Skip to main content
PPIA-USyd
Career Advice

Kalibrr x PPIA-USyd: Sehari Bersama Unilever dan Alterra

By Jeanny Sunjaya on February 14, 2019

Kalibrr Sponsored Event, Saturday, February 9th, 2019

 

Kalibrr bikin acara lagi di WeWork! Kali ini, bersama dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Australia-University of Sydney (PPIA-USyd), Kalibrr mengundang Indriarni Pramaningrum, Asst. Manager of Employer Branding dari Unilever dan Merza Zuhdi Andipa, Learning & Development Lead dari Alterra sebagai pembicara dalam acara Career Mentoring yang bertema “Career Projection and Interview Preparation”.

 

Unilever: Tentang Keseimbangan dan Inovasi

Dalam sesi pertama, dengan ibu Indriarni Pramaningrum, kami dikenalkan sama fast moving consumer goods (FMCG). “FMCG itu memproduksi barang-barang yang cepat habis, secara cost terjangkau, dan produknya yang biasa digunakan sehari-hari.” Indriarni juga melanjutkan, bahwa dengan model bisnis seperti ini, membuat tantangan di bidang FMCG menjadi cukup besar.

 

Indriarni Pramaningrum memberikan presentasi ke partisipan
Indriarni Pramaningrum memberikan perkenalan tentang industri FMCG

 

Bergerak dalam FMCG berarti ada tiga aspek brand yang dijaga. “Sebuah brand harus memiliki strong purpose. Indriarni menjelaskan, bahwa tujuan itu penting agar kedepannya kita dapat membuat perubahan dan mengembangkan bisnis kita dengan memanfaatkan brand tersebut, dan Unilever menerapkan hal itu dalam setiap lini merek yang mereka usung. Indriarni melanjutkan, bahwa kemajuan bisnis sekaligus menyeimbangkannya dengan memperhatikan keramahan lingkungan dalam metode produksinya menjadi perhatian besar Unilever; misalnya membuat zero waste production dan membuat pengolahan limbah sendiri. Hal ini merupakan realisasi Unilever yang berpegang pada sustainable living.

Untuk mencapai tujuan ini, Unilever berpegang pada prinsip driving Innovation. Didukung dengan membangun kultur kerja yang agile (lincah, red.) untuk mencapai tujuan, Unilever juga mendukung karyawannya untuk menjadi tech savvy, nyaman dengan prinsip collaborative.  Berdasar pada konsep untuk adopt a new way of doing business. Unilever memiliki prinsip untuk Maju Bersama.

 

Ibu Indriarni Pramaningrum
Indriarni Pramaningrum, Asst. Manager of Employer Branding dari Unilever

 

Bedah Wawancara: The Do(s) and Don’t(s)

Di bagian kedua, Merza Zuhdi Andipa bagi-bagi tips dalam melewati proses wawancara melalui sudut pandang seorang human resource. “Pada dasarnya, wawancara itu tentang kecocokan dirimu dengan perusahaan yang kamu tuju. Interviewer ibarat mak comblang antara kamu dan perusahaan.”

Merza Zuhdi Andipa membawakan presentasi
Merza Zuhdi Andipa, membawakan tips-tips saat sebelum, saat, dan sesudah wawancara

Merza menyarankan untuk memperhatikan beberapa poin penting; pertama, untuk selalu read and review sebuah posisi. Memahami posisi pekerjaannya akan jadi sangat penting karena saat wawancara, pengalaman masa lalu yang berkaitan dengan posisi yang bersangkutan akan ditanyakan. Cara kita menjawab itulah yang menentukan apakah kita cocok atau tidak dengan perusahaan ini.

Kedua, riset tentang perusahaannya. Beberapa aspek penting yang harus diperhatikan, menurut Merza, adalah tentang company financials, culture, missions and values, company executive, dan juga pesaingnya. “Melihat para pesaing ini juga dapat menentukan sustainability dari sisi eksternal perusahaannya. Bila saingannya banyak, apakah perusahaannya punya kemampuan untuk bertahan?

Ketiga, saat kamu akan dipanggil untuk wawancara, kenali pewawancaramu terlebih dahulu. Mencari tahu tentang pewawancara di masa sekarang sangat mudah, terutama dengan bantuan LinkedIn dan Instagram.

Partisipan bertanya kepada pembicara
Salah satu mahasiswa dari University of Sydney bertanya kepada pembicara

Saat interview pun, kita juga harus selalu siap untuk menjawab pertanyaan tipikal tapi menjebak semacam “Tell me something about yourself.” Ini sebenarnya adalah momen krusial dimana kita bisa memberitahu kualifikasi kita dan mengapa kita cocok untuk posisi ini.

Kelima, kenakan pakaian terbaikmu, dan jaga manners serta attitude. Terlihat antusias, menjaga kontak mata, jabat tangan yang tegas, dan menjawab sebuah pertanyaan secara spesifik dan tidak keluar topik akan meyakinkan pewawancaramu. “Bagian terpenting selanjutnya adalah ketika kita tiba di bagian ‘apakah Anda memiliki pertanyaan lain?’ karena inilah waktunya kita kenal lebih lanjut pada budaya perusahaannya.”

 

Merza Zuhdi Andipa
Merza Zuhdi Andipa, Learning & Development Lead dari Alterra

Merza menyarankan untuk menghindari beberapa hal di bagian ini; terutama hal personal mengenai gaji, asuransi kesehatan, dan waktu liburan. Bertanyalah satu per satu, dan hindari pertanyaan tipe ‘ya atau tidak’, apalagi yang bisa dijawab hanya dengan melihat profil perusahaan melalui situs mereka. “Dan jangan lupa mengirimkan e-mail tanda Terima Kasih. Ini akan memberikan impact tambahan.” tutup Merza.

 

Partisipan acara
Partisipan acara dari PPIA-USyd, dengan para pembicara

 

Terima kasih Unilever dan Alterra sudah bergabung bersama kami, sampai jumpa di acara berikutnya!

Profile picture for user jeansuha

Jeanny Sunjaya

My hobby is diving into random Wikipedia page.