Skip to main content
Job Interview Tips

Grogi dan Tidak Percaya Diri? Berikut 9 Tips Ampuh Sukses Wawancara Kerja!

By Dwi Fitria Aprilianti on February 2, 2018

Setelah begitu banyak lamaran dikirim dan sekian lama menunggu, akhirnya panggilan wawancara yang didambakan pun tiba.

Kamu merasa gugup? Wajar, kok. Perlu diingat bahwa terdapat beratus-ratus bahkan ribuan lamaran dari kandidat yang diterima perusahaan, dan beberapa di antaranya bahkan diwawancara di hari yang sama denganmu.

Ketatnya persaingan membuat seorang kandidat potensial harus pintar-pintar menarik perhatian. Terlepas dari jenis wawancaranya — baik itu wawancara untuk kesempatan magang ataupun untuk pekerjaan pertama, wajib hukumnya untuk meninggalkan kesan mendalam. Terdengar rumit? Jangan khawatir; simak tips-tips berikut agar wawancaramu sukses.

1. Riset, riset, dan riset!

Ketahui perusahaan dan berbagai seluk beluk tentangnya — seperti visi dan sejarah perusahaan, proyek yang sedang dikerjakan, klien yang bekerja sama dengan mereka, dan bahkan kompetitor bisnis  — melalui LinkedIn, Facebook, jaringan alumni, atau media lainnya.

Jangan sampai kamu datang dengan tangan kosong dan lakukan riset terlebih dahulu
Pahami betul deskripsi pekerjaan yang kamu lamar untuk benar-benar memahami peran yang dicari perusahaan. Ketahui juga siapa pewawancaramu melalui website perusahaan, akun media sosial, atau artikel dan bentuk publikasi lainnya. Riset yang telah kamu lakukan dapat kamu pergunakan sebagai ‘amunisi’ untuk menghadapi wawancara dan membantu menunjukkan bahwa kamu memang memiliki ketertarikan yang serius untuk bekerja di perusahaan tersebut.

2. Pelajari dan hafalkan isi resume

Apapun yang kamu tulis dalam resumemu akan dipertanyakan saat wawancara: kelebihan yang kamu punya, pengalaman-pengalaman sebelumnya, pencapaian yang paling kamu banggakan, dan apa yang dapat kamu berikan sebagai seorang kandidat potensial; jadi pastikan kamu mempelajari semua aspek tersebut agar dapat meyakinkan pewawancara.

3. Tunjukkan rasa percaya diri dengan penampilan

Setelah melakukan riset yang cukup tentang kultur perusahaan dan posisi yang kamu lamar, pastikan pakaian yang kamu gunakan untuk wawancara juga sesuai.

Pakai pakaian yang sesuai dan tunjukkan rasa percaya dirimu!
Hindari parfum yang terlalu menyengat, bau mulut tidak sedap, kuku panjang yang tidak terawat, dan busana yang kelewat terbuka. Pakai sesuatu yang membuatmu percaya diri dan nyaman, tapi juga tetap terlihat rapi dan pas tanpa terkesan berlebihan. Dress smart and project confidence!

4. Datang lebih awal, tapi jangan terlalu awal!

Datanglah lebih awal untuk wawancara, tapi jangan datang lebih dari 15-20 menit lebih awal!

Datanglah lebih awal agar kamu punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri
Pertimbangkan waktu transportasi yang diperlukan untuk sampai ke lokasi, kemungkinan tersesat, dan yang paling penting waktu untuk mempersiapkan diri sebelum namamu dipanggil. Jangan pernah terburu-buru. Rileks, ambil nafas dalam-dalam, dan katakan, “Saya pasti bisa!” Terdengar konyol? Percayalah, hal tersebut akan sangat membantu!

5. Ceritakan hobi dan pengalaman

Pewawancara ingin mengenal siapa dirimu, jadi jangan ragu untuk menceritakan ketertarikanmu akan dunia fotografi, tulis-menulis, atau apapun yang rutin kamu lakukan sebagai hobi. Jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk membangun koneksi melalui kesamaan yang mungkin kalian punyai.

