Kalibrr

Advice

Professional career advice for professionals
Kalibrr Indonesia

Maslow’s Hierarchy of Needs : Rahasia Suksesnya Employee Retention

July 3, 2021

Kehilangan karyawan yang terampil akibat resign dapat dianggap sebagai kemunduran bagi perusahaan mana pun. Meskipun selalu ada talenta - talenta baru di dunia kerja tapi jika perusahaan kehilangan karyawannya, perusahaan juga harus menanggung kerugian dalam proses rekrutmennya. Perusahaan harus menyiapkan kembali proses rekrutmen dari awal hingga pemberian training yang tentunya membutuhkan cukup banyak waktu, biaya dan tenaga.  

“The great resignation wave is real” dilansir dari situs Forbes dikatakan bahwa pengunduran diri besar - besaran itu adalah nyata.

Menurut Visier ( HR analytics software) menegaskan bahwa fenomena resign ini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan semula. Visier menemukan bahwa tingkat pengunduran diri mencapai lonjakan signifikan dari Juli hingga September, bahkan selama pandemi. Data tahun 2021 menunjukkan bahwa tingkat pengunduran diri mulai meningkat dibanding tahun - tahun sebelumnya, terutama di bidang teknologi dan perawatan kesehatan.

Praktik employee retention adalah cara tepat untuk mengatasi hal ini. Anda harus menentukan strategi apa yang dapat membangun retensi karyawan saat ini dan apa hal - hal khusus yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan efektivitasnya.

Sebelum menyusun strategi terbaik untuk perusahaan Anda, mengevaluasi dan menyempurnakan upaya retensi dengan mengacu pada hierarki kebutuhan Maslow dapat membantu Anda menjadi lebih relevan, karena teori ini berisi lima jenis kebutuhan yang dapat memotivasi seseorang, yang telah dirangking oleh Abraham Maslow dalam bentuk hirarki atau tangga. Situasi setiap individu saat ini menentukan tingkat kebutuhan mana yang paling penting bagi mereka pada waktu tertentu. Bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan ini memberikan kontribusi terhadap kepuasan kerja karyawan, dapat menghasilkan turnover yang lebih rendah dan tingkat retensi karyawan yang lebih tinggi.

Apa saja kelima kebutuhan tersebut, dapat Anda simak di sini :

1. Physiological Needs

Tempat untuk bekerja, gaji bulanan tetap, lingkungan kerja yang nyaman dan fasilitas - fasilitas penunjang seperti kopi, air, dan tempat istirahat termasuk dalam kebutuhan fisiologis yang dibutuhkan karyawan.

2. Safety Needs

Kebutuhan yang termasuk dalam hal ini adalah seperti kontrak kerja formal, tunjangan - tunjangan dari perusahaan (transportasi, makan, sll), skema pensiun serta asuransi kesehatan juga harus diperhatikan .

3. Social needs

Mengelola kebutuhan sosial karyawan biasanya dapat dilakukan dengan melakukan rotasi divisi maupun departemen, selain itu mengadakan kegiatan - kegiatan sosial ataupun outbond juga dapat dilakukan. Tapi karena kondisi pandemi yang tidak memungkinkan, Anda dapat memanfaatkan alat komunikasi seperti Skype, Zoom atau Google meet sebagai tempat untuk bersosialisasi. Anda juga dapat mengadakan kegiatan yang kreatif dan bersenang - senang seperti kuis online, karaoke virtual, dll.

4. Self esteem need

Anda dapat memberi penghargaan atas kontribusi karyawan dengan memberi pujian dan mengadakan acara penghargaan atas pencapaian para karyawan. Kebutuhan ini sangat penting bagi karyawan untuk meningkatkan rasa percaya diri atas hasil kerja keras mereka.

5. Self Actualisation

Pengembangan, pelatihan, pendampingan, dan kesempatan untuk promosi memungkinkan karyawan untuk untuk menjadi versi terbaik dari dirinya dan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

Dengan adanya teori ini dapat membantu perusahaan dan khususnya divisi sumber daya untuk membuat keputusan cerdas yang membuat karyawan tetap setia dan loyal kepada perusahaan. Tapi perlu Anda ingat, sebelum bisa memuaskan kebutuhan di level berikutnya, kebutuhan di level sebelumnya harus dipenuhi terlebih dahulu.

CTA

Artikel dilansir dari Forbes dan Assuredstrategy.

