan dalam perekrutan kandidat baru. Seperti yang ada dalam cara hadapi tren HR 2021, teknologi akan menjadi bagian besar dalam proses kerja setiap pekerja, tidak terkecuali HR dan rekruter. Jika Anda merasa kesulitan dalam menerapkan teknologi dalam alur kerja rekruter, Kalibrr siap untuk memudahkan Anda dalam penerapan teknologi tersebut.

Klik banner di bawah ini atau hubungi Sales Representative Kalibrr Indonesia untuk informasi lebih lanjut tentang teknologi terkini yang dapat diaplikasikan ke dalam pekerjaan Anda!

CTA

Artikel dilansir dari Deloitte, Gartner, dan Digital HR Tech.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

5 Cara Hadapi Tren HR di Tahun 2021

December 18, 2020

Tahun 2020 tentu saja berhasil mengajarkan setiap orang apa arti dari bertahan hidup dan beradaptasi dengan cepat di lingkungan yang tidak bersahabat dan tidak pernah dilalui sebelumnya. Tahun 2020 juga menjadi bukti bahwa manusia memiliki kemampuan untuk terus berkembang dan bergerak maju di tengah tekanan krisis dan menjadikan krisis sebagai pembelajaran baru.

JIka tahun 2020, tren HR adalah tentang “adaptasi dengan cepat” dan “bertahan hidup” akibat pandemi, maka keadaan akan berbalik di tahun 2021--setidaknya begitulah prediksi yang dibuat oleh lembaga konsultan kenamaan dunia, Deloitte. Dalam laporan Deloitte yang berjudul Global Human Capital Trends 2021 menyebut tren HR akan berfokus pada “bertahan untuk berkembang dan bergerak maju”. HR sudah harus siap untuk memberi pendekatan terbaru untuk menyambut setiap realita baru dan menggunakannya untuk menyusun kembali rencana serta asumsi yang sebelumnya dianggap tidak mungkin untuk dilaksanakan.

Lantas, bagaimana cara untuk bisa berkembang dan bergerak maju di tengah kondisi yang mengharuskan setiap HR untuk memikirkan solusi untuk survive?

Dari survei yang dilakukan oleh Deloitte kepada 6 ribu pekerja profesional, terdapat 5 cara yang dianggap jitu untuk menghadapi tahun 2021 dan fokus untuk bertahan hidup sambil berkembang dan juga bergerak maju.

  1. Integrasi kesehatan pekerja ke dalam pekerjaan itu sendiri

Program kesehatan, seperti kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan emosional dan sosial pekerja tidak lagi terpisah dari pekerjaan mereka. Nantinya, setiap tugas dan tanggung jawab yang dimiliki pekerja akan mempertimbangkan aspek kesehatan dan kualitas hidup agar pekerja dapat termotivasi untuk memberikan yang terbaik sebagai hasil dari pekerjaannya.

2. Beri pekerja atas kendali pekerjaannya

Pekerja akan diberikan kontrol lebih untuk pekerjaan mereka. Pekerja juga akan diberikan kesempatan lebih untuk belajar dari pengalaman yang mereka alami untuk diaplikasikan ke dalam tanggung jawab mereka. Selain itu, pekerja diberikan kesempatan untuk menggunakan semangat dan kegemaran mereka untuk memaksimalkan performa kerja mereka agar pekerja termotivasi dan lebih terhubung dan mencintai pekerjaannya.

3. Teknologi untuk tingkatkan cara kerja manusia

Teknologi tidak lagi menjadi musuh manusia. Melainkan menjadi teman yang dapat memaksimalkan kinerja manusia dalam bekerja. Nantinya, teknologi bisa menjadi rekan kerja manusia dalam pengambilan keputusan serta mempercepat proses kerja dan memberikan hasil yang terbaik untuk membantu pekerja dalam setiap tanggung jawab pekerjaannya.

4. Sifat dan kebiasaan pekerja sebagai potensi tenaga kerja

Data yang HR miliki tentang sifat dan kebiasaan yang dimiliki pekerjanya akan berguna untuk menyelaraskan pekerja dengan tujuan yang perusahaan miliki. HR yang lebih memahami kebutuhan pekerja dapat lebih mudah untuk mengembangkan kapabilitas pekerja dan menghargai nilai yang dimiliki setiap pekerja dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Lewat data ini, HR juga dapat membuat cara dan gaya baru dalam bekerja untuk munculkan potensi baru dalam diri setiap pekerja.

