Kalibrr

Blog

Everything you need to know about the Future of Work
Productivity + Tools

Artificial Intelligence (AI): Manfaat dan Kegunaannya dalam Proses Recruitment

December 16, 2019

Anda mungkin sudah tidak asing lagi ketika mendengar tentang teknologi Artificial Intelligence, atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan AI. Terlebih lagi, kehadiran AI sudah beberapa kali disebutkan di artikel-artikel Kalibrr sebelumnya. Salah satu pembahasan tentang AI yang pernah kami bahas yaitu Mengurangi “Bias” dengan Teknologi AI dalam Recruitment 4.0

Teknologi AI merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi yang terjadi dalam bidang recruitment. Seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, AI hadir untuk mengurangi bias manusia yang tanpa disadari sering terjadi dalam proses recruitment. Selain itu, jika dilihat lebih jauh lagi, ternyata manfaat dan kegunaan teknologi AI tidak berhenti sampai disitu saja, dimana AI juga memiliki beberapa manfaat dan kegunaan lainnya.

Al benefits in recruitment process

Ketika membicarakan tentang manfaat, tentunya harus ada hasil yang memudahkan atau menguntungkan suatu pekerjaan. Salah satu manfaat AI recruitment yang paling sering dibicarakan mungkin adalah untuk memudahkan recruiter dalam menyaring setiap lamaran yang masuk dengan melihat dan mempelajari keterampilan para kandidat, yang kemudian kandidat akan direkomendasikan ke lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka tersebut.

Dalam kata lain, AI dalam recruitment hadir untuk membantu mengurangi beban pekerjaan recruiter yang sebelumnya harus men-listing kandidat secara manual. Namun ternyata, masih ada beberapa manfaat lain yang tentunya akan membantu proses recruitment di perusahaan Anda. Beberapa diantaranya adalah:

Selain manfaat tersebut, ada pula cara yang efektif untuk digunakan dalam memanfaatkan teknologi AI supaya rekruter bisa langsung merasakan manfaat dari AI tersebut, yaitu:

1.    Menetapkan proses recruitment yang adil

Membuat proses recruitment yang adil dan menekankan keanekaragaman harus menjadi prioritas utama bagi setiap tim rekrutmen. Proses recruitment yang transparan dan adil tidak hanya mengarah pada pengalaman kandidat yang berkesan, tetapi pada akhirnya juga menghasilkan recruitment yang lebih baik. Pengalaman kandidat juga penting untuk membangun citra baik perusahaan. Dengan citra perusahaan yang baik, maka perusahaan tidak akan begitu sulit untuk menemukan kandidat sesuai dengan apa yang diinginkan perusahaan seperti yang ada di dalam artikel Mengenal Lebih Dekat Candidate Experience

AI dalam proses rekrutmen sangat cocok untuk mendorong terjadinya proses recruitment yang adil, karena AI memanfaatkan data objektif untuk membuat keputusan. Recruiter sebaiknya perlu memperbarui teknik recruitment untuk benar-benar mendorong kesempatan yang sama untuk setiap kandidat yang mendaftar. Dengan adanya kehadiran teknologi Al, hal ini bisa diwujudkan dengan mudah. Secara tidak langsung, AI berpotensi untuk mengurangi segala bentuk pengeluaran dan kerugian yang diakibatkan oleh salah rekrut, baik kerugian dalam hal waktu, materiil, maupun immaterial.

2.    Mengurangi kesalahan dalam proses rekrutmen

artifical intelligence

 

Teknologi recruitment yang memanfaatkan AI seperti Applicant Tracking Systems (ATS) atau chatbots dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam proses recruitment , dan memastikan masalah tersebut berhenti terjadi. AI dapat terus memantau dan menganalisis proses rekrutmen ketika terjadi kesalahan, dan menyarankan perbaikan serta proses baru untuk mengatasi masalah. Demikian juga, aplikasi seperti chatbots dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap seorang kandidat mengajukan pertanyaan atau mengirim e-mail, setiap pertanyaan tersebut akan mendapatkan balasan langsung.

Melalui serangkaian pemantauan berkelanjutan, peningkatan, dan otomatisasi, AI dapat digunakan untuk mengurangi jumlah kesalahan dalam keseluruhan proses perekrutan. Dengan adanya lebih sedikit kesalahan, maka akan lebih banyak pengalaman yang lebih baik, yang berarti akan meningkatkan hasil yang baik pula untuk perusahaan Anda.

