Kalibrr

Advice

Professional career advice for professionals
Indonesia - Company Insider

Ketika Data dan Rasa Menjadi Satu ke Dalam Sebuah Inovasi, Ternyata Begini Cara QRku Bank BCA Terbentuk

January 15, 2019

Pagi di kawasan Sudirman, Jakarta, terasa sama seperti biasanya hari itu. Cuaca panas, dengan kumpulan kendaraan yang padat dan bersiap menuju tujuan mereka masing-masing. Namun, suasana jenuh dan penatnya Kota Jakarta seakan hilang ketika kami disambut dengan senyuman dari rekan-rekan karyawan Bank BCA di kantor mereka, Gedung Menara BCA.

Ya, kami memutuskan mampir ke salah satu Gedung tertinggi di Jakarta tersebut sembari mencari tahu tentang rahasia dibalik inovasi terbaru mereka di bidang transaksi non-tunai. QRku, begitulah namanya disebut. Sebuah inovasi yang mungkin bisa mengubah cara pandang orang banyak tentang transaksi yang lebih mudah dan simpel. Sekadar informasi, sampai saat ini tercatat kurang lebih ada 700 karyawan IT di BCA.

Kedatangan kamipun disambut baik oleh 3 orang penting dalam pengembangan proyek ini; Amint Laurent sebagai Product Owner, Putri Erivani dari tim Middleware, dan Frans Yosafat dari tim Mobile Programming, yang kemudian bercerita banyak soal proyek QRku ini.
 
Bermula dari Rangkaian Proyek
Proyek QRku sendiri sebenarnya bukanlah proyek pertama yang mengumpulkan mereka. Sama seperti banyak perusahaan besar lainnya, BCA pun punya beberapa tim untuk pengembangan produk tertentu. Hal itulah yang membuat ketiga orang ini sering bertemu di proyek-proyek sebelumnya. Namun, bagi mereka, QRku memang terasa berbeda dari rangkaian proyek sebelumnya. Apalagi dalam proyek QRku ini, ada sekitar 20 orang yang terlibat.

Ketiga orang ini memang bisa dibilang bukan orang baru di lingkungan BCA. Rata-rata dari mereka sudah berada di Bank BCA sekitar 5 tahun. Tentu mereka sudah mengenal satu sama lain, dan tentu saja sudah paham betul bagaimana lingkungan kerja BCA. Khususnya dalam pengembangan produk dan inovasi. Hal itu pula yang membuat proses brainstorming di antara mereka tidak terlalu sulit.

Ketiganya juga terlihat cair dan asik satu sama lain ketika bertemu, bukti bahwa kolaborasi dan rasa persahabatan cukup kental di BCA. Apalagi, lingkungan kerja yang sangat terbuka pada pemikiran baru, cukup membantu terciptanya ide-ide yang segar dalam setiap produk. “Kalau kita sih selalu membicarakan mana dulu nih yang bisa kita selesaikan, mana yang kira-kira possible untuk dilakukan, dan lain sebagainya”, ujar Frans Yosafat.

 

Suasana diskusi team QRku BCA

Melihat Peluang Lain
Ketika ditanya, apakah QRku ini yang pertama di antara bank lainnya? Amin Lawrence menjelaskan bahwa sebetulnya di luar sana mereka sudah menggunakan teknologi QR code, namun sebagai alat pembayaran saja. Hal ini yang membuat Bank BCA tertarik untuk mengeksplor lebih lanjut soal ini dan tercetuslah penggunaan QR code untuk mempermudah transfer sesama nasabah BCA. 


Untuk nasabah BCA pasti sudah familiar dengan step by step ketika akan transfer ke rekan sesama BCA. Oleh karena itu QRku diciptakan untuk mempermudah dan mempercepat proses transfer tersebut.
Proyek QRku ini sendiri juga terinspirasi dari beberapa merchant internasional. Sebut saja seperti Alipay yang memiliki system pembayaran yang begitu canggih dan mudah. Sama seperti Alipay dan banyak merchant lain, BCA juga menginginkan hal serupa dapat dinikmati oleh para nasabahnya. 
 