Bangun koneksi melalui percakapan ringan dari hati ke hati
Ceritakan juga apa yang dapat kamu tawarkan untuk perusahaan melalui pengalaman terdahulu dan keahlian yang kamu miliki meskipun hal tersebut tidak berkaitan dengan posisi yang kamu lamar — siapa tahu, mungkin kamu cocok untuk posisi lainnya!

6. Beritahu kelebihan dan kekurangan

Semua orang memiliki tendensi untuk hanya berfokus pada apa yang menjadi kelebihan mereka, tapi tidak ada seorangpun yang hebat dalam segala hal!

Beritahukan kelebihanmu dengan menyebutkan keahlian-keahlian profesional yang kamu punya dan berikan contoh atau penjelasan, tapi tetap jujurlah akan kekuranganmu agar perusahaan dapat memberikan ekspektasi yang sesuai. Ingat: saat menceritakan tentang kelebihan dan kekurangan, hindari jawaban yang ambigu. Penting untuk memberikan ilustrasi, tapi pastikan jawabanmu tetap padat, singkat, dan gampang diingat.

7. Jangan pernah berbohong

Saat pewawancara menanyakan pertanyaan yang tidak kamu ketahui jawabannya, jangan berbohong. Jika kamu tidak tahu apa-apa soal pemrograman, jangan pernah memberitahu pewawancara bahwa kamu memiliki pengalaman coding. Terlebih jika kamu berbohong saat mengisi resume dan kebetulan pewawancara ingin mengetahui lebih banyak tentang pengalamanmu ketika bekerja di sebuah perusahaan yang sama sekali tidak kamu punya; hal-hal seperti ini justru akan berbalik menjadi bumerang!

Jangan pernah berbohong hanya agar terkesan memiliki banyak keahlian dan pengalaman
Seringkali pewawancara juga menanyakan hal-hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan untuk melihat reaksimu. Mereka mungkin hanya bermaksud untuk menguji kemampuan problem solving-mu, responmu terhadap tekanan, dan kemampuanmu dalam berkomunikasi. Play it safe.

8. Berikan pertanyaan

Setelah pewawancara menanyakan berbagai hal tentang dirimu, kini giliranmu untuk memberikan pertanyaan dan memegang kendali. Pastikan pertanyaanmu bermakna — pertanyaan yang menunjukkan usahamu untuk melakukan penelitian yang cukup mendalam dan keinginanmu mengetahui hal-hal di luar penjelasan sekilas tentang perusahaan.

Tunjukkan keseriusanmu dengan menanyakan tanggung jawab harian dari posisi yang kamu lamar, peluang untuk belajar dan tumbuh dalam perusahaan, dan bahkan prospek yang kamu miliki. Pertanyaan semacam ini dapat membantumu untuk mengetahui apakah kultur dan lingkungan kerja perusahaan cocok denganmu, dan sebaliknya membantu memberitahu pewawancara bahwa kamu mencerna apa saja yang telah ia katakan. Pewawancara akan sangat menghargai atensi yang kamu berikan.

9. Jadilah diri sendiri

Terlepas dari seberapa besar keinginanmu untuk direkrut, jika kamu dinilai bukan kandidat yang mereka cari, maka kamu bukanlah kandidat yang mereka cari.

Rileks, senyum, dan jadilah dirimu sendiri
Jangan pernah mencoba untuk jadi orang lain — seseorang yang kamu pikir diperlukan untuk mengisi peran yang dicari. Jangan ragu untuk menunjukkan kepribadian aslimu, karena tujuan wawancara sesungguhnya adalah untuk mengetahui apakah karaktermu cocok dengan perusahaan, dan jadilah dirimu sendiri.

Perlu usaha keras untuk tampil mengesankan di antara begitu banyak kandidat lainnya, namun selalu ingat bahwa sikap dan perilaku merupakan kunci utama. Kamu mungkin tidak memiliki keahlian yang diperlukan atau pengalaman yang cukup, tapi dengan sikap dan perilaku yang baik segalanya mungkin terjadi. Ikuti tips di atas, persiapkan dirimu dengan matang untuk wawancara yang akan datang, dan raih pekerjaan impianmu!

 

Masih mencari informasi lowongan pekerjaan? Cek halaman Kalibrr berikut dan dapatkan peluang kerja di perusahaan-perusahaan terbaik Indonesia!