3.    Meningkatkan penggunaan analitik dan metrik

Al dalam recruitment dapat meningkatkan banyaknya analitik, metrik, dan data. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui bahwa dalam satu dekade terakhir ini, banyak bisnis yang telah memanfaatkan Big Data. Berkat ledakan teknologi digital dan berbagai cara untuk melacak dan mengumpulkan informasi tentang klien dan kandidat, banyak perusahaan memiliki kelebihan data yang dapat digunakan untuk bekerja.

Perusahaan yang telah rajin mengumpulkan data tentang karyawannya sangat cocok untuk memanfaatkan AI untuk langkah selanjutnya dalam peningkatan proses. Platform terintegrasi yang digerakkan AI dalam proses rekrutmen akan memungkinkan pengumpulan poin data secara terus-menerus pada kandidat dan karyawan Anda. Ini akan memungkinkan Anda untuk memantau metrik inti yang penting bagi bisnis Anda, dan mengubah strategi Anda untuk memastikan bahwa Anda mencapai sasaran dengan tepat.

4.    Membuat proses recruitment menjadi lebih cepat dan efisien

artifical intelligence

 

Dengan mengotomatiskan tugas yang menghabiskan waktu cukup banyak, dan memfokuskan pada metrik yang mendorong hasil terbaik, recruitment team mampu secara drastis meningkatkan kecepatan dan efisiensi proses recruitment. Recruitment team yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tugas-tugas yang dapat dilakukan oleh mesin tidak akan mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya manusia mereka, yang dapat berpengaruh pada kinerja dan efisiensi dari keseluruhan proses recruitment.

Dengan demikian, ada beberapa aktivitas dalam proses recruitment yang lebih cocok untuk dilakukan otomatisasi agar proses recruitment bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Tugas komunikasi misalnya, yang membutuhkan email atau informasi yang sama untuk dikirim berulang kali akan jauh lebih cocok diotomatisasi untuk dikirimkan secara massal pada waktu yang ditentukan.

AI dalam proses recruitment dianggap sebagai tool terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan output tim Anda. Recruiter hendaknya lebih banyak berkecimpung untuk tugas-tugas yang lebih strategis, sementara AI dapat menangani tugas yang sifatnya berulang dan menyortir banyak data. Dengan demikian, proses recruitment akan berjalan lebih cepat.

5.    Memungkinkan penilaian yang lebih baik

Terakhir, AI dalam proses recruitment dapat digunakan untuk meningkatkan cara Anda ketika menilai kandidat yang mendaftar. ATS misalnya, memanfaatkan kecerdasan buatan untuk dengan cepat menyaring resume untuk kualifikasi yang telah ditentukan terkait dengan persyaratan lowongan yang terbuka.

ATS juga mampu berperan untuk membuat proses recruitment secara lebih transparan melalui dashboard yang disediakan, sehingga jika terjadi bottleneck di suatu proses recruitment akan dapat dengan mudah diidentifikasi dan diambil langkah penanggulangannya. ATS terbaik harus memiliki fitur yang dapat mengintegrasikan berbagai peralatan penunjang produktivitas dalam satu pintu - seperti sistem chat dan penjadwalan interview yang tersedia di platform Kalibrr. Selain itu ATS yang baik juga mampu memberikan data dan analytics mendalam yang dapat digunakan oleh rekruter untuk memperbaiki prosesnya.

Demikian juga, mengotomatisasi sumber pencarian kandidat dapat mempercepat dan memperluas jangkauan Anda di media sosial, forum, dan sebagainya. AI dapat digunakan untuk menganalisis ratusan profil, serta untuk menemukan dan mengirim pesan kepada kandidat yang pasif namun memiliki profil yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

 

Kalibrr adalah salah satu hiring platform yang telah menggunakan teknologi AI. Advance technology AI Kalibrr disini membantu menyaring dan merekomendasikan daftar-daftar kandidat dengan keterampilan, pengalaman, dan preferensi yang sesuai dengan kebutuhan rekruter. Selain itu, masih ada fitur-fitur Kalibrr lainnya yang akan lebih memudahkan para recruiter untuk bisa berdaptasi dengan revolusi Recruitment 4.0, yang tentunya juga akan membantu proses recruitment menjadi lebih baik lagi!

