Skip to main content
Partisipan Kalibrr x PHP Indonesia: Tech in Industries
For the Students

Kalibrr x PHP Indonesia: Arsitektur di Balik Website Favoritmu

By Jeanny Sunjaya on April 5, 2019

Kalibrr kembali bekerja sama dengan komunitas PHP Indonesia lagi! Kali ini, Komunitas PHP Indonesia berbicara tentang aplikasi teknologi dalam berbagai macam industri pada 28 Maret 2019 yang lalu.

 

PHP Indonesia merupakan sebuah komunitas programmer (pemrogram) berbasis bahasa scripting PHP. Nah, kalau kamu masih nggak tahu PHP itu aplikasinya seperti gimana, Itu tuh, bahasa scripting yang jadi bahasa pemrograman yang lagi tren dipakai sama perusahaan berbasis web. Di balik website-website favoritmu, semuanya menggunakan PHP, dan komunitas PHP Indonesia ini adalah tempatnya para sesama programmer PHP untuk saling belajar dan mengembangkan website kalian jadi semakin bagus setiap harinya!

 

Kalibrr juga sangat senang bisa ikut dalam bincang-bincang kali ini, yang dibawakan oleh tiga pembicara. Ada bapak Peter J. Kambey, IT Manager dari Titan Baking yang juga merupakan Head of Executive dari PHP Indonesia, lalu ada bapak Luri Darmawan selaku CTO dari Vizitrip, dan bapak Wiguno, selaku CTO dari ProSehat. Nah, ternyata nih, dalam pemrograman ada juga arsitekturnya! Ayo, simak bareng-bareng untuk melihat bagaimana caranya membangun konsep yang digunakan dalam membangun teknologi dari perusahaan mereka masing-masing!

 

 

 

Integrasi dalam Ritel a la Titan Baking

Peter J. Kambey
Peter J. Kambey, IT Manager dari Titan Baking

Bincang-bincang pertama kita dimulai dari sesi berbagi pengalaman bapak Peter di Titan Baking. Beliau melakukan ‘bedah teknologi’ mulai dari sisi arsitektur, perangkat keras dan lunak, business, dan tim, alias brainware dari Titan Baking sendiri. “Walaupun perusahaan retail namun Titan Baking termasuk kompleks.” Ujar bapak Peter, yang lanjut mendeskripsikan jenis-jenis database yang digunakan dalam Titan Baking.

 

Database yang digunakan dalam Titan Baking cukup kompleks; mencakup Cloud untuk penyimpanan database customer, On-Premise menggunakan ERP untuk database inventoris di gudang, dan POS (Point of Sales) untuk database transaksi. Proses integrasi antara semua database ini ternyata berat, lho. Walaupun pertanyaan tentang bagaimana caranya supaya sistem ini dapat terintegrasi dalam waktu yang cepat terdengar mudah, tapi proses untuk menjawab pertanyaan itu masih panjang dan berliku-liku.

 

Walaupun flow sebuah bisnis ritel termasuk sederhana, namun ternyata nih, persoalan yang terjadi di lapangan bisa berujung kompleks karena adanya hal-hal tambahan dan faktor lainnya. “Misalnya saja seperti customer retention, lalu integrasi data inventoris.” Detail-detail seperti ini butuh dicatat dengan akurat dan cepat, apalagi mengingat inventoris Titan Baking bisa mencapai 3000 jenis item yang berbeda-beda dan termasuk fast-moving.

 

Sebagai penutup, bapak Peter mengatakan bahwa integrasi merupakan hal yang sangat mahal. Ada beberapa perspektif dalam proses integrasi yang harus dipahami; mulai dari financial, customer, internal process, dan learning & growth perspective. Integrasi atas beberapa perspektif ini tidak akan terjadi apabila tidak ada proses internal yang bagus. Proses internal bisa ditanyakan mulai dari bagaimana caranya kita mengembangkan diri sendiri? Atau bagaimana seorang karyawan dapat memiliki kemampuan yang bagus? “Dua pertanyaan tersebut adalah kunci dari integrasi yang baik.” Tutup bapak Peter.

 

 

 

Tiga Jenis Arsitektur: Pros and Cons a la Vizitrip dan ProSehat

 

Dalam pemrograman, ternyata juga penting untuk berpikir mengenai arsitektur dari sistem yang akan diaplikasikan. Dalam sesi kedua bersama bapak Luri Darmawan selaku CTO dari Vizitrip, arsitektur terbagi dalam tiga macam layanan; Monolith, Microservice, dan Serverless. Beliau melakukan bedah konsep untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sistem ini.

 

Luri Darmawan
Luri Darmawan, CTO dari Vizitrip

 

Bapak Luri menjelaskan masing-masing jenis arsitektur; dimulai dari Monolith yang berarti ‘composed all in one piece’—semua berada di satu tempat. Jenis ini merupakan kategori single-tier aplikasi perangkat lunak yang dimana berbagai komponen bergabung dalam satu platform. Untuk jenis arsitektur lainnya yaitu Microservice yang merupakan gabungan dari banyak layanan (services) yang tergabung dalam satu dashboard. Contoh microservice architecture biasanya menggunakan Amazon Web Services (AWS) sebagai dashboard-nya karena fleksibilitas dan kemampuannya untuk menampung framework yang lebih kompleks. Sementara yang terakhir adalah Serverless Architecture; yang merupakan jenis aplikasi yang sangat bergantung pada layanan dari pihak ketiga (third-party services). Bentuk yang ketiga ini juga popular sebagai bagian dari Function-as-a-service (FaaS).