Written by Indah Suryani
Kalibrr Indonesia

Maslow’s Hierarchy of Needs : Rahasia Suksesnya Employee Retention

July 3, 2021

Kehilangan karyawan yang terampil akibat resign dapat dianggap sebagai kemunduran bagi perusahaan mana pun. Meskipun selalu ada talenta - talenta baru di dunia kerja tapi jika perusahaan kehilangan karyawannya, perusahaan juga harus menanggung kerugian dalam proses rekrutmennya. Perusahaan harus menyiapkan kembali proses rekrutmen dari awal hingga pemberian training yang tentunya membutuhkan cukup banyak waktu, biaya dan tenaga.  

“The great resignation wave is real” dilansir dari situs Forbes dikatakan bahwa pengunduran diri besar - besaran itu adalah nyata.

Menurut Visier ( HR analytics software) menegaskan bahwa fenomena resign ini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan semula. Visier menemukan bahwa tingkat pengunduran diri mencapai lonjakan signifikan dari Juli hingga September, bahkan selama pandemi. Data tahun 2021 menunjukkan bahwa tingkat pengunduran diri mulai meningkat dibanding tahun - tahun sebelumnya, terutama di bidang teknologi dan perawatan kesehatan.

Praktik employee retention adalah cara tepat untuk mengatasi hal ini. Anda harus menentukan strategi apa yang dapat membangun retensi karyawan saat ini dan apa hal - hal khusus yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan efektivitasnya.

Sebelum menyusun strategi terbaik untuk perusahaan Anda, mengevaluasi dan menyempurnakan upaya retensi dengan mengacu pada hierarki kebutuhan Maslow dapat membantu Anda menjadi lebih relevan, karena teori ini berisi lima jenis kebutuhan yang dapat memotivasi seseorang, yang telah dirangking oleh Abraham Maslow dalam bentuk hirarki atau tangga. Situasi setiap individu saat ini menentukan tingkat kebutuhan mana yang paling penting bagi mereka pada waktu tertentu. Bagaimana perusahaan memenuhi kebutuhan ini memberikan kontribusi terhadap kepuasan kerja karyawan, dapat menghasilkan turnover yang lebih rendah dan tingkat retensi karyawan yang lebih tinggi.

Apa saja kelima kebutuhan tersebut, dapat Anda simak di sini :

1. Physiological Needs

Tempat untuk bekerja, gaji bulanan tetap, lingkungan kerja yang nyaman dan fasilitas - fasilitas penunjang seperti kopi, air, dan tempat istirahat termasuk dalam kebutuhan fisiologis yang dibutuhkan karyawan.

2. Safety Needs

Kebutuhan yang termasuk dalam hal ini adalah seperti kontrak kerja formal, tunjangan - tunjangan dari perusahaan (transportasi, makan, sll), skema pensiun serta asuransi kesehatan juga harus diperhatikan .

3. Social needs

Mengelola kebutuhan sosial karyawan biasanya dapat dilakukan dengan melakukan rotasi divisi maupun departemen, selain itu mengadakan kegiatan - kegiatan sosial ataupun outbond juga dapat dilakukan. Tapi karena kondisi pandemi yang tidak memungkinkan, Anda dapat memanfaatkan alat komunikasi seperti Skype, Zoom atau Google meet sebagai tempat untuk bersosialisasi. Anda juga dapat mengadakan kegiatan yang kreatif dan bersenang - senang seperti kuis online, karaoke virtual, dll.

4. Self esteem need

Anda dapat memberi penghargaan atas kontribusi karyawan dengan memberi pujian dan mengadakan acara penghargaan atas pencapaian para karyawan. Kebutuhan ini sangat penting bagi karyawan untuk meningkatkan rasa percaya diri atas hasil kerja keras mereka.

5. Self Actualisation

Pengembangan, pelatihan, pendampingan, dan kesempatan untuk promosi memungkinkan karyawan untuk untuk menjadi versi terbaik dari dirinya dan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

Dengan adanya teori ini dapat membantu perusahaan dan khususnya divisi sumber daya untuk membuat keputusan cerdas yang membuat karyawan tetap setia dan loyal kepada perusahaan. Tapi perlu Anda ingat, sebelum bisa memuaskan kebutuhan di level berikutnya, kebutuhan di level sebelumnya harus dipenuhi terlebih dahulu.

CTA

Artikel dilansir dari Forbes dan Assuredstrategy.

Written by Indah Suryani

Categories

Tags