cta

 

Productivity + Tools

Artificial Intelligence (AI): Manfaat dan Kegunaannya dalam Proses Recruitment

December 16, 2019

Anda mungkin sudah tidak asing lagi ketika mendengar tentang teknologi Artificial Intelligence, atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan AI. Terlebih lagi, kehadiran AI sudah beberapa kali disebutkan di artikel-artikel Kalibrr sebelumnya. Salah satu pembahasan tentang AI yang pernah kami bahas yaitu Mengurangi “Bias” dengan Teknologi AI dalam Recruitment 4.0

Teknologi AI merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi yang terjadi dalam bidang recruitment. Seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, AI hadir untuk mengurangi bias manusia yang tanpa disadari sering terjadi dalam proses recruitment. Selain itu, jika dilihat lebih jauh lagi, ternyata manfaat dan kegunaan teknologi AI tidak berhenti sampai disitu saja, dimana AI juga memiliki beberapa manfaat dan kegunaan lainnya.

Al benefits in recruitment process

Ketika membicarakan tentang manfaat, tentunya harus ada hasil yang memudahkan atau menguntungkan suatu pekerjaan. Salah satu manfaat AI recruitment yang paling sering dibicarakan mungkin adalah untuk memudahkan recruiter dalam menyaring setiap lamaran yang masuk dengan melihat dan mempelajari keterampilan para kandidat, yang kemudian kandidat akan direkomendasikan ke lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka tersebut.

Dalam kata lain, AI dalam recruitment hadir untuk membantu mengurangi beban pekerjaan recruiter yang sebelumnya harus men-listing kandidat secara manual. Namun ternyata, masih ada beberapa manfaat lain yang tentunya akan membantu proses recruitment di perusahaan Anda. Beberapa diantaranya adalah:

Selain manfaat tersebut, ada pula cara yang efektif untuk digunakan dalam memanfaatkan teknologi AI supaya rekruter bisa langsung merasakan manfaat dari AI tersebut, yaitu:

1.    Menetapkan proses recruitment yang adil

Membuat proses recruitment yang adil dan menekankan keanekaragaman harus menjadi prioritas utama bagi setiap tim rekrutmen. Proses recruitment yang transparan dan adil tidak hanya mengarah pada pengalaman kandidat yang berkesan, tetapi pada akhirnya juga menghasilkan recruitment yang lebih baik. Pengalaman kandidat juga penting untuk membangun citra baik perusahaan. Dengan citra perusahaan yang baik, maka perusahaan tidak akan begitu sulit untuk menemukan kandidat sesuai dengan apa yang diinginkan perusahaan seperti yang ada di dalam artikel Mengenal Lebih Dekat Candidate Experience

AI dalam proses rekrutmen sangat cocok untuk mendorong terjadinya proses recruitment yang adil, karena AI memanfaatkan data objektif untuk membuat keputusan. Recruiter sebaiknya perlu memperbarui teknik recruitment untuk benar-benar mendorong kesempatan yang sama untuk setiap kandidat yang mendaftar. Dengan adanya kehadiran teknologi Al, hal ini bisa diwujudkan dengan mudah. Secara tidak langsung, AI berpotensi untuk mengurangi segala bentuk pengeluaran dan kerugian yang diakibatkan oleh salah rekrut, baik kerugian dalam hal waktu, materiil, maupun immaterial.

2.    Mengurangi kesalahan dalam proses rekrutmen

artifical intelligence

 

Teknologi recruitment yang memanfaatkan AI seperti Applicant Tracking Systems (ATS) atau chatbots dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam proses recruitment , dan memastikan masalah tersebut berhenti terjadi. AI dapat terus memantau dan menganalisis proses rekrutmen ketika terjadi kesalahan, dan menyarankan perbaikan serta proses baru untuk mengatasi masalah. Demikian juga, aplikasi seperti chatbots dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap seorang kandidat mengajukan pertanyaan atau mengirim e-mail, setiap pertanyaan tersebut akan mendapatkan balasan langsung.

Melalui serangkaian pemantauan berkelanjutan, peningkatan, dan otomatisasi, AI dapat digunakan untuk mengurangi jumlah kesalahan dalam keseluruhan proses perekrutan. Dengan adanya lebih sedikit kesalahan, maka akan lebih banyak pengalaman yang lebih baik, yang berarti akan meningkatkan hasil yang baik pula untuk perusahaan Anda.

