Skip to main content
Ciptakan Proses Rekrutmen yang Mengutamakan Kandidat
Management

Ciptakan Proses Rekrutmen yang Mengutamakan Kandidat

By Tanisha Harahap on May 15, 2019

 

Di era yang serba digital ini, memiliki candidate experience yang menonjol tentunya menjadi prasyarat untuk memikat keinginan kandidat untuk melamar. Hal ini membuat proses rekrutmen menjadi lebih kompetitif, dan sebagai rekruter, tugas terpenting adalah untuk dapat memastikan kandidat memiliki candidate experience yang mengesankan.

Hanya saja, seorang rekruter tidak bisa mengatur seluruh aspek dari proses rekrutmen, ada beberapa hal lain yang hanya dapat diatur diluar kendali mereka. Tetapi, sebagai salah satu tim yang berperan besar dalam proses rekrutmen, seorang rekruter dapat memandu proses kandidat dari awal sampai akhir. Jadi, bagaimanakah cara seorang rekruter dapat menciptakan proses rekrutmen yang mengutamakan pengalaman kandidat?

Sebagai platform rekrutmen andalan perusahaan-perusahaan unicorns di Indonesia, Kalibrr sering berbincang bersama rekruter-rekruter handal untuk mendapatkan insights mengenai informasi rekrutmen. Nah, dari sekian banyak rekruter yang berhasil kami interview, beginilah tanggapan mereka mengenai pentingnya candidate experience, dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan seorang rekruter untuk memperoleh kesuksesan itu.

Berikut adalah tips-tips dari mereka:

  1. Posisikan fokus Anda terhadap “kenapa” dan bukan “bagaimana”

Hubungan antara rekruter dan kandidat adalah kunci untuk menciptakan proses rekrutmen yang mengutamakan pengalaman “candidate-first”. Saat Anda yakin bahwa kandidat memiliki skill-set yang memenuhi syarat, Anda juga harus mengerti alasan mengapa mereka berminat untuk melamar.

  • Cari tahu hal apa yang memotivasi mereka

Mulailah dengan pertanyaan seperti “Apa yang memotivasi Anda untuk merespon tawaran saya?” Mungkin tawaran menarik Anda memikat perhatian mereka, tetapi ada juga alasan lain mengapa mereka memutuskan untuk bekerja dengan Anda, contohnya: mereka nge-fans dengan perusahaan Anda ataupun mereka tertarik untuk mencoba bekerja di bidang lain seperti e-commerce.

Jika Anda telah mendapatkan jawaban dari mereka, sampaikanlah informasi ini kepada tim HR Anda, dan mintalah tim HR Anda untuk mendukung motivasi mereka.

  1. Hindari pemikiran “one-size-fits-all”

Sebagian besar dari proses rekrutmen mengikuti proses yang sama bagi semua kandidat, tetapi apa salahnya jika prosesnya candidate experience adalah fokus utama Anda, Anda juga harus mempunyai keinginan untuk membuat workflow yang unik untuk level skill-set yang berbeda.

Contohnya:proses rekrutmen dengan posisi yang dilamar oleh kandidat yang masih tergolong junior dengan inbound applications yang tinggi dapat diawali dengan skills-assessment test. Untuk posisi yang lebih senior dengan jumlah inbound applicants yang lebih sedikit, dapat menyelesaikan skill-assessment test di akhir proses untuk dapat dievaluasi lebih dalam. Workflow ideal Anda dapat disesuaikan dengan posisi yang ditawarkan, dan flow dari hiring pipeline Anda.

Apakah Anda menemukan kandidat yang mempunyai skills yang tepat dan sudah 100% cocok untuk menjadi anggota tambahan dalam tim Anda - tetapi kandidat Anda masih tidak yakin dengan keinginan mereka untuk bekerja di perusahaan Anda? Jangan khawatir, undanglah mereka untuk datang ke kantor dan berikan tur singkat untuk memperkenalkan mereka dengan suasana kerja Anda. Mungkin dengan cara ini, mereka akan lebih terpikat untuk menerima tawaran Anda, dan meningkatkan kemungkinan Anda untuk merekrut mereka dengan sukses

  1. Jadikan advokasi kandidat sebagai misi Anda

Seorang rekruter dapat menjadi dorongan terbesar kandidat. Dari awal proses rekrutmen, kontak pertama kandidat adalah rekruter dan tentunya mereka akan bergantung kepada rekruter untuk mendapatkan dukungan. Lihatlah dari sisi positifnya! seorang rekruterlah yang bertanggung jawab untuk membantu kandidat untuk mengekspresikan kemauan mereka selama proses rekrutmen. Itu berarti Anda dapat memastikan adanya kecocokan yang kuat dengan tim rekruter yang ikut berperan, contohnya: tim HR, interviewers dan leadership team. Hubungan ini sangat penting untuk memastikan jalinan yang baik dengan para kandidat, dan memastikan mereka untuk menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan Anda.

  • Memprioritaskan keinginan kandidat

Cara yang paling optimal dimulai dari proses sourcing. Pastikan kandidat Anda diberikan informasi yang lengkap mengenai pekerjaan yang mereka lamar. Dimulai dari: siapakah tim mereka, apakah deskripsi pekerjaan mereka, apa misi dari perusahaan Anda, dan lain-lainnya. Pastikan tidak ada hal yang janggal dan informasi yang diberikan tepat untuk menghindari miskomunikasi. No secrets - hal yang terpenting. Jika informasi yang diberikan jelas dan benar, kandidat dapat memperoleh kepercayaan Anda dari awal proses rekrutmen.

  • Posisikanlah diri Anda sebagai kontak pertama mereka

Cobalah untuk mengontak kandidat dengan cara yang ramah di setiap kesempatan yang Anda miliki, tapi pastikan Anda mengontak mereka pada waktu yang tepat. Jangan terlalu berlebihan, kandidat dapat merasa kesal karena terlalu banyak pesan yang Anda kirimkan.

Intinya adalah, pastikan hubungan Anda dan kandidat selalu terjalin dengan baik agar mereka dapat merasa dihargai dan mempunyai peran yang penting dalam proses Anda. Bahkan jika mereka bukanlah kandidat yang terpilih, dengan komunikasi yang baik, Anda dapat meninggalkan kesan positif kepada mereka, dan membuka peluang untuk meningkatkan antisipasi mereka agar mereka ingin melamar lagi kedepannya.