Kalibrr

Advice

Professional career advice for professionals
Career Advice

5 Aplikasi untuk Bantu Permudah Digital Marketing

March 2, 2021

Data yang dihasilkan dari marketing bisa jadi modal utama informasi yang dibutuhkan sales untuk melakukan penjualan produk atau jasa perusahaan. Termasuk juga, data dari digital marketing.

Sebagai digital marketer, kamu perlu tahu banget bagaimana performance dari digital marketing yang telah kamu lakukan selama ini untuk meningkatkan profit perusahaan, dan apakah berbagai macam digital marketing yang kamu lakukan benar-benar menghasilkan bagi perusahaan. Kamu juga harus memastikan, performance dari digital marketing sejalan dengan goal yang telah ditetapkan pada awal dimulainya proses digital marketing.

Untungnya, di era canggih ini, kamu enggak perlu susah payah menyebar survei ke publik untuk mengetahui performa dari strategi digital marketing yang kamu jalani. Atau melakukan wawancara secara random untuk mengetahui apakah pasar menyambut baik strategi digital marketing-mu.

Kini, performa hingga efektivitas dari strategi digital marketing-mu dapat terukur dan terpantau lewat digital marketing analytics tools. Dari penelusuran yang Kalibrr lakukan, terdapat lima analytics tools yang dapat membantu kamu untuk menentukan efektivitas dan kesuksesan strategi digital marketing-mu:

  1. Media sosial monitoring: Hootsuite dan Later

Dengan pengguna aktif mencapai 500 juta akun, Instagram merupakan salah satu platform digital marketing terbaik untuk kamu gunakan. Lewat Instagram, kamu enggak hanya menjangkau generasi Z, tapi juga millennials.

Untuk mengukur efektivitas dari strategi digital marketing-mu di Instagram, analytics tools seperti Hootsuite dan Later bisa jadi jawaban untuk menghitung jangkauan unggahan serta perkiraan akun-akun yang tertarik dengan produk atau jasa yang dipasarkan. Selain itu, kedua analytics tools ini dapat membantu kamu untuk menjadwalkan posting-an untuk media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Fitur-fitur yang ditawarkan kedua aplikasi ini juga menarik, antara lain tracking audiences untuk social listening, monitoring performa setiap posting-an yang diunggah dalam tiap media sosial. Selain itu, Hootsuite dan Later memungkinkan kamu sebagai digital marketer untuk mengintegrasikan Google Analytics dan Facebook Insights sebagai informasi tambahan untuk evaluasi strategi digital marketing-mu.

2. Track Lead Sources: Google Analytics

Sebagai digital marketer, pasti kamu punya dasar SEO dan mampu membaca grafik analytics untuk menentukan langkah strategi digital marketing selanjutnya. Betul? Pastinya juga, kamu khatam sama yang namanya Google Analytics.

Google Analytics, tuh, kayak “dosennya” analytics tools yang lain. Apalagi kalau yang harus kamu pantau efektivitas dan kesuksesannya itu merupakan website.

Dalam Google Analytics, kamu dapat membedakan mana traffic source yang organik, alias langsung ke search engine, direct sources yang berasal dari mengetikan URL di address bar browser, dan referrals yang memuat daftar website atau channel yang mengirimkan trafik pada web.

Intinya, sih, Google Analytics ini merupakan paket lengkap jika kamu ingin aplikasi yang dapat meng-cover kebutuhanmu akan pengukuran efektivitas dan kesuksesan strategi digital marketing-mu.

3. Email marketing: Marketo

Menurut studi yang dilakukan Campaign Monitor, setiap email marketing yang kamu kirimkan kepada audience dengan benar, dapat menghasilkan keuntungan bagi produk atau jasa yang kamu pasarkan.

Marketo ini bekerja sebagai analytics untuk membantumu menyasar audience yang paling tepat untuk dikirimkan pemasaran produk atau jasa lewat email. Selain itu, Marketo juga bisa membantu usaha strategi digital marketing-mu untuk mengintegrasikan media sosial dan digital advertising yang sedang dijalankan.

Selain itu, menurut press release yang dipublikasi oleh Marketo, kini aplikasi email analytics ini sudah bekerja sama dengan Google Cloud untuk memberikan solusi meningkatkan engagement perusahaan di dunia digital. Jangan lupakan juga, Marketo merupakan salah satu anak usaha dari Adobe. Jadi sudah cukup teruji sepak terjangnya di dunia digital.

