Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Kalibrr Indonesia

Perlukah Perusahaanmu Miliki Chief Medical Officer?

October 6, 2020

Januari 2020. Awal tahun di dekade yang baru. Masyarakat dunia dikejutkan dengan munculnya dan menyebarnya virus baru yang diberi nama Covid-19. Virus yang masih masuk ke dalam golongan virus corona--yang juga menjadi cikal bakal dari virus MERS dan SARS yang terjadi beberapa tahun yang lalu--ini menular begitu cepat, bahkan bagi sebagian orang cukup mematikan. Sayangnya, hingga kini, belum ditemukan vaksin atau obat yang dapat mencegah semakin merebaknya virus ini. Peneliti kesehatan pun terus berpacu dengan waktu untuk menghentikan penyebaran virus yang sudah menjadi pandemi ini.

Kehidupan masyarakat pun seperti diacak untuk kembali ditata-ulang. Tidak adanya patokan terbaik untuk menangani pandemi ini membuat kebijakan yang dibuat pemerintah dan otoritas kesehatan sering inkonsisten dan malah bersifat kontradiktif satu sama lain. Tidak hanya pemimpin negara dan otoritas kesehatan yang tampaknya kebingungan dalam menangani situasi ini, tapi juga para pemimpin perusahaan dan tim Divisi Human Resource.

Di tengah situasi yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, muncullah suatu posisi pekerjaan yang rasanya cukup penting untuk dimiliki perusahaan. Chief Medical Officer (CMO) atau Direktur Kesehatan, menjadi posisi yang digadang-gadang menjadi salah satu posisi pemimpin penting di struktur organisasi perusahaan.

Ada beberapa perusahaan yang telah memiliki posisi CMO dalam struktur direksinya, antara lain Alphabet Inc., yang menjadi induk dari Google dan Royal Caribbean Cruise. Selain itu ada Constellation Brands, FMCG yang menaungi merek minuman ternama seperti Corona Beer, juga sudah memiliki CMO-nya sendiri. Alasan yang diberi ketiga contoh perusahaan itu cukup simpel: direksi perusahaan saat ini tidak cukup mengerti ataupun memiliki kapabilitas yang cukup untuk memberikan kebijakan perihal protokol kesehatan yang bijak bagi perusahaan mereka di masa pandemi ini.

Lantas, mengapa posisi ini penting bagi sebuah perusahaan? Simak tiga alasannya di bawah ini:

  1. Menjaga Kesehatan Pekerja

Pekerja menjadi elemen penting bagi struktur organisasi perusahaan. Tanpa mereka, operasional usaha tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Pekerja juga menjadi garda terdepan bagi sebuah perusahaan, yang seringkali berhadapan langsung dengan konsumen atau bekerja di lapangan. Dengan hadirnya Chief Medical Officer, pekerja menjadi merasa terjamin kesehatannya--baik fisik maupun mental--karena ada pemimpin yang mengerti dan peduli akan kesehatan mereka. Dan tentu saja, kehadiran CMO akan membuat pekerja menjadi merasa aman dan tenang dalam bekerja.

2. Menjamin Keamanan Konsumen

Kehadiran CMO juga bisa menjaga konsumen dari resiko terpapar infeksi penyakit menular. Posisi CMO dapat diandalkan untuk menentukan kebijakan regulasi kesehatan dalam perusahaan, seperti kapan harus melakukan work-from-home untuk mengurangi tingkat resiko penularan penyakit, atau menerjemahkan data-data kesehatan menjadi informasi yang dapat disebarkan perusahaan khususnya yang berhubungan dengan konsumen perusahaan.

3. Memahami Kebijakan Kesehatan

Organisasi kesehatan seperti WHO atau otoritas kesehatan publik setempat seringkali mengeluarkan kebijakan yang tumpang-tindih atau terkesan sulit untuk dicerna pekerja dan diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Di sinilah tugas CMO akan sangat diperlukan untuk memahami dan membawa perusahaan untuk beradaptasi dengan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan tersebut.

Kondisi-kondisi darurat kesehatan seperti ini memang tidak dapat diprediksi kehadirannya. Namun, diharapkan dengan hadirnya CMO dalam perusahaan dapat memberikan bantuan strategis mengenai kesehatan pada organisasi tersebut.


Artikel ini di lansir dari Harvard Business Review dan The Wallstreet Journal.