3.    Meningkatkan penggunaan analitik dan metrik

Al dalam recruitment dapat meningkatkan banyaknya analitik, metrik, dan data. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui bahwa dalam satu dekade terakhir ini, banyak bisnis yang telah memanfaatkan Big Data. Berkat ledakan teknologi digital dan berbagai cara untuk melacak dan mengumpulkan informasi tentang klien dan kandidat, banyak perusahaan memiliki kelebihan data yang dapat digunakan untuk bekerja.

Perusahaan yang telah rajin mengumpulkan data tentang karyawannya sangat cocok untuk memanfaatkan AI untuk langkah selanjutnya dalam peningkatan proses. Platform terintegrasi yang digerakkan AI dalam proses rekrutmen akan memungkinkan pengumpulan poin data secara terus-menerus pada kandidat dan karyawan Anda. Ini akan memungkinkan Anda untuk memantau metrik inti yang penting bagi bisnis Anda, dan mengubah strategi Anda untuk memastikan bahwa Anda mencapai sasaran dengan tepat.

4.    Membuat proses recruitment menjadi lebih cepat dan efisien

artifical intelligence

 

Dengan mengotomatiskan tugas yang menghabiskan waktu cukup banyak, dan memfokuskan pada metrik yang mendorong hasil terbaik, recruitment team mampu secara drastis meningkatkan kecepatan dan efisiensi proses recruitment. Recruitment team yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tugas-tugas yang dapat dilakukan oleh mesin tidak akan mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya manusia mereka, yang dapat berpengaruh pada kinerja dan efisiensi dari keseluruhan proses recruitment.

Dengan demikian, ada beberapa aktivitas dalam proses recruitment yang lebih cocok untuk dilakukan otomatisasi agar proses recruitment bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Tugas komunikasi misalnya, yang membutuhkan email atau informasi yang sama untuk dikirim berulang kali akan jauh lebih cocok diotomatisasi untuk dikirimkan secara massal pada waktu yang ditentukan.

AI dalam proses recruitment dianggap sebagai tool terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan output tim Anda. Recruiter hendaknya lebih banyak berkecimpung untuk tugas-tugas yang lebih strategis, sementara AI dapat menangani tugas yang sifatnya berulang dan menyortir banyak data. Dengan demikian, proses recruitment akan berjalan lebih cepat.

5.    Memungkinkan penilaian yang lebih baik

Terakhir, AI dalam proses recruitment dapat digunakan untuk meningkatkan cara Anda ketika menilai kandidat yang mendaftar. ATS misalnya, memanfaatkan kecerdasan buatan untuk dengan cepat menyaring resume untuk kualifikasi yang telah ditentukan terkait dengan persyaratan lowongan yang terbuka.

ATS juga mampu berperan untuk membuat proses recruitment secara lebih transparan melalui dashboard yang disediakan, sehingga jika terjadi bottleneck di suatu proses recruitment akan dapat dengan mudah diidentifikasi dan diambil langkah penanggulangannya. ATS terbaik harus memiliki fitur yang dapat mengintegrasikan berbagai peralatan penunjang produktivitas dalam satu pintu - seperti sistem chat dan penjadwalan interview yang tersedia di platform Kalibrr. Selain itu ATS yang baik juga mampu memberikan data dan analytics mendalam yang dapat digunakan oleh rekruter untuk memperbaiki prosesnya.

Demikian juga, mengotomatisasi sumber pencarian kandidat dapat mempercepat dan memperluas jangkauan Anda di media sosial, forum, dan sebagainya. AI dapat digunakan untuk menganalisis ratusan profil, serta untuk menemukan dan mengirim pesan kepada kandidat yang pasif namun memiliki profil yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

 

Kalibrr adalah salah satu hiring platform yang telah menggunakan teknologi AI. Advance technology AI Kalibrr disini membantu menyaring dan merekomendasikan daftar-daftar kandidat dengan keterampilan, pengalaman, dan preferensi yang sesuai dengan kebutuhan rekruter. Selain itu, masih ada fitur-fitur Kalibrr lainnya yang akan lebih memudahkan para recruiter untuk bisa berdaptasi dengan revolusi Recruitment 4.0, yang tentunya juga akan membantu proses recruitment menjadi lebih baik lagi!

cta

 

Categories

Tags