4. Studi kompetitor: Ahrefs

Namanya juga usaha, pasti punya kompetitor. Dan untuk menghasilkan strategi bisnis dan digital marketing terbaik, kamu harus mampu menganalisis kelemahan dari kompetitor agar perusahaan dapat selangkah lebih maju dibanding yang lain.

Sebenarnya, untuk mengetahui persepsi publik tentang perusahaan tempat kamu bekerja dan perusahaan kompetitor bisa saja dilakukan secara manual, dengan mengetikkan keyword yang dekat dengan perusahaan. Namun, cara ini tergolong sangat oldschool untuk dijalankan.

Nah, sekarang ada aplikasi analytics tools yang bisa membantu kamu untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan kompetitormu. Namanya Ahrefs. Ahrefs dapat menganalisis strategi digital marketing yang dijalankan kompetitor. Tentu saja, semua data kompetitor akan dibandingkan dengan performa strategi digital marketing perusahaan tempatmu bekerja

5. Digital advertising: Facebook Ads

Nah, yang aplikasi yang satu ini juga merupakan leluhur dari aplikasi digital marketing analytics tools yang lain, nih. Facebook Ads kini menjadi salah satu primadona aplikasi analytics tools-nya para digital marketer karena banyak digital marketer yang menggunakan layanan paid advertisement.

Facebook Ads memiliki kemampuan untuk membantu digital marketer menargetkan customer atau klien potensial mereka. Selama digital marketer bisa menentukan metrics dan memasukkannya ke dalam fitur Facebook Ads, bisa dipastikan, akan banyak audience yang melihat dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk atau jasa yang ditawarkan.

Data merupakan tonggak utama dari digital marketing. Data yang didapatkan dari analytics tools bisa berguna untuk membantu digital marketer menentukan strategi yang harus diambil selanjutnya dan mengidentifikasi kekurangan dari strategi yang ada.

Dengan menggunakan analytics tools yang tepat, kamu dapat menggunakan dan memaksimalkan data yang ada untuk mengembangkan bisnis dan perusahaan ke dunia digital yang akan semakin maju ke depannya.

tips interview via telepon


Artikel dilansir dari Entrepreneur, Neil Patel, dan Medium.

Written by Stefanny
Career Advice

5 Aplikasi untuk Bantu Permudah Digital Marketing

March 2, 2021

Data yang dihasilkan dari marketing bisa jadi modal utama informasi yang dibutuhkan sales untuk melakukan penjualan produk atau jasa perusahaan. Termasuk juga, data dari digital marketing.

Sebagai digital marketer, kamu perlu tahu banget bagaimana performance dari digital marketing yang telah kamu lakukan selama ini untuk meningkatkan profit perusahaan, dan apakah berbagai macam digital marketing yang kamu lakukan benar-benar menghasilkan bagi perusahaan. Kamu juga harus memastikan, performance dari digital marketing sejalan dengan goal yang telah ditetapkan pada awal dimulainya proses digital marketing.

Untungnya, di era canggih ini, kamu enggak perlu susah payah menyebar survei ke publik untuk mengetahui performa dari strategi digital marketing yang kamu jalani. Atau melakukan wawancara secara random untuk mengetahui apakah pasar menyambut baik strategi digital marketing-mu.

Kini, performa hingga efektivitas dari strategi digital marketing-mu dapat terukur dan terpantau lewat digital marketing analytics tools. Dari penelusuran yang Kalibrr lakukan, terdapat lima analytics tools yang dapat membantu kamu untuk menentukan efektivitas dan kesuksesan strategi digital marketing-mu:

  1. Media sosial monitoring: Hootsuite dan Later

Dengan pengguna aktif mencapai 500 juta akun, Instagram merupakan salah satu platform digital marketing terbaik untuk kamu gunakan. Lewat Instagram, kamu enggak hanya menjangkau generasi Z, tapi juga millennials.

Untuk mengukur efektivitas dari strategi digital marketing-mu di Instagram, analytics tools seperti Hootsuite dan Later bisa jadi jawaban untuk menghitung jangkauan unggahan serta perkiraan akun-akun yang tertarik dengan produk atau jasa yang dipasarkan. Selain itu, kedua analytics tools ini dapat membantu kamu untuk menjadwalkan posting-an untuk media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Fitur-fitur yang ditawarkan kedua aplikasi ini juga menarik, antara lain tracking audiences untuk social listening, monitoring performa setiap posting-an yang diunggah dalam tiap media sosial. Selain itu, Hootsuite dan Later memungkinkan kamu sebagai digital marketer untuk mengintegrasikan Google Analytics dan Facebook Insights sebagai informasi tambahan untuk evaluasi strategi digital marketing-mu.

