Skip to main content
Career Advice

3 Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Setelah Wawancara Kerja

By Dwi Fitria Aprilianti on March 3, 2018

Berbagai tahapan rekrutmen, termasuk wawancara, sudah berhasil kamu lalui, namun kabar baik belum juga menghampiri setelah sekian lama waktu berlalu.

Kamu belum boleh bernafas lega, karena langkah yang berikutnya kamu ambil bisa jadi merupakan tahap yang akan menentukan nasibmu. Berikut beberapa hal yang wajib kamu lakukan dan harus kamu hindari setelah wawancara kerja berakhir!

LAKUKAN:

Meminta kartu nama

Rekruter yang mewawancaraimu mungkin akan langsung memberikan kartu nama setelah wawancara selesai, tapi jika tidak, pastikan kamu meminta kartu nama mereka sebelum kamu meninggalkan ruangan.

Mintalah kartu nama agar kamu dapat dengan mudah menghubungi rekruter
Dengan memiliki kartu nama mereka, akan mudah bagimu untuk mengirimkan ucapan terima kasih ataupun melakukan follow up secara profesional karena nama, jabatan, dan e-mail mereka terpampang dengan jelas di sana. Jika rekruter kebetulan tidak membawa kartu nama, tulis nama, e-mail, dan posisi mereka di atas secarik kertas.

HINDARI:

Menambahkan rekruter sebagai teman di media sosial

Media sosial merupakan sarana marketing yang baik karena memuat beragam informasi mengenai seseorang, namun menambahkan rekruter sebagai teman atau bagian dari network-mu di media sosial bukanlah ide yang baik.

Mengirimkan permintaan untuk berteman dengan rekruter di media sosial mungkin akan dirasa mengganggu
“Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh kandidat adalah mengirimkan permintaan untuk terhubung via Linkedin dengan rekruter.” Richard Orbé-Austin, seorang career coach dan partner di Dynamic Transitions Psychological Consulting, mengungkap. “Permintaan semacam ini mungkin akan dirasa mengganggu oleh rekruter.” Wajar saja, karena banyak dari kita yang memiliki kecenderungan untuk memasang pemikiran dan pendapat pribadi di akun media sosial kita.

LAKUKAN:

Follow up

Tahapan ini sering membingungkan para pencari kerja karena kebanyakan lebih memilih untuk tidak melakukan apa-apa dan menunggu daripada terkesan serba mau tahu. Pemikiran seperti ini justru keliru; menciptakan kesan merupakan hal yang penting, dan meninggalkan pesan semacam ini berikut ucapan terima kasih akan membantu menyegarkan kembali ingatan rekruter tentangmu. “Melakukan follow up menunjukkan ketertarikanmu terhadap pekerjaan yang kamu lamar dan apresiasimu untuk rekruter yang telah meluangkan waktunya untuk menemuimu.” Demikian Allyson Willoughby, Senior Vice President of People di Glassdoor, mengatakan.

Ungkapkan rasa terima kasih dan lakukan follow up untuk mengingatkan rekruter
Meskipun begitu, kamu tetap harus memperhatikan timing saat bermaksud untuk melakukan follow up. Jika perusahaan telah menginformasikan bahwa mereka akan mengabarimu dalam jangka waktu tertentu, lakukan follow up hanya setelah periode tersebut lewat. Mereka mungkin sedang mengambil cuti atau mempunyai prioritas lain yang lebih penting, jadi perhatikan pula caramu dalam menyampaikan pesan: ketimbang mengingatkan mereka bahwa mereka belum menghubungimu kembali, gunakan tenggat waktu sebagai alasanmu dalam melakukan follow up. Buat pesanmu sesimpel mungkin.

HINDARI:

Mengganggu rekruter dengan follow up yang terlalu sering

Isi resume-mu mengagumkan. Kamu berhasil lolos ke tahap wawancara dan dapat dengan mudah ‘memikat’ rekruter. Yang tidak banyak diketahui kandidat justru adalah fakta bahwa cara melakukan follow up juga memiliki andil terhadap berhasil atau tidaknya kamu mengantongi pekerjaan. Terlalu sering melakukan follow up dapat sangat mengganggu rekruter, jadi ada baiknya setelah melakukan follow up pertama kamu bersabar dan menunggu terlebih dahulu.

LAKUKAN:

Atur ekspektasi

Setelah melakukan follow up, tunggulah kabar dari rekruter dan pasanglah ekspektasi yang realistis.

Setelah melakukan follow up, tunggu kabar dari rekruter dan set ekspektasi
Jika rekruter kemudian membawa kabar gembira, kamu dapat maju ke tahap berikutnya dan memulai negosiasi gaji; namun jika sesudah follow up kedua beberapa hari bahkan minggu berlalu dan rekruter masih belum juga memberikan respon, mungkin itulah saatnya bagimu untuk move on meskipun kamu merasa cocok dengan perusahaan dan sangat menginginkan pekerjaan tersebut. Masih banyak peluang lain yang menantimu!

HINDARI:

Pasif atau terkesan desperate

Jangan pasif dan berlarut-larut menunggu respon dari rekruter. Jangan pula bertindak gegabah dan terkesan desperate, seperti mencecar rekruter dengan e-mail atau bahkan telpon follow up dan melakukan hal-hal lainnya untuk menunjukkan bahwa kamu rela melakukan segala cara untuk mendapatkan pekerjaan.

Jika perusahaan memang memutuskan untuk tidak melanjutkan lamaranmu, berlapang dadalah dan kirimkan sebuah e-mail berisikan ucapan terima kasih karena telah bersedia mempertimbangkanmu dan permintaan untuk berbagi feedback, jika ada, untuk memperbaiki kekurangan dan memantapkanmu di pencarian selanjutnya.

Jika setelah tahap wawancara kamu dinyatakan lolos, maka jenjang berikutnya yang akan kamu hadapi adalah dunia kerja; namun jika tidak, jangan berputus asa. Mendapatkan pekerjaan memang bukan perkara mudah, teruslah semangat mengejar pintu lain yang terbuka untukmu!

Masih mencari informasi lowongan kerja? Cek halaman Kalibrr berikut untuk peluang berkarir di perusahaan-perusahaan terbaik Indonesia!