Skip to main content
Company Visit Bukalapak
Indonesia - Company Insider

Sehari Bersama Bukalapak: Memberdayakan Pemuda Untuk Membangun Indonesia

By Dwi Fitria Aprilianti on August 8, 2018

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, dan niscaya akan kuguncangkan dunia!”

 

Familiar dengan kata-kata ini? Pesan Presiden Pertama kita tersebut menyoroti peran krusial pemuda dalam memajukan bangsa—sebuah seruan yang dijalankan secara nyata oleh Bukalapak melalui upaya mereka untuk memberdayakan Indonesia.
 
Bersama 35 mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), Kalibrr berkesempatan untuk mengenal Bukalapak lebih dekat lewat company visit pada Jumat, 24 Agustus 2018 lalu. Dipandu oleh Mahendra Wardhana dan Geeas Prisila dari team Employer Branding, partisipan langsung diajak untuk melakukan office tour Bukalapak yang berlokasi di Plaza City View, Kemang Timur. Dengan ruang kerja terbuka yang bernuansa serba cerah, suasana kerja yang cozy, plus berbagai fasilitas penunjang seperti perpustakaan dan fun room, karyawan Bukalapak terlihat santai seperti di rumah sendiri—tapi tentunya tetap punya produktivitas tinggi.

Suasana kantor Bukalapak di Plaza City View, Kemang Timur

 

Suasana kantor Bukalapak di Plaza City View, Kemang Timur
Suasana kantor Bukalapak di Plaza City View, Kemang Timur

“Salah satu value kami di Bukalapak adalah speed & autonomy,” ujar Annisia Baehaki, Human Capital Strategy Senior Manager Bukalapak, yang meluangkan sedikit waktunya untuk membedah Bukalapak sebagai sebuah organisasi. “Setiap orang diberikan fleksibilitas karena masing-masing punya style kerja yang berbeda. Kami percaya banget bahwa kebebasan dan tanggung jawab ini akan memotivasi talenta untuk terus tumbuh dan menggali potensi. There’s always room to grow beyond what you study in school and even beyond your role, both vertically and horizontally.

Growth, growth, dan growth. Resmi jadi startup unicorn akhir 2017 lalu tidak lantas membuat Bukalapak cepat berpuas diri. Meski telah mencatat laju pertumbuhan bulanan sebesar 15-20%, Bukalapak optimis menargetkan 70 juta pengguna aktif bulanan dan 5 juta pelapak di tahun 2018. Dedikasi untuk terus tumbuh dan mendorong ekonomi digital nasional ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif, di antaranya melalui kerjasama dengan Kominfo untuk menghadirkan akses pemasaran dan penjualan online untuk merangkul pelaku UMKM di seluruh penjuru Indonesia. Bersama para partisipan, Willix Halim duduk untuk membagikan pengalamannya saat mengenyam pendidikan di Australia hingga sepak terjangnya sebagai Chief Operation Officer (COO) Bukalapak.

“Prinsip kami cuma satu: eksperimen.” ujarnya. “Kami terus bereksperimen dan melakukan A/B testing dengan produk berdasarkan data yang dimiliki. Kami juga giat mengeksplorasi channel-channel baru dan tidak sungkan meniru—karena dengan begitu kami jadi tahu apa yang bisa kami kembangkan, dan apa yang tidak.”

Setelah menyelesaikan studi di Universitas Melbourne, Willix sempat meniti karir sebagai seorang developer dan bergabung dengan Freelancer.com sebagai Senior Vice President of Growth, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Ketika ditanya alasannya, jawaban Willix sangat sederhana. “Sudah saatnya.”

Partisipan company visit Bukalapak
Partisipan company visit Bukalapak

Potensi e-commerce di Indonesia memang begitu besar. Dengan penetrasi jumlah pengguna internet yang mencapai 143,26 juta jiwa atau sekitar 54,7% dari total populasi dan rerata peningkatan transaksi tahunan sebesar 38%, Indonesia punya kemampuan jadi raksasa e-commerce dunia. Namun lebih dari itu, Willix merasa bahwa sudah saatnya ia pulang dan turut berperan dan berkontribusi untuk tanah airnya. "Jujur saja, waktu itu saya masih mencari passion saya yang sebenarnya. In the end, I decided to embark on this journey because I believe in what Zaky (re: Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak) is trying to actualize through Bukalapak, and I believe I can apply my knowledge, skills, and experience into making that vision a reality.

Menginjak usianya yang ke-8, Bukalapak kini mempunyai lebih dari 2000 karyawan dengan rerata usia 24 tahun—dan 99,5% di antaranya adalah tenaga kerja lokal. “Di sini, peluang terbuka lebar bagi kalian untuk menciptakan dampak melalui karya,” Willix menuturkan. “Belajar, cari pengalaman, ataupun cari inspirasi di luar negeri boleh, tapi jangan sampai kita kehilangan akar kita.”

Willix Halim, COO Bukalapak
Willix Halim, COO Bukalapak, membagikan insight-nya pada para partisipan

Michael Octavianus, anggota PPI Tiongkok, mengungkapkan kekagumannya terhadap komitmen Bukalapak untuk menaikkelaskan UMKM Indonesia. “Cerita Pak Willix bikin saya sadar pentingnya bagi sebuah perusahaan untuk bergerak dalam satu tujuan. Perjalanan beliau yang rela mengorbankan semua kemudahan hidup dan bekerja di luar negeri demi negeri sendiri juga benar-benar menginspirasi.”

Lain halnya dengan Yola Riana Effendi, anggota PPI Spanyol. “Dibandingkan event company visit lainnya yang pernah saya ikuti, event kali ini ibarat paket komplit.” Ujarnya. “Semua orang, baik yang sudah bekerja maupun yang lulusan baru, pasti dapat ilmu. Kita dikasih banyak banget insight, mulai dari ‘jeroan’ Bukalapak sampai komitmen mereka untuk negara. Memang benar bahwa mengubah Indonesia dari kita dan untuk kita, ya hanya bisa oleh kita.”

 

Kita sebagai pemuda punya peranan penting untuk membangun bangsa. Temukan lowongan kerja terbaik di Bukalapak dan ciptakan dampak yang luar biasa besarnya!