Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

5 Langkah Pertahankan Budaya Tempat Kerja di Tengah Pandemi

November 24, 2020

Di waktu yang tidak dapat memberikan kepastian seperti saat ini, ketika pekerja melakukan dan menyelesaikan seluruh pekerjaannya secara remote, menjaga budaya tempat kerja menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dan orang-orang yang menjadi bagian di dalamnya. Setelah membangun dan menjaga budaya tempat kerja dengan usaha terbaik, tentu saja perusahaan tidak ingin budaya tempat kerja hilang begitu saja termakan waktu dan dilupakan akibat pandemi.

Dalam mempertahankan budaya tempat kerja selagi seluruh pekerja berada jauh dari kantor, melestarikan budaya tempat kerja bukan hanya sekadar membuat acara temu-kangen secara virtual atau membuat aktivitas team-building dan kemudian menyerahkan segalanya kepada pekerja.

Sebuah studi yang dipublikasi oleh Mercer, menjelaskan bahwa lebih dari 40 persen bisnis perusahaan mengalami dampak yang cukup signifikan akibat perpindahan pekerja dari kantor ke rumah dan mengalami perubahan budaya tempat kerja karena pekerja yang bekerja secara virtual. Selain itu, menurut survei yang dilaksanakan oleh TELUS International, hampir setengah lebih (51 persen) dari responden yang merupakan pekerja mengatakan mereka merasa terpisahkan dari rekan kerja dan budaya kerja perusahaan sejak bekerja secara remote.

Lalu, survei yang dibuat oleh Hinge Research Institute dari Virginia, AS, menyebutkan bahwa dari seluruh responden yang talent pencari kerja, 57 persen dari mereka menyebut bahwa budaya tempat kerja sama pentingnya dengan gaji yang ditawarkan perusahaan. 73 persen responden juga menyebut bahwa budaya tempat kerja menjadi salah satu elemen yang dilihat dari sebuah perusahaan yang akan dituju--yang artinya, budaya tempat kerja merupakan elemen penting dalam employer branding sebuah perusahaan.

Pentingnya budaya tempat kerja bagi sebuah perusahaan dan reputasinya, dan sulitnya mempertahankan budaya tempat kerja selagi seluruh pekerja melakukan remote-working, Kalibrr telah menyusun langkah-langkah agar perusahaan bisa terus mempertahankan budaya tempat kerja yang telah dibangun dan dilestarikan:

  1. Perlakukan pekerja dengan benar

Bangun budaya tempat kerja yang sehat dan positif walaupun saling berjarak dengan memperlakukan mereka sebaik mungkin, seperti memberikan deskripsi pekerjaan dengan detail dan terarah, lanjutkan benefit kerja yang telah sebelumnya pekerja dapatkan, berikan target KPI yang masuk akal di kondisi pandemi seperti ini.

2. Komunikasi

Walaupun komunikasi hanya terjalin secara virtual, maka perusahaan dan pekerja harus belajar bagaimana cara berkomunikasi yang efektif lewat teknologi yang ada. Jangan takut over-communicate, semua orang membutuhkan detail yang jelas dalam melakukan pekerjaan--apalagi jika komunikasi dilakukan secara virtual.

3. Transparan

Di situasi yang tidak menentu ini, pasti ada rasa takut di benak setiap pekerja akan kemungkinan mereka ter-PHK. Berikan informasi keadaan perusahaan dengan transparan kepada pekerja. Jangan buat mereka khawatir akan posisi dan jabatan mereka di perusahaan. Jika nantinya perusahaan harus melakukan PHK, lakukan juga dengan transparan.

4. Fokus pada budaya tempat kerja yang ada

Jika sebelum pandemi dan work from home dilakukan, pekerja sering melakukan kegiatan olahraga bersama di akhir pekan, atau makan siang bersama di kantin kantor, maka biarkan dan ajak pekerja untuk tetap melestarikan kegiatan-kegiatan tersebut secara virtual. Kegiatan-kegiatan seperti itu bisa memperkuat bonding antar pekerja yang mulai renggang akibat tidak bertemu dalam waktu yang lama.

5. Tingkatkan work-life balance pekerja

Ingatkan pekerja untuk bekerja sesuai jam kerja. Jika ada pekerjaan yang belum selesai dan tidak mendesak, ajak pekerja untuk melanjutkannya lagi di keesokan hari. Ingatkan pekerja untuk selalu menjaga kesehatan fisik dan mental mereka, dan jangan sungkan jika harus mengambil waktu libur atau cuti.

Menjaga dan mempertahankan budaya tempat kerja ketika seluruh pekerja menjalankan work from home memang sulit. Namun, budaya tempat kerja merupakan salah satu aspek krusial bagi keberlangsungan operasional bisnis dan juga kelangsungan finansial perusahaan.

Sebagai timbal balik dari seluruh usaha mempertahankan budaya tempat kerja ini adalah meningkatkan produktivitas dan keinginan kolektif untuk mencapai tujuan dari visi dan misi perusahaan. Hal ini dapat membawa perusahaan untuk mendapatkan hasil yang positif. Budaya tempat kerja yang dilestarikan dan diamalkan tiap pekerja juga dapat menjadi salah satu aspek dalam employer branding yang menguntungkan pekerja dan juga perusahaan.