Membuka Peluang Untuk “Anak Baru”
Sekilas, mungkin kita berpikir bahwa proyek dan inovasi produk sebesar ini, pasti hanya diisi oleh orang berpengalaman saja. Ah, rupanya tidak juga. Bank sebesar BCA rupanya juga punya keputusan penting dalam pengembangan kemampuan para fresh graduate. Seperti dijelaskan oleh Frans Yosafat dan Amin, bahwa dalam setiap proyek selalu ada karyawan baru dan mereka yang baru lulus, untuk berpartisipasi. Mereka pun tidak langsung dibebani dengan target tinggi, yang penting mereka bisa beradaptasi dan terus bisa berkembang. “Palingan sih nanti kita lihat ke supervisor atau product manager-nya sih untuk tahu perkembangannya”, sahut Amin.

Putri juga membenarkan hal ini, sekaligus menambahkan “dari tim development-nya sendiri kan juga banyak yang masuk dari freshgrad atau dari BIT (BCA IT Trainee), biasanya sih mereka langsung kita terjunkan ke dalam sebuah proyek, dan tetap ada orang yang pengalaman untuk mengajari juga”, ujarnya. Dari sini saja kita bisa melihat betapa terbukanya BCA terhadap pengembangan karir dan pengalaman bagi mereka para pekerja baru, yang mungkin baru saja lulus dari perguruan tinggi. Hal ini pula yang mungkin membuat BCA selalu jadi yang terdepan dalam inovasi perbankan. 

Suasana Ruang Kerja Bank BCA

Kita Masih Punya Work Life Balance, Lho!
Satu hal yang terpikirkan di benak kami, dan mungkin di pikiran semua orang, adalah tekanan dan tuntutan yang diberikan BCA dalam pengerjaan setiap proyek. Apalagi, dengan inovasi yang selalu hadir tiada henti, tentu saja berpotensi untuk menghadirkan tuntutan pekerjaan yang tinggi. Namun, hal ini ternyata dibantah oleh mereka. Amin bahkan bercerita bahwa proyek-proyek pengembangan produk yang mereka jalani ini hanya dilakukan di jam kerja saja, selebihnya ia masih bisa mengerjakan hal lain seperti berkumpul Bersama teman dan keluarga.
 
“Dibilang tuntutan yang tinggi enggak juga sih ya, saya sih sejauh ini masih bisa mengerjakan di jam kerja, dan enggak pernah dituntut untuk lembur terus, gitu, enggak pernah”, ungkap Amin. Hal itu juga dibenarkan oleh Frans Yosafat, bahwa setiap proyek pasti ada timeline-nya dan jika ada hal diluar itu yang menyebabkan terlambat, biasanya akan didiskusikan untuk dicari solusinya.
 
Tim IT yang Terus Berinovasi ke Depan
Meskipun sudah banyak inovasi dan ide-ide baru yang telah dijalankan, rupanya hal itu belum cukup bagi tim IT BCA. Apalagi, menurut mereka, masih banyak hal yang telah dilakukan banyak bank baru, yang belum sempat dilakukan oleh BCA. Dengan keinginan untuk mewujudkan ini, tim IT BCA terus berupaya untuk menjadi tim yang semakin solid, dan terus memunculkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi para nasabah dan khalayak banyak.
 
Waktu sudah masuk ke jam makan siang, tanpa terasa sudah cukup lama kami berbincang seru tentang proses dibalik QRku BCA. Tentu masih banyak hal yang belum sempat diceritakan. Namun, kami mendapat banyak sekali inspirasi dari tim IT BCA. Terutama soal lingkungan kerja yang open-minded dan kompak, serta cenderung santai tapi tetap fokus, yang ternyata menjadi salah satu kunci sukses mereka dalam berinovasi.

