Skip to main content
Company Tour Shopee
Indonesia - Company Insider

#Brrtamu ke Shopee: Yang Tercepat, Yang Terdepan

By Jeanny Sunjaya on February 8, 2019

Shopee Company Visit - 29 Januari 2019

 

Kalibrr kembali brrtamu (bertamu) ke Shopee! Kali ini kami dan mahasiswa dari PPIA-UniMelb (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia - University of Melbourne) disambut dengan hangat oleh Egtheasilva Artella, selaku Human Resources - Recruitment & Employer Branding dari Shopee. Sesi brrtamu hari ini dirangkum dengan ringkas pada company presentation dan sedikit sneak peek dalam kantor Shopee.

Setibanya kami di Shopee, kami langsung diantar berkeliling. Kami memulai tur keliling kantor Shopee dengan naik ke lantai 26 hingga turun kembali lagi ke lantai 22. “Kantor Shopee menganut konsep open office, dan kami juga menyediakan tea point di setiap lantai.” jelas Tessa —nama panggilan Egtheasilva. “Selain tea point, kami juga memiliki nursing room untuk mengakomodasi para ibu yang bekerja, serta medical room untuk karyawan yang merasa kurang sehat.”

Dalam kantor Shopee, terdapat banyak meeting rooms untuk berbagai keperluan. Jenis-jenis meeting rooms ini dibagi untuk keperluan internal yang ditandai dengan penggunaan nama kota Indonesia untuk setiap ruangannya, dan keperluan eksternal yang di mana masing-masing ruangannya dinamai dengan nama kota-kota dunia. Kami juga diperlihatkan tata cara untuk booking sebuah ruangan. Setiap karyawan dapat melakukan reservasi ruangan melalui iPad yang terletak tepat di sebelah pintu masuk, atau langsung dari Calendar.

Tur keliling ruang meeting Shopee
Partisipan PPIA-UniMelb berkeliling di kantor Shopee.

 

Perjalanan Shopee di Indonesia: Tiga Tahun Penuh Tantangan

Tiga tahun yang lalu, tidak ada yang menyangka bahwa Shopee akan menjadi salah satu marketplace dengan jingles yang sangat melekat di masyarakat. Tidak ada yang menyangka juga bahwa dalam waktu tiga tahun itulah, Shopee telah merambah ke 515 kota dan kecamatan Indonesia, dengan aplikasi mereka telah diunduh 74 juta kali.

“Indonesia berkontribusi pada 40% dari market Shopee.” tutur Tessa, dan menambahkan bahwa untuk mendukung jumlah pengguna tersebut, Shopee Indonesia sudah mempekerjakan lebih dari 3.000 karyawan dan terus bertambah setiap periodenya.

Kurang lebih 95% akses dan transaksi Shopee dilakukan melalui aplikasi mobile. “Bayangkan, 48 juta pengunjung dan 12 juta transaksi dalam satu hari di acara 12.12.” Tessa berucap lagi, dan melanjutkan presentasi pada struktur perusahaan, di mana tim Shopee dibagi dalam enam departemen: Tech, Business Development, Marketing, People, Business Intelligence, dan Operations.

Tessa mengakui bahwa memang Shopee bukan yang pertama terjun ke bidang e-commerce di Indonesia. Namun ia merasa bahwa Shopee berkembang dengan sangat cepat. “Shopee juga menyambut mahasiswa baik dari universitas di Indonesia atau di luar negeri dengan tangan terbuka. Dukungan kalian tentunya akan sangat membantu Shopee untuk semakin maju.” tutup Tessa.

Egtheasilva Artella
Egtheasilva Artella, Human Resources - Recruitment & Employer Branding dari Shopee

 

Melatih Calon Pemimpin Dunia: Perjalanan kak Vintho

Dalam acara brrtamu kali ini, kami disambut juga oleh Vinthoaviano Vebrusharlakhi, adalah bagian dari Global Leaders Program (GLP) Batch 1. GLP merupakan program management trainee dari Shopee, dimana yang berhasil akan di rotasi setiap 6 bulan ke departemen yang berbeda, dengan kesempatan 1 rotasi di kantor Shopee di luar negeri.