CTA

Artikel ini dllansir dari The Balance Careers, Forbes, dan Inc.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

5 Langkah Pertahankan Budaya Tempat Kerja di Tengah Pandemi

November 24, 2020

Di waktu yang tidak dapat memberikan kepastian seperti saat ini, ketika pekerja melakukan dan menyelesaikan seluruh pekerjaannya secara remote, menjaga budaya tempat kerja menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dan orang-orang yang menjadi bagian di dalamnya. Setelah membangun dan menjaga budaya tempat kerja dengan usaha terbaik, tentu saja perusahaan tidak ingin budaya tempat kerja hilang begitu saja termakan waktu dan dilupakan akibat pandemi.

Dalam mempertahankan budaya tempat kerja selagi seluruh pekerja berada jauh dari kantor, melestarikan budaya tempat kerja bukan hanya sekadar membuat acara temu-kangen secara virtual atau membuat aktivitas team-building dan kemudian menyerahkan segalanya kepada pekerja.

Sebuah studi yang dipublikasi oleh Mercer, menjelaskan bahwa lebih dari 40 persen bisnis perusahaan mengalami dampak yang cukup signifikan akibat perpindahan pekerja dari kantor ke rumah dan mengalami perubahan budaya tempat kerja karena pekerja yang bekerja secara virtual. Selain itu, menurut survei yang dilaksanakan oleh TELUS International, hampir setengah lebih (51 persen) dari responden yang merupakan pekerja mengatakan mereka merasa terpisahkan dari rekan kerja dan budaya kerja perusahaan sejak bekerja secara remote.

Lalu, survei yang dibuat oleh Hinge Research Institute dari Virginia, AS, menyebutkan bahwa dari seluruh responden yang talent pencari kerja, 57 persen dari mereka menyebut bahwa budaya tempat kerja sama pentingnya dengan gaji yang ditawarkan perusahaan. 73 persen responden juga menyebut bahwa budaya tempat kerja menjadi salah satu elemen yang dilihat dari sebuah perusahaan yang akan dituju--yang artinya, budaya tempat kerja merupakan elemen penting dalam employer branding sebuah perusahaan.

Pentingnya budaya tempat kerja bagi sebuah perusahaan dan reputasinya, dan sulitnya mempertahankan budaya tempat kerja selagi seluruh pekerja melakukan remote-working, Kalibrr telah menyusun langkah-langkah agar perusahaan bisa terus mempertahankan budaya tempat kerja yang telah dibangun dan dilestarikan:

  1. Perlakukan pekerja dengan benar

Bangun budaya tempat kerja yang sehat dan positif walaupun saling berjarak dengan memperlakukan mereka sebaik mungkin, seperti memberikan deskripsi pekerjaan dengan detail dan terarah, lanjutkan benefit kerja yang telah sebelumnya pekerja dapatkan, berikan target KPI yang masuk akal di kondisi pandemi seperti ini.

2. Komunikasi

Walaupun komunikasi hanya terjalin secara virtual, maka perusahaan dan pekerja harus belajar bagaimana cara berkomunikasi yang efektif lewat teknologi yang ada. Jangan takut over-communicate, semua orang membutuhkan detail yang jelas dalam melakukan pekerjaan--apalagi jika komunikasi dilakukan secara virtual.

3. Transparan

Di situasi yang tidak menentu ini, pasti ada rasa takut di benak setiap pekerja akan kemungkinan mereka ter-PHK. Berikan informasi keadaan perusahaan dengan transparan kepada pekerja. Jangan buat mereka khawatir akan posisi dan jabatan mereka di perusahaan. Jika nantinya perusahaan harus melakukan PHK, lakukan juga dengan transparan.

4. Fokus pada budaya tempat kerja yang ada

Jika sebelum pandemi dan work from home dilakukan, pekerja sering melakukan kegiatan olahraga bersama di akhir pekan, atau makan siang bersama di kantin kantor, maka biarkan dan ajak pekerja untuk tetap melestarikan kegiatan-kegiatan tersebut secara virtual. Kegiatan-kegiatan seperti itu bisa memperkuat bonding antar pekerja yang mulai renggang akibat tidak bertemu dalam waktu yang lama.

5. Tingkatkan work-life balance pekerja

Ingatkan pekerja untuk bekerja sesuai jam kerja. Jika ada pekerjaan yang belum selesai dan tidak mendesak, ajak pekerja untuk melanjutkannya lagi di keesokan hari. Ingatkan pekerja untuk selalu menjaga kesehatan fisik dan mental mereka, dan jangan sungkan jika harus mengambil waktu libur atau cuti.

Menjaga dan mempertahankan budaya tempat kerja ketika seluruh pekerja menjalankan work from home memang sulit. Namun, budaya tempat kerja merupakan salah satu aspek krusial bagi keberlangsungan operasional bisnis dan juga kelangsungan finansial perusahaan.

Sebagai timbal balik dari seluruh usaha mempertahankan budaya tempat kerja ini adalah meningkatkan produktivitas dan keinginan kolektif untuk mencapai tujuan dari visi dan misi perusahaan. Hal ini dapat membawa perusahaan untuk mendapatkan hasil yang positif. Budaya tempat kerja yang dilestarikan dan diamalkan tiap pekerja juga dapat menjadi salah satu aspek dalam employer branding yang menguntungkan pekerja dan juga perusahaan.

CTA

Artikel ini dllansir dari The Balance Careers, Forbes, dan Inc.

Written by Stefanny

Categories

Tags