Kamu tertarik untuk jadi bagian tim IT Bank BCA? Bisa banget karena ada banyak lowongan terbaik Bank BCA di Kalibrr. So, ayo daftarkan dirimu sekarang di BCA, via Kalibrr Indonesia


 

Written by Dimas Setyawan
Indonesia - Company Insider

Ketika Data dan Rasa Menjadi Satu ke Dalam Sebuah Inovasi, Ternyata Begini Cara QRku Bank BCA Terbentuk

January 15, 2019

Pagi di kawasan Sudirman, Jakarta, terasa sama seperti biasanya hari itu. Cuaca panas, dengan kumpulan kendaraan yang padat dan bersiap menuju tujuan mereka masing-masing. Namun, suasana jenuh dan penatnya Kota Jakarta seakan hilang ketika kami disambut dengan senyuman dari rekan-rekan karyawan Bank BCA di kantor mereka, Gedung Menara BCA.

Ya, kami memutuskan mampir ke salah satu Gedung tertinggi di Jakarta tersebut sembari mencari tahu tentang rahasia dibalik inovasi terbaru mereka di bidang transaksi non-tunai. QRku, begitulah namanya disebut. Sebuah inovasi yang mungkin bisa mengubah cara pandang orang banyak tentang transaksi yang lebih mudah dan simpel. Sekadar informasi, sampai saat ini tercatat kurang lebih ada 700 karyawan IT di BCA.

Kedatangan kamipun disambut baik oleh 3 orang penting dalam pengembangan proyek ini; Amint Laurent sebagai Product Owner, Putri Erivani dari tim Middleware, dan Frans Yosafat dari tim Mobile Programming, yang kemudian bercerita banyak soal proyek QRku ini.
 
Bermula dari Rangkaian Proyek
Proyek QRku sendiri sebenarnya bukanlah proyek pertama yang mengumpulkan mereka. Sama seperti banyak perusahaan besar lainnya, BCA pun punya beberapa tim untuk pengembangan produk tertentu. Hal itulah yang membuat ketiga orang ini sering bertemu di proyek-proyek sebelumnya. Namun, bagi mereka, QRku memang terasa berbeda dari rangkaian proyek sebelumnya. Apalagi dalam proyek QRku ini, ada sekitar 20 orang yang terlibat.

Ketiga orang ini memang bisa dibilang bukan orang baru di lingkungan BCA. Rata-rata dari mereka sudah berada di Bank BCA sekitar 5 tahun. Tentu mereka sudah mengenal satu sama lain, dan tentu saja sudah paham betul bagaimana lingkungan kerja BCA. Khususnya dalam pengembangan produk dan inovasi. Hal itu pula yang membuat proses brainstorming di antara mereka tidak terlalu sulit.

Ketiganya juga terlihat cair dan asik satu sama lain ketika bertemu, bukti bahwa kolaborasi dan rasa persahabatan cukup kental di BCA. Apalagi, lingkungan kerja yang sangat terbuka pada pemikiran baru, cukup membantu terciptanya ide-ide yang segar dalam setiap produk. “Kalau kita sih selalu membicarakan mana dulu nih yang bisa kita selesaikan, mana yang kira-kira possible untuk dilakukan, dan lain sebagainya”, ujar Frans Yosafat.

 

Suasana diskusi team QRku BCA

Melihat Peluang Lain
Ketika ditanya, apakah QRku ini yang pertama di antara bank lainnya? Amin Lawrence menjelaskan bahwa sebetulnya di luar sana mereka sudah menggunakan teknologi QR code, namun sebagai alat pembayaran saja. Hal ini yang membuat Bank BCA tertarik untuk mengeksplor lebih lanjut soal ini dan tercetuslah penggunaan QR code untuk mempermudah transfer sesama nasabah BCA. 


Untuk nasabah BCA pasti sudah familiar dengan step by step ketika akan transfer ke rekan sesama BCA. Oleh karena itu QRku diciptakan untuk mempermudah dan mempercepat proses transfer tersebut.
Proyek QRku ini sendiri juga terinspirasi dari beberapa merchant internasional. Sebut saja seperti Alipay yang memiliki system pembayaran yang begitu canggih dan mudah. Sama seperti Alipay dan banyak merchant lain, BCA juga menginginkan hal serupa dapat dinikmati oleh para nasabahnya. 
 