Vinthoaviano Vebrusharlakhi
Vinthoaviano Vebrusharlakhi (Vintho) membawakan presentasi di depan para partisipan

“Saya merasakan berbagai macam pengalaman di sini. Mulai dari saat bekerja di Business Intelligence dan sekarang di Business Development, saya mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan meningkatkan efisiensi perusahaan.” tutur pria yang akrab dipanggil Vintho. Jebolan muda Deloitte dan Aflac ini membagikan banyak pengalaman dan kisahnya hingga bisa berjodoh dengan Shopee.

“Masa-masa transisi dari perusahaan konvensional ke gaya start-up itu benar-benar menantang.” ucap Vintho, saat tim Kalibrr mendapatkan kesempatan berbincang bersama. Ia mengingat lagi masa-masa di kantor konsultan dan pekerjaannya yang sudah bisa diprediksi. Berbeda dengan Shopee, di mana setiap hari merupakan proses improvement yang seakan tidak ada henti. “Kalau boleh dibilang, every day is a mystery di Shopee.”

Vintho kembali bercerita di masa-masa ia menemukan tentang program GLP Shopee dari temannya. Rekomendasi dari teman dan rasa ingin tahu tentang perusahaan yang pada tahun 2017 itu mulai booming di Indonesia, membuat Vintho termotivasi untuk mendaftar dan melalui proses yang panjang. “Mulai dari tes GMAT ramai-ramai, dan dua kali interview di sesi pertama. Lalu dilanjutkan ke one-on-one interview, dan terakhir group discussion yang diawasi oleh para petinggi Shopee.”

 

Sebelum Sukses: Perlu apa saja?

Persiapan selalu bisa dimulai dari bangku kuliah, dan bagi Vintho, kunci untuk mendapatkan pekerjaan idaman adalah untuk mencari tahu perusahaan yang ingin kamu masuki. Jangan lupa juga untuk mengecek tipe interview mereka. “Masing-masing perusahaan punya gayanya sendiri. Bisa jadi kamu akan dihadapkan dengan one-on-one, studi kasus, atau langsung ke diskusi grup.” Jelas Vintho, menambahkan bahwa saran dari yang sudah berpengalaman juga tidak kalah pentingnya. Google juga menjadi sahabat baiknya dalam mencari contoh jenis wawancara untuk dapat lebih menguasai teknik bicara. Tips karir dari kampus pun bisa berguna, selain dari kampus juga sering mengadakan career fair, ada banyak juga pelatihan karir dari kampus. “Yang penting aktif mencari tahu saja.” Ujar Vintho.

Vintho berbicara dengan partisipan PPIA UniMelb
Vintho berbincang dengan salah satu partisipan dari PPIA-UniMelb

 

Sama seperti kebanyakan orang, saat awal Vintho hendak melamar ke Shopee, ia juga tidak tahu tentang apa itu Shopee. “Tapi sekarang sudah ada Google, dan kamu bisa cari-cari review orang yang sudah bekerja di Shopee. Bisa melalui situs pencari dan reviewer tempat kerja, sosial media profesional semacam LinkedIn, dan coba-coba sendiri produk perusahaan tersebut.” Dalam kasus Shopee, tuturnya, adalah dengan membuka website dan aplikasinya, untuk mencari tahu apa itu Shopee dari sudut pandang pengguna.

Vintho percaya, dalam setiap tahap prosesnya, harus selalu tetap rendah hati. Di setiap interview, ia datang hanya dengan pikiran untuk bekerja, bukan untuk stand out dan terlihat menjadi yang terbaik.

Penyerahan piagam
Tessa menerima Certificate of Appreciation dari Komite PPIA-UniMelb

Terima kasih Shopee atas kesempatan brrtamu-nya! Buat kamu semua yang tertarik untuk bergabung menjadi bagian dari Shopee, langsung deh cek lowongan terbarunya di Kalibrr [Link]

 

*Semua data yang tertulis dalam artikel ini merupakan data per 30 September 2018

Profile picture for user jeansuha

Jeanny Sunjaya

My hobby is diving into random Wikipedia page.