 

“Yang mana saja pilihan arsitekturnya, yang paling penting dibuat pertama kali adalah Application Programming Interface (API) terlebih dahulu.” Menurut bapak Luri, adanya API Ini akan sangat berguna untuk memudahkan integrasi cross-platform kalau-kalau konsep kita berubah; misalkan bermula dari web dan sekarang ingin berkembang untuk menyentuh platform mobile, atau bahkan berubah kerangka dasarnya.

 

Bapak Wiguno selaku CTO dari ProSehat juga ikut berbagi mengenai arsitektur; memberi contoh dalam beberapa aspek bisnis ProSehat sebagai ilustrasi akan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing arsitektur. “Awalnya sekali, kami menggunakan Dreamhost yang dari Amerika Serikat.” Ucap beliau. Di masa pendirian ProSehat, masih memungkinkan menggunakan Dreamhost; namun seiring dengan waktu, latency dari Dreamhost ini menjadi sangat mengganggu sehingga mereka harus memutuskan untuk memindahkan sistem menjadi cloud, dan berpindah ke AWS.

 

“Awalnya sekali, arsitektur kita masih menggunakan Monolith, namun karena semakin lama tidak feasible dengan kebutuhan organisasi untuk berkembang. Apalagi dengan sistem monolith pada aplikasinya menjadi sangat berantakan.” Bapak Wiguno juga bercerita bahwa dalam proses transisi monolith ke microservices, ada banyak yang harus dilakukan; mulai dari mencopot satu per satu servis yang bisa dibilang memberatkan seperti otentikasi login. Namun saat sistem itu sudah berjalan, bapak Wiguno memberi highlight pada kemudahan ‘cabut-pasang’ dan tak adanya batasan dalam Bahasa pemrograman yang dipakai dalam tim. Hal ini menjadi sangat menambah efisiensi karena tim yang tidak terbiasa menggunakan satu bahasa pemrograman tidak harus repot-repot mempelajari bahasa pemrograman yang baru dari awal lagi.

 

Wiguno, CTO dari ProSehat
Wiguno, CTO dari ProSehat

 

Satu lagi yang dibahas oleh bapak Wiguno adalah mengenai Continuous Delivery. Dengan mengadopsi scrum framework dan prinsip agile dalam proses kerja ProSehat, serta integrasi dengan sebagian dari konsep Serverless Architecture, maka tidak hanya deployment untuk Function-as-a-Service (FaaS) menjadi lebih mudah dan secara keseluruhan mengurangi dependency hell yang kerap terjadi dalam proses pemrograman.

 

Saran terakhir dari bapak Wiguno merupakan pentingnya dokumentasi dalam planning dan design. Dokumentasi jadi momok, sebab ibarat novelis, menulis kata-kata itu sulit. Dokumentasi tidak berarti selalu lengkap, yang penting komprehensif, karena inti dari dokumentasi itu adalah dapat menjadi referensi yang dapat dibaca dan jelas maksudnya. Dalam suatu proyek, beliau juga mengingatkan akan pentingnya testing berkali-kali untuk meyakinkan kode yang sudah dibangun itu berintegritas, “Automation dapat membantu proses testing ini untuk mempercepat pekerjaan.” Pungkas bapak Wiguno.

 

 

Apa Kata Mereka?

 

Partisipan PHP Indonesia
Para Partisipan dari Komunitas PHP Indonesia

 

Kalibrr berbincang dengan bapak Peter mengenai motivasinya berbagi dalam acara ini selepas sesi presentasi berakhir. “Saya dan bapak Luri serta bapak Wiguno senang bisa datang malam ini; kami semua berada di sini karena passion kami itu adalah tentang berbagi.” bapak Peter juga merasa bahwa motivasi untuk berbagi ini sudah mendarah daging. Bergabung dan memimpin PHP Indonesia adalah suatu kebahagiaan bagi bapak Peter karena ini adalah komunitas yang sama-sama senang berbagi.

 

“Saya senang tempatnya bagus, thank you banget Kalibrr karena sudah jadi partner PHP ID. Ini acaranya bagus banget dan ini sangat mendukung kegiatan komunitas kami untuk tetap hidup!”

 

Partisipan dan Pembicara Kalibrr x PHP Indonesia: Tech in Industries
Partisipan dan Pembicara dalam acara Kalibrr x PHP Indonesia: Tech in Industries

 

Terima kasih para anggota PHP Indonesia yang sudah hadir dalam acara kami! Semoga kita bisa bertemu lagi dalam lain acara.


 

Kamu tergabung dalam komunitas IT? Komunitas kamu juga pengen ngadain kegiatan bareng Kalibrr? Bisa banget! Yuk kirim email ke derrel@kalibrr.com untuk detail partnership dengan kami!

Profile picture for user jeansuha

Jeanny Sunjaya

My hobby is diving into random Wikipedia page.