Written by Stefanny
Kalibrr Indonesia

Perlukah Perusahaanmu Miliki Chief Medical Officer?

October 6, 2020

Januari 2020. Awal tahun di dekade yang baru. Masyarakat dunia dikejutkan dengan munculnya dan menyebarnya virus baru yang diberi nama Covid-19. Virus yang masih masuk ke dalam golongan virus corona--yang juga menjadi cikal bakal dari virus MERS dan SARS yang terjadi beberapa tahun yang lalu--ini menular begitu cepat, bahkan bagi sebagian orang cukup mematikan. Sayangnya, hingga kini, belum ditemukan vaksin atau obat yang dapat mencegah semakin merebaknya virus ini. Peneliti kesehatan pun terus berpacu dengan waktu untuk menghentikan penyebaran virus yang sudah menjadi pandemi ini.

Kehidupan masyarakat pun seperti diacak untuk kembali ditata-ulang. Tidak adanya patokan terbaik untuk menangani pandemi ini membuat kebijakan yang dibuat pemerintah dan otoritas kesehatan sering inkonsisten dan malah bersifat kontradiktif satu sama lain. Tidak hanya pemimpin negara dan otoritas kesehatan yang tampaknya kebingungan dalam menangani situasi ini, tapi juga para pemimpin perusahaan dan tim Divisi Human Resource.

Di tengah situasi yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, muncullah suatu posisi pekerjaan yang rasanya cukup penting untuk dimiliki perusahaan. Chief Medical Officer (CMO) atau Direktur Kesehatan, menjadi posisi yang digadang-gadang menjadi salah satu posisi pemimpin penting di struktur organisasi perusahaan.

Ada beberapa perusahaan yang telah memiliki posisi CMO dalam struktur direksinya, antara lain Alphabet Inc., yang menjadi induk dari Google dan Royal Caribbean Cruise. Selain itu ada Constellation Brands, FMCG yang menaungi merek minuman ternama seperti Corona Beer, juga sudah memiliki CMO-nya sendiri. Alasan yang diberi ketiga contoh perusahaan itu cukup simpel: direksi perusahaan saat ini tidak cukup mengerti ataupun memiliki kapabilitas yang cukup untuk memberikan kebijakan perihal protokol kesehatan yang bijak bagi perusahaan mereka di masa pandemi ini.

Lantas, mengapa posisi ini penting bagi sebuah perusahaan? Simak tiga alasannya di bawah ini:

  1. Menjaga Kesehatan Pekerja

Pekerja menjadi elemen penting bagi struktur organisasi perusahaan. Tanpa mereka, operasional usaha tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Pekerja juga menjadi garda terdepan bagi sebuah perusahaan, yang seringkali berhadapan langsung dengan konsumen atau bekerja di lapangan. Dengan hadirnya Chief Medical Officer, pekerja menjadi merasa terjamin kesehatannya--baik fisik maupun mental--karena ada pemimpin yang mengerti dan peduli akan kesehatan mereka. Dan tentu saja, kehadiran CMO akan membuat pekerja menjadi merasa aman dan tenang dalam bekerja.

2. Menjamin Keamanan Konsumen

Kehadiran CMO juga bisa menjaga konsumen dari resiko terpapar infeksi penyakit menular. Posisi CMO dapat diandalkan untuk menentukan kebijakan regulasi kesehatan dalam perusahaan, seperti kapan harus melakukan work-from-home untuk mengurangi tingkat resiko penularan penyakit, atau menerjemahkan data-data kesehatan menjadi informasi yang dapat disebarkan perusahaan khususnya yang berhubungan dengan konsumen perusahaan.

3. Memahami Kebijakan Kesehatan

Organisasi kesehatan seperti WHO atau otoritas kesehatan publik setempat seringkali mengeluarkan kebijakan yang tumpang-tindih atau terkesan sulit untuk dicerna pekerja dan diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Di sinilah tugas CMO akan sangat diperlukan untuk memahami dan membawa perusahaan untuk beradaptasi dengan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan tersebut.

Kondisi-kondisi darurat kesehatan seperti ini memang tidak dapat diprediksi kehadirannya. Namun, diharapkan dengan hadirnya CMO dalam perusahaan dapat memberikan bantuan strategis mengenai kesehatan pada organisasi tersebut.


Artikel ini di lansir dari Harvard Business Review dan The Wallstreet Journal.

Written by Stefanny

Categories

Tags