5. Tanggung jawab baru untuk HR

Standarisasi dan penegakan kebijakan untuk pekerja dari HR nantinya berfokus pada nilai kemanusiaan. HR tidak lagi jadi sekadar organisasi, melakukan menjadi individu yang dapat memimpin dan menanamkan pertimbangan kemanusiaan dalam setiap aspek pekerjaan. Bersama dengan pemimpin lainnya di perusahaan, HR nantinya bisa menata kembali bagaimana gaya kerja para pekerja di perusahaan.

Selain itu, terdapat kebijakan serta terobosan bagi divisi HR di seluruh dunia yang akan menjadi tren utama di tahun 2021 dan membantu perusahaan untuk bisa bangkit dari dampak negatif pandemi dan kembali beroperasi seperti semula. Lima kebijakan serta terobosan tersebut antara lain:

  1. Rumah sebagai kantor baru, tahun 2020 mengajarkan kepada seluruh pekerja perusahaan di muka bumi bahwa ternyata, bekerja bisa dilakukan di luar kantor, termasuk di tempat tinggal. Walaupun sebagian perusahaan sudah menyadari hal ini, namun lebih lagi, sekarang bekerja dari tempat tinggal bisa menjadi budaya baru yang diterapkan perusahaan. Sebut saja Microsoft, Twitter, atau Netflix, yang telah menjadikan kebijakan work from home sebagai kebijakan permanen bagi pekerjanya.

2. Tata ulang kebijakan serta aktivitas HR, HR tidak hanya bertindak sebagai jembatan antara manajemen dan pekerja. Namun lebih daripada itu, HR juga bertindak sebagai pihak yang dapat mendesain ulang gaya kerja perusahaan yang mengutamakan nilai-nilai humanisme dan memprioritaskan kemampuan setiap individu pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

3. Tata ulang employee experience, jika sebelum pandemi yang terjadi di tahun 2020, kandidat akan melalui serangkaian tahapan yang membutuhkan tatap muka dalam melakukan lamaran kerja dan pekerja juga terbiasa dengan kegiatan yang membutuhkan interaksi dunia nyata untuk kemudahan penyelesaian tugas dan tanggung jawab, maka setelah tahun 2020, HR harus memikirkan opsi dan mendesain ulang tahapan bekerja, di mana kandidat serta pekerja bisa melakukan serangkaian aktivitas tanpa interaksi nyata di dunia nyata.

4. Tidak ada lagi batasan generasi, tidak lagi ada batasan antara generasi X, generasi Y, dan generasi Z. Pekerjaan nantinya akan diisi oleh generasi yang lebih beragam selama pekerja dapat beradaptasi dan mengerti pekerjaan yang mereka lakoni. Pekerjaan yang membutuhkan kerja sama lintas generasi pun akan semakin banyak, dan tidak akan terpusat pada generasi tertentu.

5. Perusahaan akan lebih dinamis, untuk menyiasati krisis yang terjadi di tahun 2020 agar tidak terulang lagi di kemudian hari, perusahaan akan berusaha untuk bertindak lebih dinamis. Dinamisnya perusahaan akan memudahkan pekerja untuk melakukan pivot dan perencanaan strategi adaptasi dan bertahan yang lebih baik untuk menghadapi situasi yang penuh dengan ketidakpastian di kemudian hari.

Krisis yang ada di tahun 2020 tidak semua memberi nilai negatif terhadap kehidupan. Ada kalanya, di tengah krisis yang ada, manusia dapat menemukan nilai positif yang dapat dijadikan pembelajaran dan titik baru untuk memulai kehidupan serta gaya hidup yang baru. Termasuk dalam dunia kerja.

Anda sebagai HR dan rekruter pasti juga memiliki keinginan untuk memulai sesuatu yang baru dan berdampak positif serta mengefisiensi perusahaan dalam perekrutan kandidat baru. Seperti yang ada dalam cara hadapi tren HR 2021, teknologi akan menjadi bagian besar dalam proses kerja setiap pekerja, tidak terkecuali HR dan rekruter. Jika Anda merasa kesulitan dalam menerapkan teknologi dalam alur kerja rekruter, Kalibrr siap untuk memudahkan Anda dalam penerapan teknologi tersebut.

Klik banner di bawah ini atau hubungi Sales Representative Kalibrr Indonesia untuk informasi lebih lanjut tentang teknologi terkini yang dapat diaplikasikan ke dalam pekerjaan Anda!

CTA

Artikel dilansir dari Deloitte, Gartner, dan Digital HR Tech.

Written by Stefanny

Categories

Tags