Skip to main content
Teknik STAR
Career Advice

Sukses Wawancara Seperti Bintang: Bercerita dengan Teknik STAR

By Diah Wahyu Asih on April 8, 2019

Kamu baru lulus dan baru pertama kali dipanggil wawancara? Atau kamu sudah berkali-kali pergi wawancara tapi masih tidak dapat-dapat juga? Kalibrr punya tips dan trik mudah yang bisa kamu coba untuk menjadikan wawancara selanjutnya adalah momen yang mengubah hidupmu! 

Teknik menjawab pertanyaan dengan metode STAR adalah cara yang bisa kamu aplikasikan di wawancaramu selanjutnya! STAR adalah teknik untuk menjawab behavioral interview questions. Tapi sebelum lanjut tentang apa itu STAR, kamu harus tahu dulu tentang behavioral interview questions itu apa sebenarnya. 

Behavioral Questions adalah jenis pertanyaan yang populer ditanyakan oleh sang pewawancara untuk tahu apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya. Nah, pertanyaan-pertanyaan model seperti ini biasanya terdengar mudah, tapi sebenarnya para rekruter menggunakan cara bertanya ini untuk menganalisa pekerjaan yang sudah kamu lakukan. Kamu tidak akan menyangka dari satu pertanyaan yang terlihat mudah, namun seorang rekruter bisa mengetahui seberapa jauh kemampuan dan kualitasmu, juga sebagai bentuk untuk menilai keabsahan mengenai kemampuan yang sudah kamu paparkan di CV.

Teknik STAR sangat berguna untuk menjawab pertanyaan seperti “Bagaimana kamu bekerja dalam sebuah tim?” atau “Bagaimana kamu menghadapi sebuah tantangan?” dengan cara yang dapat dinikmati oleh rekruter, sekaligus memberi nilai plus bagimu. 
 

ilustrasi teknik STAR
ilustrasi teknik STAR

STAR: Cara-Cara Mempersiapkan Sebuah Cerita

Wawancara adalah sebuah percakapan, dan cerita adalah satu hal yang dapat membuat percakapanmu menjadi menarik. Namun dalam kasus ini, ceritamu tentu saja harus relevan, dan bicara tentang relevansi, maka kamu harus benar-benar memahami deskripsi pekerjaanmu terlebih dahulu. Cari tahu apa yang dituntut dari peran pekerjaanmu, skill yang dibutuhkan, dan juga kualifikasi untuk peran tersebut. Barulah dari situ kamu bisa mencari cerita yang cocok untuk diceritakan dalam wawancaramu. 

Setelah tahu elemen apa saja yang ingin kamu angkat dari ceritamu, maka tahap pertama dalam menyusun jawaban dengan teknik STAR adalah Situasi (Situation). Apa konteks dari ceritamu? Ingat, yang tahu ceritamu adalah kamu sendiri, maka dari itu, konteks dan deskripsi tentang suasana dalam cerita tersebut menjadi penting. Sebagai contoh, kamu bisa memulai dengan “Waktu kuliah, saya pernah menjadi ketua panitia untuk pentas seni di kampus saya.”

Tahap kedua adalah Tugas (Task); Apa peranmu dalam situasi tersebut? Jelaskan secara detail apa yang kamu lakukan dalam kapasitasmu. Kamu bisa melanjutkan contoh sebelumnya dengan lebih menjelaskan detail pekerjaanmu seperti “...sebagai ketua, saya bertugas untuk mengatur semua anggota panitia dalam menjalankan tugas yang sudah diberikan, dan bertanggung jawab untuk terlaksananya kegiatan.”

Aksi (Action) merupakan bagian ketiga dari teknik STAR. Sesuai namanya, jelaskan lebih lanjut mengenai apa yang kamu lakukan sebagai pemenuhan tugasmu. Misalnya, “Saya melakukan pertemuan dengan masing-masing ketua divisi untuk semakin mengetahui sampai di mana alur kerja mereka. Terlepas dari itu, saya juga sering mendatangi tempat-tempat pertemuan dan melihat langsung proses persiapan masing-masing tim.”

Tahap terakhir adalah Hasil (Result); apa yang terjadi setelah kamu melakukan hal tersebut? Jelaskan hal apa yang bisa kamu dapatkan dari pengalaman, apa yang bisa direfleksikan dari kontribusimu. Kamu bisa mengakhiri contoh-contoh di atas dengan “Pada akhirnya kami berhasil menjalankan pentas seni dengan meriah dan lancar. Ini semua karena pemantauan yang rutin dan saya juga bisa melihat langsung proses persiapan masing-masing divisi, sehingga bila ada masalah yang terjadi, dapat saya tangani sesegera mungkin.” 

Setelah Merangkai Cerita: Latihan, Latihan, dan Latihan

Jangan lupa untuk berlatih menceritakan kisahmu! Latihan menjadi sangat penting, apalagi jika kamu seorang yang malu untuk berbicara, mudah gugup, atau kurang percaya diri. Semakin kamu berlatih, kamu akan semakin nyaman menceritakan ceritamu.

Semua latihan ini berguna untuk melatih kelancaran berbicara dan kepercayaan dirimu. Jangan khawatir jika kamu tidak bisa mengantisipasi semua pertanyaan behavioral seperti ini, namun dengan berlatih dari satu cerita saja, kamu bisa menarik banyak hal dari detail-detail kecil di cerita pilihanmu dengan lebih meyakinkan.

Apapun ceritamu, selalu persiapkan awal, inti, dan kesimpulan cerita. Kamu juga bisa memilih cerita dengan akhir yang tidak begitu memuaskan, selama kamu bisa mengambil hikmah yang positif dari ceritamu. Kamu juga bisa meminta temanmu menjadi penonton dan mendapatkan opini tambahan.

Ikuti tahap-tahap ini, dan kamu tidak akan menjadikan momen wawancaramu yang kali ini menjadi jawaban dari pertanyaan “Apakah kamu pernah membuat kesalahan dan bagaimana kamu menyelesaikannya” di lain waktu. Semoga sukses!

 

Writer: Jeanny Sunjaya