Membuka Peluang Untuk “Anak Baru”
Sekilas, mungkin kita berpikir bahwa proyek dan inovasi produk sebesar ini, pasti hanya diisi oleh orang berpengalaman saja. Ah, rupanya tidak juga. Bank sebesar BCA rupanya juga punya keputusan penting dalam pengembangan kemampuan para fresh graduate. Seperti dijelaskan oleh Frans Yosafat dan Amin, bahwa dalam setiap proyek selalu ada karyawan baru dan mereka yang baru lulus, untuk berpartisipasi. Mereka pun tidak langsung dibebani dengan target tinggi, yang penting mereka bisa beradaptasi dan terus bisa berkembang. “Palingan sih nanti kita lihat ke supervisor atau product manager-nya sih untuk tahu perkembangannya”, sahut Amin.

Putri juga membenarkan hal ini, sekaligus menambahkan “dari tim development-nya sendiri kan juga banyak yang masuk dari freshgrad atau dari BIT (BCA IT Trainee), biasanya sih mereka langsung kita terjunkan ke dalam sebuah proyek, dan tetap ada orang yang pengalaman untuk mengajari juga”, ujarnya. Dari sini saja kita bisa melihat betapa terbukanya BCA terhadap pengembangan karir dan pengalaman bagi mereka para pekerja baru, yang mungkin baru saja lulus dari perguruan tinggi. Hal ini pula yang mungkin membuat BCA selalu jadi yang terdepan dalam inovasi perbankan. 

Suasana Ruang Kerja Bank BCA

Kita Masih Punya Work Life Balance, Lho!
Satu hal yang terpikirkan di benak kami, dan mungkin di pikiran semua orang, adalah tekanan dan tuntutan yang diberikan BCA dalam pengerjaan setiap proyek. Apalagi, dengan inovasi yang selalu hadir tiada henti, tentu saja berpotensi untuk menghadirkan tuntutan pekerjaan yang tinggi. Namun, hal ini ternyata dibantah oleh mereka. Amin bahkan bercerita bahwa proyek-proyek pengembangan produk yang mereka jalani ini hanya dilakukan di jam kerja saja, selebihnya ia masih bisa mengerjakan hal lain seperti berkumpul Bersama teman dan keluarga.
 
“Dibilang tuntutan yang tinggi enggak juga sih ya, saya sih sejauh ini masih bisa mengerjakan di jam kerja, dan enggak pernah dituntut untuk lembur terus, gitu, enggak pernah”, ungkap Amin. Hal itu juga dibenarkan oleh Frans Yosafat, bahwa setiap proyek pasti ada timeline-nya dan jika ada hal diluar itu yang menyebabkan terlambat, biasanya akan didiskusikan untuk dicari solusinya.
 
Tim IT yang Terus Berinovasi ke Depan
Meskipun sudah banyak inovasi dan ide-ide baru yang telah dijalankan, rupanya hal itu belum cukup bagi tim IT BCA. Apalagi, menurut mereka, masih banyak hal yang telah dilakukan banyak bank baru, yang belum sempat dilakukan oleh BCA. Dengan keinginan untuk mewujudkan ini, tim IT BCA terus berupaya untuk menjadi tim yang semakin solid, dan terus memunculkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi para nasabah dan khalayak banyak.
 
Waktu sudah masuk ke jam makan siang, tanpa terasa sudah cukup lama kami berbincang seru tentang proses dibalik QRku BCA. Tentu masih banyak hal yang belum sempat diceritakan. Namun, kami mendapat banyak sekali inspirasi dari tim IT BCA. Terutama soal lingkungan kerja yang open-minded dan kompak, serta cenderung santai tapi tetap fokus, yang ternyata menjadi salah satu kunci sukses mereka dalam berinovasi.

Kamu tertarik untuk jadi bagian tim IT Bank BCA? Bisa banget karena ada banyak lowongan terbaik Bank BCA di Kalibrr. So, ayo daftarkan dirimu sekarang di BCA, via Kalibrr Indonesia


 

Written by Dimas Setyawan

Categories

Tags