2. Track Lead Sources: Google Analytics

Sebagai digital marketer, pasti kamu punya dasar SEO dan mampu membaca grafik analytics untuk menentukan langkah strategi digital marketing selanjutnya. Betul? Pastinya juga, kamu khatam sama yang namanya Google Analytics.

Google Analytics, tuh, kayak “dosennya” analytics tools yang lain. Apalagi kalau yang harus kamu pantau efektivitas dan kesuksesannya itu merupakan website.

Dalam Google Analytics, kamu dapat membedakan mana traffic source yang organik, alias langsung ke search engine, direct sources yang berasal dari mengetikan URL di address bar browser, dan referrals yang memuat daftar website atau channel yang mengirimkan trafik pada web.

Intinya, sih, Google Analytics ini merupakan paket lengkap jika kamu ingin aplikasi yang dapat meng-cover kebutuhanmu akan pengukuran efektivitas dan kesuksesan strategi digital marketing-mu.

3. Email marketing: Marketo

Menurut studi yang dilakukan Campaign Monitor, setiap email marketing yang kamu kirimkan kepada audience dengan benar, dapat menghasilkan keuntungan bagi produk atau jasa yang kamu pasarkan.

Marketo ini bekerja sebagai analytics untuk membantumu menyasar audience yang paling tepat untuk dikirimkan pemasaran produk atau jasa lewat email. Selain itu, Marketo juga bisa membantu usaha strategi digital marketing-mu untuk mengintegrasikan media sosial dan digital advertising yang sedang dijalankan.

Selain itu, menurut press release yang dipublikasi oleh Marketo, kini aplikasi email analytics ini sudah bekerja sama dengan Google Cloud untuk memberikan solusi meningkatkan engagement perusahaan di dunia digital. Jangan lupakan juga, Marketo merupakan salah satu anak usaha dari Adobe. Jadi sudah cukup teruji sepak terjangnya di dunia digital.

4. Studi kompetitor: Ahrefs

Namanya juga usaha, pasti punya kompetitor. Dan untuk menghasilkan strategi bisnis dan digital marketing terbaik, kamu harus mampu menganalisis kelemahan dari kompetitor agar perusahaan dapat selangkah lebih maju dibanding yang lain.

Sebenarnya, untuk mengetahui persepsi publik tentang perusahaan tempat kamu bekerja dan perusahaan kompetitor bisa saja dilakukan secara manual, dengan mengetikkan keyword yang dekat dengan perusahaan. Namun, cara ini tergolong sangat oldschool untuk dijalankan.

Nah, sekarang ada aplikasi analytics tools yang bisa membantu kamu untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan kompetitormu. Namanya Ahrefs. Ahrefs dapat menganalisis strategi digital marketing yang dijalankan kompetitor. Tentu saja, semua data kompetitor akan dibandingkan dengan performa strategi digital marketing perusahaan tempatmu bekerja

5. Digital advertising: Facebook Ads

Nah, yang aplikasi yang satu ini juga merupakan leluhur dari aplikasi digital marketing analytics tools yang lain, nih. Facebook Ads kini menjadi salah satu primadona aplikasi analytics tools-nya para digital marketer karena banyak digital marketer yang menggunakan layanan paid advertisement.

Facebook Ads memiliki kemampuan untuk membantu digital marketer menargetkan customer atau klien potensial mereka. Selama digital marketer bisa menentukan metrics dan memasukkannya ke dalam fitur Facebook Ads, bisa dipastikan, akan banyak audience yang melihat dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk atau jasa yang ditawarkan.

Data merupakan tonggak utama dari digital marketing. Data yang didapatkan dari analytics tools bisa berguna untuk membantu digital marketer menentukan strategi yang harus diambil selanjutnya dan mengidentifikasi kekurangan dari strategi yang ada.

Dengan menggunakan analytics tools yang tepat, kamu dapat menggunakan dan memaksimalkan data yang ada untuk mengembangkan bisnis dan perusahaan ke dunia digital yang akan semakin maju ke depannya.

tips interview via telepon


Artikel dilansir dari Entrepreneur, Neil Patel, dan Medium.

Written by Stefanny

Categories

Tags